BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label NASIONAL. Show all posts

BPW Ar Risalah Sumbar Dijajaki Kerjasama Oleh Asuransi Syariah Sun Life Financial



Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat dijajaki kerjasama oleh Asuransi Syariah Sun Life, Rabu (26/6). Penjajakan dilakukan oleh Mukhsin Tarmidzi dan Metra Erawaty selaku Direktur dan Manager Sun Life di Kantor BPW Ar Risalah.

Saat menjamu kedatangan pihak Sun Life untuk penjajakan, Bidang Kesekretariatan dan Administrasi BPW Ar Risalah Sumbar Ilham Yuliandi mengatakan dalam dua hari kedepan akan dipersiapkan legalitasnya dan di follow up, ia mengharapkan kerjasama bisa ditindaklanjuti dengan konsep syariah.

"Kita membuka ruang dengan Bank, Asuransi dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya untuk bekerjasama, termasuk dengan Asuransi Syariah Sun Life. Karena kebutuhan Ar Risalah untuk pendidikan sangat besar. Kita juga tunggu formula dari Sun Life terkait kerjasama yang akan dilakukan" Ujar Mulyadi Muslim selaku Ketua BPW Ar Risalah Sumbar saat diwawancara terkait penjajakan kerjasama tersebut. (Fahmi)

Sajikan 10.000 Bakcang dan Lamang Baluo, Kota Padang Raih Rekor Muri



Awal kepemimpinan Mahyeldi dan Hendri Septa torehkan prestasi. Kota Padang memecahkan 2 rekor muri sekaligus untuk penyajian makanan terbanyak sebanyak 10.000 dalam Festival yang diadakan pada 6-7 Juni 2019.

Festival 10.000 Bakcang dan Lamang Baluo menjadi saksi atas rekor muri tersebut . Festival yang diadakan di kawasan Batang Arau ini menyajikan 10.000 Bakcang Ayam dan Lamang Baluo. Bakcang ialah makanan tradisi etnis Tionghoa. Bakcang itu sendiri terdiri dari dua suku kata yaitu Bak yang artinya daging dan Cang yang artinya kue. Sedangkan Lamang ialah makanan tradisi Minangkabau.

Ketua Panitia, Alam Gunawan menyebutkan dalam pembuatan 10.000  makanan tersebut pihak panitia telah meminta tenaga-tenaga profesional.

"Dalam pembuatan Bakcang ada 7 orang profesional yang kita minta dan 15 orang profesional untuk pembuatan Lamang Baluo." Kata Alam saat pembukaan acara.


Walikota Padang, Mahyeldi berharap festival ini menjadi agenda rutin kota Padang bersama dua etnis tersebut.

"Festival ini kita rencanakan menjadi agenda rutin dan dapat dikemas lebih besar lagi tahun depan. Kami harapkan seluruh pihak dan warga kota Padang dapat mensukseskannya." Ujar Mahyeldi.

Tak hanya sebagai prestasi yang membanggakan bagi warga kota Padang. Hal ini turut memperlihatkan kepada yang lain bahwa keberagaman dan toleransi masih sangat kuat di kota Padang.

Selain itu, Pemko Padang menyebutkan akan menjadikan festival ini sebagai destinasi wisata kuliner kota Padang.

(dv)

Pejuang Ramadhan Hingga Garis Finish



Ramadhan akan segera berlalu, tinggal  menghitung jam untuk kita memaksimalkan amalan amalan di bulan bergelimang pahala ini. Ada yang memaksimalkan tilawah Qur'an nya, ada juga yang memaksimalkan sedekah untuk sesamanya, ada juga yang ingin bersilaturahmi di hari yang Fitri nanti dengan pulang ke kampung halamannya. Semua dilakukan semata untuk mendapat ridho-Nya

Pada Ramadhan kali ini, tim babarito menemukan hal menarik yang harus ditelisik. Sebuah potret lembaga sosial yang selalu sibuk hingga malam takbiran. Tim babarito kemarin(3/6) berhasil mengunjungi salah satu lembaga sosial di kota Solok. PKPU Human Initiative kota Solok masih disibukkan dengan pembagian sembako, pengadaan buka bersama yatim dan dhuafa serta beli baju bareng bersama anak anak yatim.

Saat dikunjungi mereka menyebutkan diawal ramadhan mereka sudah disibukkan dengan penggalangan dana dari 6 program yang sudah dirancang pihak pusat. Pintu pintu rumah di ketuk, mereka tahu akan ada yang terketuk hatinya untuk memberi. Gerbang gerbang sekolah dikunjungi, untuk mengumpulkan dana dari siswa siswi yang semangat mendapat pahala di bulan yang suci. Berbagai perusahaan juga dihubungi, untuk jalin kerjasama dalam menabung bekal akhirat.

Dipertengahan ramadhan, tahap persiapan program dijalani. Dari dana yang terkumpul mereka gunakan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan. Dan diakhir ramadhan program pun di eksekusi. Program demi program terlaksana hingga puncaknya saat malam takbiran.


Disaat orang orang sudah berkumpul bersama keluarga nya, menyambut hari nan Fitri esok hari. Mereka masih berada di kantor untuk melaksanakan program program tersebut.

Namun tak ada raut kesedihan di wajah mereka karena tak bisa berkumpul dengan keluarga secara penuh. Yang ada hanya semangat dan senyuman yang selalu mereka berikan.

Ketika ditanya tim babarito, pimpinan cabang PKPU HI menyebutkan semangat mereka menjalankan ini karena mengingat pesan terakhir dari Baginda Rasul yang masih mengingat ummatnya.

" InsyaAllah ini semua kami lakukan, karna mengingat pesan terakhir dari sang kekasih Allah : " ummati, ummati, ummati ". Setidaknya ini bisa mengukir senyum dibibirnya, bahwa diri adalah ummat, dan masih peduli kepada ummatnya. Jika ia masih ada, kuingin menyampaikan, " Ya Rasulullah, meski diri lemah, setidaknya kehadiranku dapat sedikit mengurangi kekhawatiranmu "., ujar Rini selaku Kepala Cabang PKPU HI kota Solok.

Sedikit kisah dari mereka para pekerja lembaga sosial di bulan Suci. Ribuan lembaga sosial yang tersebar pasti merasakan hal yang sama. Mereka hadir sebagai transportasi pahala para donatur. Mereka lah jembatan sang pemberi dengan yang diberi. Semua itu mereka lakukan semata karena mengharap ridho-Nya

(Dv)

Amanah Baru Mahyeldi-Hendri Di Awali Dengan Hikmah




Langkah itu dimulai sejak 27 Juni 2018 lalu, setelah dinyatakan Mahyeldi-Hendri yang terpilih menjadi Pemimpin baru kota Padang. Dengan penuh hikmah Mahyeldi-Hendri mengawali kemenangan dengan penuh syukur.


“Terimakasih, tentunya dengan izin Allah SWT, kita telah memenangkan pilkada  hari ini”, ucap Mahyeldi pada Pilkada 2018 lalu.

Kini, saatnya Mahyeldi-Hendri menjalankan amanahnya. Senin(13/5) siang Rapat Paripurna di laksanakan. Rapat dalam rangka pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang masa jabatan 2019-2024. Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti.

Sebelum rapat dimulai, lantunan ayat suci Alquran dibacakan ditambah dengan doa menjadi pembuka rapat yang diadakan sekali 5 tahun itu.

Pelantikan Mahyeldi-Hendri diawali dengan hikmah. Seusai pembukaan, Ketua DPRD, Elly mempersilahkan pimpinan baru Padang itu untuk menyampaikan visi-misinya.

Mahyeldi mengatakan walikota dan wakil walikota tersebut akan merangkul warga untuk bersama membangun Padang yang lebih maju lagi.

"Walikota dan Wakil Walikota bukan pemimpin yang berkuasa namun kami mengajak semua warga melangkah ke depan, memastikan Padang yang maju.", ujar Mahyeldi

(RP)

49 Siswa MAN 4 Agam Lulus Kampus Negeri Jalur Undangan



Agam, BABARITO - Disaat sedang sibuk-sibuknya menyelenggarakan UNBK, kabar menggembirakan datang dari sekolah yang terletak di tepian Danau Maninjau ini. MAN 4 Agam pada tahun ini berhasil mengantarkan siswa/i nya lulus masuk universitas negeri jalur undangan.

Total sebanyak 49 orang dinyatakan lulus di kampus negeri melalui jalur SNMPTN dan SPAN-PTKIN.  Empat orang dinyatakan lulus di Universitas Negeri Padang (UNP) dan 45 orang lainnya lulus di kampus PTKIN seperti UIN SGD Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya,  UIN Raden Fatah Palembang,  UIN Imam Bonjol Padang,  IAIN Bukittinggi dan IAIN Batusangkar.

Firdaus,  Wakil Kepala Bidang Kesiswaan menyampaikan kegembiraannya atas hasil yang diperoleh. "Tentu saja kami sangat senang dengan hasil yang diperoleh anak-anak kami yang menamatkan sekolah ini. Semoga saja jumlah yang 49 orang ini akan terus bertambah seiring dengan dibukanya jalur masuk perguruan tinggi yang lain" tutur Guru Akidah Akhlaq ini.

"Dengan Akreditasi sekolah yang nilai A tentu saja menjadi peluang yang besar bagi siswa/i MAN 4 Agam diterimanya pada kampus negeri. Meskipun demikian,  kami cukup mensyukuri atas hasil ini. Hal ini membuktikan bahwa perjuangan kami dalam beberapa tahun ini dalam meningkatkan SDM sekolah membuahkan hasil." lanjut pria yang akrab disapa Pak Kali ini.

Siswa MAN 4 Agam yang akan menamatkan sekolah tahun ini berjumlah 111 orang. Terdiri dari tiga jurusan,  Matematika dan Ilmu Alam (MIA),  Ilmu Ilmu Sosial (IIS)  dan Program Keagamaan (PK).

Catatan Kampanye 02, Sederhananya Keluarga Walikota Padang


Padang, BABARITO - Hegemoni Kampanye Akbar Capres 02 Prabowo Subianto memang sudah diperkirakan publik sebelumnya. Hal ini wajar mengingat pada Pemilu 2014 Prabowo mendapatkan kemenangan mutlak di Sumatera Barat dengan perolehan hampir mencapai 80% suara. Hampir 5 tahun berlalu, nama Prabowo tetap harum di Ranah Minang. Ramainya sambutan dari Bandara Internasional Minangkabau sampai ke lokasi Kampanye di Danau Cimpago adalah hal yang wajar.

Terlepas dari gegap gempita Kampanye Akbar Prabowo, ada satu sosok yang menjadi perhatian publik. Adalah Walikota Padang, Mahyeldi, yang baru saja memastikan kembali melanjutkan kepemimpinannya di Padang sampai 2024 lewat kemenangan cukup telak di pilwako akhir 2018 lalu. Izin cuti yang diajukannya menjadi topik netizen hingga media nansional.

Mahyeldi yang merupakan Ketua MPW PKS Sumbar, memang mempersiapkan diri mewakili Partai untuk berorasi menunjukkan dukungan penuh PKS terhadap Prabowo di Sumatera Barat.

Ada fenomena menarik dari Mahyeldi, bukan sosoknya yang mulai dikenal di media nasional, melainkan sosok keluarganya yang bersahaja.

Di saat Mahyeldi sedang berada di atas Panggung Utama Kampanye Prabowo Sandi. Terlihat di belakang keramaian massa, ada istri dan anaknya yang bertugas sebagai Tim Relawan Kebersihan Kampanye Prabowo.

Hal ini tentu saja menarik perhatian netizen yang mengenali keluarga Mahyeldi. Tidak sedikit netizen yang mendokumentasikan anak lelaki Mahyeldi, Taufiqurrahman, sedang memungut sampah dan berkeliling dengan karung menjadi tong sampah keliling.

Beragam komentarpun hadir ketika masyarakat mengetahui pemuda pemungut sampah itu merupakan anak dari Walikota Padang.

Hendry, salah satu netizen, mengomentari sosok Taufiq yang sederhana tak terlepas dari didikan Mahyeldi dan Harneli.

Mahyeldi di laman facebooknya juga mengunggah foto yang didapatkan dari netizen, sembari menyapa pengikutnya di laman facebook.

"Saat saya masih sibuk melayani permintaan selfie di dekat panggung bersama warga, ada anak muda di barisan belakang sedang sibuk sendiri. Warga Kota Padang ada yang kenal? Kalau Warga Kecamatan Kota Tangah tahu anak muda ini?", tulis Mahyeldi sembari menundang respon Warga.

(*)

Mahyeldi dan Warga Berbaur Hadiri Kampanye Prabowo


Hari ini, puluhan ribu masyarakat Kota Padang tumpah ruah hadiri kampanye Akbar Calon Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (02) di Danau Cimpago pinggir pantai Kota Padang Selasa (02/04).

Kedatangan Capres Prabowo dengan nomor urut 2 ini disambut antusias masyarakat Kota Padang yang menginginkan perobahan untuk Indonesia kearah yang lebih baik.

Seperti setiap kampanye lainnya, kehadiran puluhan bahkan ratusan ribu masyarakat yang bejubel merupakan hal yang biasa. Akan tetapi, kehadiran Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah yang sengaja mengambil cuti untuk mensukseskan calon presiden nomor urut 02 ini mendapat apresiasi dan perhatian khusus dari masyarakat.

Mereka menilai, sikap yang diambil Mahyeldi Ansharullah selaku Walikota cukup berani dan tidak takut terhadap adanya tekanan atau intervensi politik atas jabatannya.

Selaku masyarakat Kota Padang, kami bangga dan mengapresiasi sikap yang diambil oleh Walikota Padang ini. Terlepas siapakah rezim yang memimpin atau siapapun yang maju menjadi calon presiden, namun sikap dan figur yang tidak manut atau mau tunduk saja, merupakan cerminan seorang pemimpin besar.

Ini disampaikan Zainal Amran salah seorang pemuka masyarakat Kelurahan Batang Arau saat dimintai tanggapannya, terkait kehadiran Walikota Padang pada Kampanye akbar calon presiden Prabowo Subinto, beberapa saat lalu dilapangan.

Ternyata, tidak salah selama ini masyarakat mempercayakan kepemimpinan beliau (Mahyeldi-red) untuk menahkodai Kota Padang untuk kedua kalinya pada lima tahun mendatang.

Selain itu, tidak lupa kita mengingatkan, penghargaan yang telah diraih Mahyeldi sebagai "Walikota Terpopuler di Media Massa" dan selalu memperhatikan kesejahteraan perusahaan media dan wartawan memang pantas disandangnya.

Hal senada juga disampaikan Panglima Laskar Macan Asia DPD Provinsi Riau Hendrik Sikumbang atau yang akrab disapa Hen Pakan. Sebagai masyarakat yang juga tinggal di Kota Padang, Ia sangat bangga dan takjub atas keberanian sikap yang diambil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menghadiri dan mensukseskan Kapanye akbar pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiago Uno di Kota Padang.

Menurutnya, sikap yang diambil Mahyeldi yang tidak takut terhadap intervensi pemerintah pusat harus menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya. Apalagi untuk persaingan pada Pemilu 2019 ini, yang menjadi kompetiter Capres Prabowo dan Sandi adalah rezim yang berkuasa.

Ia berharap, mudah-mudahan sikap dan kepribadian Mahyeldi ini sebagai Walikota dapat dijadikan contoh bagi pemimpin daerah lainnya.*

Ar Risalah Resmi Terdaftar di BWI


Yayasan Arrisalah resmi terdaftar di BWI untuk penerimaan wakaf uang. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya surat tanda terbukti pendaftaran oleh badan wakaf indonesia pusat dengan nomor 3300205.

Dengan diterbitkannya surat tersebut, maka masyarakat  bisa berwakaf untuk pengembangan arrisalah kedepan dengan uang tanpa dibatasi jumlah minimalnya.

Menurut Direktur Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah, Mulyadi Muslim, berapapun uang yang diwakafkan akan diakumulasikan sampai jumlah tertentu di lembaga keuangan syariah dalam bentuk deposito atau saham.

"Keuntungan dari deposito atau saham inilah yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan yayasan kedepannya," ujar Mantan Kepala MA Ar Risalah ini.

Dilanjutkannya, Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat sumatera barat secara khusus dan umat islam umumnya.

"Agenda yayasan arrisalah dalam visinya 2030 sangat jelas, yaitu menjadi pusat pendidikan islam terbesar di Sumatera. Maka dengan visi tersebut diperlukan dukungan penuh dari umat lewat wakaf berupa uang," tutup Pria yang aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Barat ini.
(v//b)

Madrasah Bantuan Warga Padang Untuk Lombok Diresmikan


Delapan bulan sudah ratusan pelajar Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Lombok Utara belajar di bawah tenda pengungsian. Kini para pelajar tersebut dapat kembali belajar dengan nyaman seperti sediakala.

Madrasah mereka yang hancur akibat gempa pada Agustus 2018 lalu telah selesai dibangun kembali.  Hal ini merupakan  bantuan dari warga Kota Padang, Sumatera Barat. Selasa (26/03/2019), Madrasah Syamsul Huda tersebut diresmikan secara bersama oleh Gubernur NTB, Wali Kota Padang dan Bupati Lombok Utara.

Hasan selaku ketua Yayasan mengatakan, Madrasah Syamsul Huda memiliki siswa MI sebanyak 104 orang, MTs 46 orang dan PAUD 52 orang. Hasan mewakili warga Lombok Utara mengucapkan banyak terimakasih kepada warga kota Padang.

"Siswa dan wali murid sangat senang sekali dengan bangunan sekolah yang baru ini. Ada enam ruang kelas, satu aula dan  satu mushalla. Sekali lagi, kami warga Lekok mengucapkan terimakasih pada warga Kota Padang", ucap Hasan saat sambutan peresmian Madrasah baru.
Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan, Wisma Ningsih mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kepedulian warga Kota Padang  terhadap warga NTB yang tertimpa bencana gempa.

Hal senada juga disampaikan Bupati Lombok Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Suhardi. Ia mengatakan, kepedulian antar sesama merupakan cikal bakal dari persatuan bangsa dan negara.

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengucapkan terimakasih atas bantuan warga Kota Padang, Pemerintah Kota Padang dan Baznas Kota Padang. Sehingga anak-anak kami bisa lebih nyaman lagi dalam menuntut ilmu", ujar Suhardi.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi mengatakan, bantuan dari warga Kota Padang merupakan bentuk kepedulian antar sesama untuk merajut ukhwah islamiyah.

"Kita juga pernah dilanda bencana dan banyak bantuan yang kita terima", ungkap Mahyeldi.

Lebih lanjut dijelaskan, dipilihnya pembangunan sekolah sebagai peruntukan bantuan karena pendidikan merupakan awal dari semua hal. Walaupun pendidikan bukan segalanya.

"Disamping itu, pada tahun 2035 kita akan menghadapi bonus demografi. Dimana 70 persen jumpah penduduk Indonesia akan diisi oleh generasi muda", tutur Mahyeldi.

Untuk itu, Mahyeldi menegaskan peran madrasah sangat menentukan dalam menciptaan generasi muda calon pemimpin bangsa. "Menghadirkan generasi muda yang bertalenta dengan wawasan dan keilmuan yang mempuni butuh keseriusan semua dalam dunia pendidikan", tambah Mahyeldi yang didampingi Baznas Kota Padang dan beberapa pimpinan OPD Pemko Padang.

(ulil/venny)
Sumber : Humas Pemko Padang

BPW Ar-Risalah bakal Terima Wakaf Uang, Pengurus Presentasi ke BWI Pusat




Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar-Risalah Padang, H Mulyadi Muslim didampingi Sekretaris Yayasan Wakaf Ar Risalah H Firman Bahar dan beberapa Alumni Ar Risalah ingin menyegerakan legalisasi pengumpulan wakaf. Rabu (20/3) mereka secara bersama berada di Jakarta untuk menyelesaikan persolan itu.

Mulyadi Muslim menyebutkan, mereka mempresenteasikan sejarah yayasan dan latar belakang pendaftaran BPW Ar Risalah kepada pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Gedung Baitul Quran Taman Mini Indonesia Indah. Perwakilan Ar Risalah ditemui Ketua Bidang Pemberdayaan dan Nazhir Wakaf BWI Hendri Tanjung dan Ahmad Nizar (Sekretariat).

”Ar-Risalah Padang sejak dari awal berdiri mengukuhkan diri sebagai lembaga wakaf. Di usia yang ke-15 tahun telah mengelola aset wakaf dalam bentuk tanah dan gedung yang cukup besar. Juga sudah melahirkan alumni yang tersebar di perguruan tinggi favorit dalam dan luar negri,” sebut Mulyadi yang juga Sekretaris MUI Kota Padang.

Menurutnya, selama ini wakaf yang diterima oleh Ar Risalah adalah dalam bentuk tanah atau barang. Saat ini, terbuka kesempatan untuk menerima wakaf uang. Penggalangan dana dalam bentuk wakaf uang nantinya ditargetkan untuk pembangunan gedung Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Ar Risalah, asrama dan beasiswa tahfidz untuk siswa berprestasi

“Kami datang ke Jakarta untuk tujan wakaf uang ini. Pendaftaran BPW Ar Risalah Padang ke BWI pusat dalam rangka memenuhi persyaratan Undang Undang 41 Tahun 2004 tetang Wakaf. Juga sebagai bentuk profesionalisme lembaga dalam mengumpulkan wakaf ke depannya,” sebut ketua Pengurus Masjid Agung Nurul Iaman Padang ini.

Seperti diketahui, sesuai UU Wakaf, uang yang dapat diwakafkan adalah berupa mata uang rupiah. Jika uang yang akan diwakafkan masih dalam bentuk mata uang asing, maka harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam rupiah. (PP No. 42/2006, pasal 22 ayat 1, 2).

Sementara BWI pusat menargetkan rapat pleno dalam waktu dua minggu ke depan untuk membahas dan menindaklanjuti permohonan dari BPW Ar Risalah Padang.

“Pendaftaran telah kami terima dan akan ditindaklanjuti,” kata Hendri Tanjung. (r)

Sumber : POS METRO

Tidak Ada Pemisahan Kekuasaan Mutlak di Indonesia

Hermanto memberikan Materi sosialisasi IV Pilar ditemani
Fungsionaris PKS Kota Padang
Padang (16/3), BABARITO - Sebagai negara Demokrasi, Indonesia menganut sistem Trias Politika. Lazimnya, Trias Politika membuat kekuasaan dioegang oleh tiga unsur yang terpisah, Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Lgislatif memiliki kekuasaan membuat Undang-undang, Produk Hukum, dan menetapkan anggaran. Eksekutif memiliki kekuasaan untuk mnejalankan hasil keputusan Legislatif. Dan Yudikatif berkuasa di ranah penjalanan Hukum dalam negara.

Dalam penjalanan Roda pemerintahan, menurut Anggota MPR RI Hermanto, di Indonesia tidak terjadi pemisahan kekuasaan yang mutlak. Hermanto mencontohkan dalam beberapa fungsi dan tugas, dua atau tiga lembaga harus bersama untuk membentuk undang-undang.

"Misalnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 pada Pasal 20.  Ayat 1 menyebutkan: 'Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang'."

Pada ayat tersebut, menurutnya, jelas disebut DPR adalah pemegang kekuasaan legislatif. Namun, lanjutnya, ayat ini tidak berdiri sendiri.

"Ayat 2 menyebutkan: 'Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama'.  Lalu Ayat 3 menyebutkan: 'Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu'", tutur Legislator PKS ini dalam acara Sosialisasi IV Pilar di Aula STKIP Adzkia beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan ayat 2 dan 3 tersebut, jelas Hermanto, pihak eksekutif yaitu Presiden bisa tidak setuju terhadap RUU. Dan dengan ketidaksetujuan Presiden tadi, RUU tersebut batal. Hal ini menunjukkan DPR RI tidak memiliki kekuasaan mutlak dalam membuat Undang-undang.

"Masyarakat perlu memahami hal ini agar tahu bagaimana cara menyampaikan pendapat dan menyalurkan aspirasi", pungkas legislator dari dapil Sumbar 1 ini.

(apk)

Ini Alasan Facebook, Instagram, Whatsapp Mengalami Gangguan


Sudah berjam-jam layanan Facebook dan aplikasi keluarganya seperti Instagram dan WhatsApp mengalami gangguan. Sejak Kamis (14/3) dini hari, pengguna kesulitan mengakses ketiga layanan media sosial dan aplikasi pesan tersebut.

Masalah ini dialami oleh seluruh pengguna di dunia, termasuk Indonesia. Untuk Facebook dan Instagram, masalahnya adalah pengguna tidak bisa login, membuat postingan, hingga mengunggah Stories. Sementara untuk WhatsApp, pengguna mengaku tidak bisa mengirim gambar dan meng-upload Status.

Pengguna mencatat bahwa mencoba menggunakan Facebook untuk login ke aplikasi seperti Tinder atau Spotify juga tidak bisa.

Situs DownDetector menunjukkan gangguan yang terjadi pada Facebook dan Instagram terjadi di banyak negara seperti Amerika Serikat, Peru, Inggris, India, dan Filipina. Pengguna lainnya dari Kanada dan Turki untuk mengalami hal yang sama.

Namun, penyebab tumbangnya layanan Facebook ini masih menjadi misteri. Facebook belum mengungkap apa penyebab dari masalah yang mereka alami. Tampaknya masalah serius sedang dialami Facebook jika melihat gangguan ini belum dapat teratasi hingga berjam-jam.

"Kami menyadari beberapa orang saat ini kesulitan mengakses keluarga aplikasi Facebook. Kami sedang berupaya mengatasi masalah ini secepatnya," tulis Facebook, di akun Twitter resminya.

Facebook menegaskan jika masalah ini bukanlah disebabkan oleh serangan DDoS (distributed denial-of-service) dari hacker. Serangan DDoS terjadi di mana para peretas mencoba untuk merusak sebuah situs dengan membanjirinya dengan terlalu banyak trafik virtual sehingga membuat server jadi 'macet'.

Sama halnya dengan Facebook, Instagram juga telah mengonfirmasi gangguan yang dialaminya, dan mengaku secepat mungkin melakukan perbaikan. Instagram juga belum mengungkapkan apa yang menyebabkan masalah di platform-nya.

"Kami menyadari masalah yang mempengaruhi akses pengguna ke Instagram saat ini. Kami tahu ini membuat frustrasi, dan tim kami bekerja keras untuk menyelesaikan ini secepatnya," tulis Instagram, juga di Twitter.

Kejadian ini membuat media sosial Twitter menjadi wadah favorit untuk menyuarakan masalah yang dialami oleh pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Bahkan teriakan tumbangnya Facebook dan Instagram masuk daftar trending topic Twitter Indonesia dan dunia dengan tagar #InstagramDown dan #FacebookDown.

Sumber : Kumparan

Serahkan Administratif Program Wakaf, Arrisalah Menunggu Hasil Verifikasi BWI


Badan Pengelola Wakaf (BPW) dan Lembaga Dakwah Sosial (LDS) Arrisalah serahkan berkas administratif program wakaf uang arrisalah (5/3). Berkas tersebut langsung diserahkan oleh Direktur BPW dan Ketua LDS Arrisalah, H. Mulyadi Muslim dan H. Kamrizal kepada Bapak Haris selaku sekretariat Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Dengan penyerahan berkas tersebut Arrisalah tinggal menunggu verifikasi dari tim BWI dan selanjutnya presentasi dari tim BPW Arrisalah.

Arrisalah sendiri menargetkan sudah menerima surat rekomendasi dari BWI sebelum ramadhan, agar BPW Arrisalah semakin optimal dalam pengelolaan dan  penggalangan dana wakaf umat untuk pengembangan infrastruktur Arrisalah. Untuk itu, Ketua BPW Arrisalah memohon doa dan dukungan dari semua pihak.(killua)

Ratusan Anak Yatim Belanja Bareng PKPU HI Sumbar


Panas yang cukup terik di hari Minggu (3/3) tidak menyurutkan keceriaan dan kegembiraan para yatim yang akan mengikuti program Belanja Bareng Yatim PKPU Human Initiative. Kegiatan Belanja ini bertempat di komplek pertokoan buku Sari Anggrek, Padang.  Sebelum adzan dzuhur berkumandang lokasi ini sudah dipadati oleh anak-anak yang mulai berdatangan.

Dalam sambutannya Hendra Nafsosianto selaku Kepala Cabang PKPU Human Initiative Sumbar menyampaikan bahwa ada 100 anak yatim yang ikut berbelanja. Anak anak yatim tersebut dipilih tidak hanya dari kota Padang namun juga kota Pariaman.

"Cakupan wilayah penerima manfaatnya pun kita perluas, tidak hanya dari kota Padang, tapi juga kita pilih dari wilayah Padang Pariaman." jelas Hendra dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut banyak pihak yang ikut terlibat seperti para karyawan PLN, Bank Nagari Syariah, BPKP serta guru guru dari SDIT sekitaran Padang. Mereka semua terlibat dalam menyalurkan donasi demi terwujudnya acara belanja tersebut.

"Nanti anak-anak yatim ini akan berbelanja kebutuhan perlengkapan sekolah dengan jenis dan model yang mereka inginkan sembari didampingi oleh relawan PKPU Human Initiative. Kami mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak ikut terlibat untuk menyalurkan donasi untuk kegiatan ini, seperti dari karyawan PLN, Bank Nagari Syariah, BPKP Sumbar, SDIT Marhamah, SDIT Buah Hati dan lainnya.", tambah Hendra.

Kegiatan BBY ini berlangsung sekitar kurang lebih 1,5 jam. Selama kegiatan berlangsung terlihat jelas antusiasnya mereka memilih sendiri keperluan peralatan sekolah yang mereka inginkan. Dalam kegiatan tersebut anak-anak juga mendapatkan motivasi dari lawyer sekaligus perwakilan manajemen Toko Buku Sari Anggrek, Bapak Miko Kamal, P.hd. 

"Saya dari kecil sudah jadi yatim piatu, alhamdulillah berkat kegigihan dan usaha bisa menyelesaikan pendidikan formal sampai tingkat tertinggi. Menjadi yatim tidak mesti identik dengan keterbatasan, tapi harus optimis untuk meraih cita-cita ungkap peraih P.hd. dari University Sydney ini.”, ujar Miko saat memberikan motivasinya pada anak anak.

Fajar, salah seorang yatim dari Kuranji dengan mata berbinar menceritakan apa yang sudah dibelinya, ada kotak pensil, buku tulis, pensil dan meja belajar kecil bergambar kartun favoritnya. Desi, sang ibu merasa sangat terbantu untuk mencukupi kebutuhan belajar anaknya dan berharap semakin banyak anak yang bisa terlibat di kegiatan seperti ini.

Sebagai upaya mejaga amanah dari para donatur, sebelumnya telah dilakukakan survey untuk memastikan penerima manfaat memang layak untuk mendapatkan bantuan
(D)

Handi Risza: Janji Bebas Pajak Bagi Penghasilan Sampai 8 juta Untuk Tingkatkan Arus Ekonomi Masyarakat


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan memperjuangkan program pembebasan pajak atas pendapatan buruh, karyawan dan pegawai dengan nilai penghasilan hingga Rp 8 juta per bulan, jika memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019.

Sekretaris Bidang Ekuintek DPP PKS Handi Risza mengatakan, program ini disuarakan PKS karena prihatin atas penurunan daya beli masyarakat, terutama dikalangan masyarakat yang memiliki penghasilan menengah kebawah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini, Peningkatan upah/gaji yang tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan energi (BBM dan Tarif Tenaga Listrik) menjadi penyebab utamanya.

Saat ditemui tim Babarito.com Handi menyebut, fenomena pelemahan daya beli masyarakat itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stagnan dalam kurun waktu empat tahun terakhir, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata hanya 5 persen per tahun. Realisasi tersebut, papar dia, jauh di bawah yang dijanjikan oleh pemerintahan Joko Widodo yakni tembus level 7 persen dan target RPJMN 2018 sebesar 7,4 persen.

"Oleh sebab itu, guna meringankan beban ekonomi dan memulihkan daya beli masyarakat, PKS menganggap perlu membuat terobosan kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil dan menengah, antara lain dengan melakukan pemotongan pajak (tax cut) secara selektif dan targeted," ujar Handi.

Handi melanjutkan, program ini diinisiasi karena PKS juga melihat populasi Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok usia muda produktif dan kelompok masyarakat menengah ke bawah yang sangat rentan jatuh ke jurang kemiskinan.

"Sejatinya, kelompok-kelompok ini sangat potensial dalam menentukan masa depan ekonomi Indonesia, yang jika dikelola dengan baik akan menghasilkan bonus demografi bagi perekonomian Indonesia ke depan. Namun jika salah kelola, yang terjadi kebalikannya, Indonesia terancam terkena bencana demografi," paparnya.

Handi menjelaskan, program penghapusan pajak atas penghasilan hingga Rp8 juta sebulan ini merupakan adaptasi dari kebijakan Pajak Penghasilan yang Ditanggung Pemerintah (PPh DTP) atas penghasilan yang selama ini diterima Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI dan Polri, serta pensiunannya.

Berdasarkan kalkulasi PKS, ungkapnya, kebijakan ini tidak akan membebani APBN secara signifikan karena akan terkompensasi dari sumber penerimaan lain yang terdongkrak oleh bergairahnya aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang bakal meningkat, seperti sumbangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Handi merinci, setidaknya, ada delapan alasan kenapa pembebasan pajak atas penghasilan hingga Rp 8 Juta begitu penting: (1) Pertumbuhan ekonomi stagnan (2) Pelemahan daya beli masyarakat (3) Kenaikan PTKP belum cukup mendongkrak daya beli masyarakat (4) Besarnya jumlah kaum muda berpenghasilan menengah kebawah yang rentan jatuh ke jurang kemiskinan. (5) Dibutuhkan stimulus fiskal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (6) Tidak membebani APBN secara signifikan (7) Mengoptimalkan kontribusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) (8) Mengurangi beban perusahaan dan mendorong penciptakan lapangan kerja.

FSLDK Sumbar: Dari Masjid Turun ke Jalan


Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat (FSLDK Sumbar) gelar kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah Nasional (GSJN) di Mesjid Nurul Ilmi (MNI) Unand, kemudian disusul Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) di CFD, Jalan Khatib Sulaiman, Padang (18/2).

Menurut Yusrizal Yasmar, Selaku ketua Komisi A Puskomda FSLDK Sumbar mengatakan, kegiatan GSJN merupakan refleksi terhadap fenomena yang terjadi saat ini. Pemuda adalah salah satu ujung tombak untuk peradaban di masa depan. Oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan untuk mengokohkan peran kebangsaan tersebut.

GSJN dimulai dengan ceramah agama, membaca Alquran, shalat subuh berjamaah, dan ditutup dengan ceramah kembali. Ustad Azka, dalam cermahnya menyampaikan bahwa pemuda adalah adalah tonggak peradaban di masa depan.  Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai seorang pemuda,  yaitu fisik, masa depan, dan orientasi kedepan.

Riski Azmirwan Sekretaris Puskomda FSLDK Sumbar mengatakan, GSJN merupakan kegiatan bulanan yang sudah dirutinkan sejak empat tahun terakhir. “FSLDK se-Indonesia mengadakan kegiatan ini” tambahnya.


Usai GSJN, para pemuda Sumbar ini langsung turun ke jalan untuk menggelar Aksi Gemar, guna ingatkan masyarakat akan pentingnya menutup aurat.

Koordinator Komisi C Puskomda FSLDK Sumbar, Sindy mengatakan persiapan aksi GEMAR sudah dimulai sejak satu bulan terakhir. Mulai dari Koordinasi antar Lembaga Dakwah Kampus (LDK), pengumpulan donasi, publikasi, hingga aksi. Pakaian yang dibagikan merupakan hasil donasi, baik dari kalangan mahasiswa maupun dari luar kalangan mahasiswa. Donasi yang dibagikan tidak hanya jilbab, namun juga jenis pakaian lain berupa rok, gamis, kaos kaki, sarung, dan lain-lain.
Adapun rangkaian kegiatan dalam aksi ini ialah: longmarch dari Mesjid Raya Sumbar ke Transmart, orasi, Gemar Challenge, dan Gemar berbagi.

Sementara itu, Ketua umum Puskomda Sumbar  M. Rizki Maulana menegaskan GEMAR merupakan kegiatan tahunan sebagai bentuk kepedulian terhadap ironi gaya berpakaian minim yang dianggap wajar oleh masyarakat saat ini.

Aksi positif Pemuda Sumbar ini mendapat respon positif dari masyarakat.
“Aksi ini sangat bagus untuk mengingatkan masyarakat tentang menutup aurat. Menutup aurat adalah penjagaan diri dari perbuatan jahat orang lain,” ujar Santi (45) saat ditanyai tanggapannya tentang aksi GEMAR.
“Masyarakat berharap aksi ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya,” ujar Firda salah satu peserta.

Negara, Pemegang Kuasa Kedaulatan Rakyat

Hermanto menyerahkan Sertifikat Penghargaan Peserta Sosialisasi 4 Pilar
Pesisir Selatan, BABARITO -  Dalam konsep Negara Republik Indonesia,  negara merupakan pemegang kuasa atas kedaulatan Rakyatnya.

Hal ini disampaikan oleh Anggota MPR RI, Hermanto pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dilaksanakan di Aula SDIT Andalusia, Jorong Malepang, Nagari Air Batu, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan beberapa waktu yang lalu.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 pasal 33 ayat 2 yang berbunyi Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara memiliki makna yang kuat tentang implementasi kedaulatan rakyat. Maksud dikuasai oleh negara dalam ayat tersebut adalah bahwa negara merupakan pemegang kuasa kedaulatan rakyat.

"Kedaulatan rakyat yang dikuasakan pada negara dalam pengelolaan sumberdaya yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat", papar Anggota MPR RI Fraksi PKS ini.

Dengan konsep dan amanat undang-undang, kebijakan negara semestinya berpihak kepada kepentingan rakyat.

"Pengelola negara harus siap bekerja keras mewujudkan kemakmuran untuk rakyat.  Siap bersusah-payah memberi dan melayani rakyat. Negara harus pegang kendali pengelolaan Sektor Strategis. Kalaupun secara teknis sektor strategis itu dikerjakan oleh investor swasta, tetap harus dibawah kendali negara", tandas Pria asal Pariaman ini.

Ia mengungkapkan, belakangan ini sektor strategis yang dikelola oleh investor swasta asing semakin meningkat.

"Perilaku investor asing itu harus diawasi karena cenderung mengeruk keuntungan sebesar-sebesarnya untuk kepentingan asing dengan mengabaikan kemakmuran rakyat Indonesia. Ditengah arus deras masuknya investasi asing, Negara perlu memberikan pedoman pokok agar tidak membiarkan keleluasaan menggarap  sektor strategis untuk menghindari munculnya kesenjangan sosial ekonomi", ucapnya.

Bumi, air dan segala isinya yang ada di wilayah NKRI ini pemiliknya adalah rakyat Indonesia. Karena itu rakyat Indonesia lah yang pertama dan utama menikmati berkah dari bumi Indonesia.

"Kalaupun ada orang luar yang ikut serta, mereka adalah tamu dan harus tunduk pada ketentuan-ketentuan yang berlaku", pungkas legislator dari dapil Sumatera Barat 1 ini.

(apuk)

Ekonom: Pemerintah Lamban Respon Perkembangan Industri Halal


Perkembangan industri halal tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari makanan, kosmetik, obat-obatan, pariwisata hingga keuangan syariah.

Peluang ini sudah ditangkap beberapa negara Muslim tetangga seperti Malaysia untuk terus berbenah, bahkan Negara-negara yang berpenduduk minoritas muslim sekalipun seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura dan Thailand, mulai melirik industri halal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar untuk segera menjadi pusat Industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, pasar Indonesia sangat menggiurkan untuk tumbuh dan berkembangnya industri halal. Tentu kita tidak mau hanya sekedar menjadi konsumen atau penonton, melihat geliat industri halal yang dikembangkan negara lain.

Kepada tim Babarito.com, Pakar Ekonomi Islam Universitas Paramadina,, Handi Risza angkat bicara. Menurutnya, pemerintah terkesan lamban dalam menangkap peluang berkembangnya industri halal di negeri ini.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya dalam empat tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, kesiapan pemerintah dalam menangkap peluang berkembangnya industri halal di tanah air terkesan lamban, bahkan kurang memiliki inisiatif untuk menyiapkan segala perangkat guna menunjang perkembangan industri halal tanah air.", ujarnya.

Ditambahkannya, pria asal Padang ini mengatakan masih terdapat Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah yang belum dituntaskan segera. Sehingga dengan sisa waktu pemerintahan yang tinggal satu tahun, akan membuat pekerjaan berikutnya akan menjadi lebih berat.

Isu industri halal ini sudah melahirkan sebuah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Dalam UU tersebut mengamanatkan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal, dilaksanakan pada bulan oktober 2019.

"Sampai hari ini, peraturan pemerintah tentang jaminan produk halal tersebut masih belum selesai. Bahkan jika tidak bisa diselesaikan, maka dikhawatirkan penerapan UU JPH akan mundur bahkan berpotensi di amandemen.",tambah Handi Risza.

Persoalan mendasar ini belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah, sementara lembaga pendukung lainnya seperti MUI, Muhammadyah, NU dan Kampus sudah menyatakan siap mendukung pelaksanaan UU JPH.

(d)

Acara Tahunan Himatika Unand Hadirkan Peserta se-Indonesia


Pada tahun 2019 ini Pekan Seni Bermatematika(PSB) sudah 16 kali yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Andalas (Himatika Unand). PSB adalah ajang untuk menguji kemampuan para siswa SMP dan SMA di bidang matematika. Pada tahun ini peserta PSB sudah meluas hingga skala Nasional.

PSB XVI ini diangkat oleh panitia yang berasal dari mahasiswa Matematika, yang dipimpin oleh Ayu Alifah, Mahasiswa Matematika semester 7. Ayu mengatakan pada tahun ini peserta yang datang dari seluruh Indonesia berjumlah 1.154.

"Tahun ini 1.154 orang peserta ikut PSB XVI dengan peserta terjauh dari Makassar pada perlombaan Pemodelan Siswa.", kata Ayu pada tim Babarito.com

Selain itu peserta tak hanya datang dari pulau Sumatera, peserta dari Pulau Jawa pun tak mau kalah untuk ikut bertanding di acara tahunan ini.

"Untuk Pemodelan Matematika ada UNAIR  (Surabaya). Untuk perlombaan lainnya tak kalah hebatnya juga. Ada dari Bandung, Bojonegoro, Jambi, Riau, dan kota kota lainnya dalam perlombaan Seni Bermatematika dan Lomba Cepat Tepat.", tambahnya.

Bukan hanya peserta yang berasal dari luar pulau Sumatera, tapi kali ini panitia juga menghadirkan pemateri pemateri luar biasa dari Institut Teknologi Bandung(ITB) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Acara PSB XVI ini sudah dibuka dari tanggal 7 kemarin hingga 9 Februari 2019. Pada pembukaan kemarin panitia memberikan penampilan terbaiknya dan menjamu para tamu undangan serta peserta dengan tarian Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Acara ini diresmikan oleh pihak pemerintah setempat yang diwakili oleh Dinas Pendidikan kota Padang serta pihak Kampus yang diwakili oleh Wakil Rektor II Unand dan Ketua Jurusan Matematika.(d)

Peserta Tradisi Serak Gulo Meningkat, Mahyeldi: Proses Akulturasi di Padang Sangat Kuat



Tradisi keturunan muslim India, Serak Gulo (tebar gula), semakin menjadi daya tarik di Kota Padang. Tradisi ini telah menjadi kalender tahunan pariwisata Kota Padang sejak 2018 lalu. Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah peserta yang mengikuti tradisi ini sampai hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat khususnya yang dari rantau dan masyarakat Himpunan Keluarga Muhammadan (HKM) Kota Padang yang telah melaksanakan tradisi serak gulo. InsyaAllah kita dari Pemerintah Kota Padang berkomitmen akan melaksanakan tradisi serak gulo ini setiap tahun dan terus meningkatkan pelaksanaannya," kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah seusai pelaksanaan Serak Gulo, Selasa (5/2).

Ia mengatakan, pada pelaksanaan selanjutnya, Pemko Padang bersama dengan masyarakat HKM Padang akan berusaha meningkatkan, menyempurnakan, dan melibatkan diantaranya Kedutaan Besar India.

"Alhamdulillah pada hari ini, dari kedutaan besar Indonesia yang ada di New Delhi juga dapat hadir di sini," ujarnya.

Dengan kedatangan Dubes Indonesia dari India ini, sambung Mahyeldi, menunjukkan bahwa dubes juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tradisi ini.

"Alhamdulillah pelaksanaan tahun ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya," katanya.

Lebih jauh disebutkan, acara serak gulo ini sejatinya merupakan ajang silaturahmi, membangun semangat kebersamaan di antara masyarakat Muhamadan dan seluruh masyarakat Kota Padang, karena memang Kota Padang proses akulturasi dan suku-suku yang ada di Kota Padang ini sudah terjalin sangat kuat sekali.

"Sehingga proses akulturasi sangat baik di Kota Padang. Begitu juga dengan masyarakat Cina," sebutnya.

Oleh karena itu, kata Mahyeldi, kegiatan ini akan terus dipelihara, akan terus dirawat. Karena memang dengan semangat ini pula Indonesia bisa merdeka.

"Suksesnya ini juga tidak terlepas dari terlibatnya media sosial dan pihak-pihak yang membantu publikasi melalui spanduk-spanduk, dan media cetak serta televisi. Karena ini merupakan agenda rutin yang kita lakukan setiap tahunnya dan mendapatkan dukungan dari DPRD Kota Padang," sebutnya.

Untuk ke depannya, pihaknya bersama dengan masyarakat Muhamadan akan menambahkan agenda dari acara ini. Nantinya akan ada  kuliner, seni, budaya, dan ceramahnya. Sehingga ini menjadi satu paket yang lengkap dan masyarakat bisa lama menikmatinya.

"Budaya ini mahal, oleh sebab itu kita sebagai anak bangsa harus menjaga dan merawat semangat kesatuan bangsa," katanya.

Ketua Umum HKM Padang, Ali Khan Abu Bakar mengatakan, selain bentuk syukuran, acara serak gula ini juga suatu penghormatan kepada ulama. Kegiatan tradisi ini hanya ada di 3 negara di dunia yakni India, Singapura dan Indonesia yang satu-satunya hanya ada di Kota Padang.

"Ini adalah cara ulama membangun keakraban, kebersamaan, dan silahturahim antara masyarakat muslim India," ujarnya.

Sumber : Humas Kota Padang