BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label Sumbar. Show all posts
Showing posts with label Sumbar. Show all posts

PT. Bina Insani Tour, dari Rantau kembali ke Ranah Minang

Foto bersama Walikota Padang, Direksi PT. BIT, Kemenag
Kota Padang, dan Anak yatim
PADANG, BABARITO - Maraknya penipuan dan kegagalan Travel Umrah memberangkatkan jamaah di tanah air menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah dan Masyarakat di Indonesia. Masyarakat diminta jeli untuk memperhatikan persoalan izin, pengalaman, dan rasionalitas harga paket Umrah yang ditawarkan.

Begitupun jamaah di Sumatera Barat, tidak sedikit jamaah yang berpengalaman gagal berangkat karean permasalahan Biro Umrahnya. Dengan iming-iming biaya yang sangat murah, jamaah acap kali tertipu dan akhirnya gagal berangkat. Belum lagi pengetahuan jamaah yang minim tentang latar belakang Biro Travel Umrah yang mereka gunakan.

PT. Bina Insani Tour, memiliki komitmen untuk merasionalkan harga, jaminan keberangkatan, dan pelayanan ibadah jamaah. Perusahaan yang berdiri di Kota Bandung sejak 2007 ini telah berpengalaman memberangkatkan jamaah Umrah. Dengan cabang di beberapa Kota Besar, PT. Bina Insani Tour yang kini berpusat di Jakarta berhasil melayani lebih dari 2.000 jamaah tiap tahunnya.

Tahun 2019, Pemilik sekaligus Direktur Utama PT. BIT, H. Yos Meilano memutuskan untuk membuka cabang di Sumatera Barat. Sumatera Barat bukan tempat baru bagi Pria yang dikenal dengan usaha bidang perminyakan ini. Anak Rantau ini menyebutkan membuka cabang di Sumbar seperti dari Rantau pulang ke Kampung.

Pria asli Maninjau Kabupaten Agam ini lama berbisnis di luar Sumatera Barat. Yos mengembangkan bisnisnya di Jambi, Jakarta, dan Surabaya. Kali ini, lewat Usaha Biro Travel Umrah, dia kembali ke Ranah Minang.

"Dorongan saya membuat Tour & Travel Umrah dan Haji ini diawali oleh dorongan banyaknya Travel yang bermasalah. Prinsip kami, izin harus jelas, komitmen keberangkatan pasti, dan harga harus realistis. Kita perbaiki kepercayaan masyarakat agar nyaman untuk beribadah umrah," ujar Yos pada soft launching Kantor Cabang PT. BIT Sumbar di Jalan Raya Ampang.

Walikota Padang, Mahyeldi yang hadir pada pembukaan juga mengapresiasi hadirnya PT. Bina Insani Tour di Sumatera Barat. Dengan adanya Travel resmi berizin Kementerian dan telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun melayani jamaah, harapan masyarakat untuk ke Baitullah semakin besar.

"Kita juga mendorong PT. Bina Insani Tour agar mau memindahkan kantor pusatnya ke Padang nanti. Jadi jamaah dari tempat lain, Jakarta maupun wilayah Indonesia lainnya, kalau transit ya di Padang. Maskapainya saya dengan juga Garuda, jadi terbangnya dari Padang. Nanti kita siapkan Rendang bagi jamaah yang transit dan menginap di Padang minimal 1 malam sebelum berangkat menuju Jeddah atau Madinah," ujar Mahyeldi.

PT. Bina Insani Tour sendiri direncanakan akan memberangkatkan jamaah mulai Maret 2019 dengan menggunakan Maskapai Garuda Indonesia. Program terbang langsung dari Padang menuju Madinah menjadi prioritas Biro Travel ini.

(apuk)

Hingga larut malam, Hamdanus terus bergerak mendengar Aspirasi Warga Pessel

Pessel (14/1) Calon Anggota DPRD Sumbar asal PKS, Hamdanus beserta relawan terus bergerak mensosilaisaikan diri. Minggu (13/1) malam, Hamdanus berkumpul bersama Para Nelayan asal Linggo Sari Baganti, Pesisisr Selatan.

Ujang Magek, salah satu nelayan yang hadir menyampaikan harapan kepada Hamdanus agar memperjuangkan subsidi dan bantuan untuk para nelayan.

"Yang akan kami perjuangkan dan pilih untuk pemilu nanti jelas yang memiliki track record yang baik dalam memperjuangkan nasib nelayan. Hamdanus adalah salah satu tokoh muda yang sudah dikenal bertanggungjawab atas janji-janjinya. Sudah banyak memperjuangkan nasib nelayan lewat jalur yang dia miliki," ujar Ujang.

Tokoh masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu, Datuak Rajo Badaro Putih, juga berpesan agar Hamdanus dan Tim terus bergerak untuk sosialisasi sekaligus mendengar masukan dan aspirasi masyarakat pessel.

"Kami siap mendukung lahir bathin untuk kemenangan Hamdanus. Kami ingin Hamdanus memperjuangkan anggaran dan aspirasi untuk masyarakat nelayan di Pessel," terang Dt. Rajo Bandaro Putih kepada Tim Babarito.

Petemuan yang dilakukan mulai lepas Isya itu menjadi ajang perkenalan sekaligus mengumpulkan bahan program yang akan diperjuangkan di DPRD Sumbar bagi Hamdanus.

(bap)

Muhammad Taufik dengar masukan Warga Transito

Padang (18/2) Calon Anggota DPRD Sumbar, Muhammad Taufik, S.Si, MM melakukan sosialisasi di warga Lingkungan Komplek sekitar Asrama Transito Ulak Karang, Padang. Pada sosialisai, Taufik lebih banyak mendengarkan masukan dari warga.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Jonifer mengapresiasi kunjungan Taufik. Menurutnya, sebagai orang Padang yang sudah aktif di kancah Politik Nasional, Taufik pasti memiliki jaringan Nasional yang bisa membantu pembangunan di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

"Kami apresiasi Pak Taufik yang mau datang dan mendengar aspirasi kami. Kami berharap nantinya bisa membawa masukan kami untuk pembangunan sarana dan prasarana lingkungan di sini," ujar Tokoh alumni Fakultas Hukum ini.

Muhammad Taufik senang dengan sambutan warga yang hangat terhadapnya. Ia mengaku akan membawa masukan ini sebagai salah satu fokus programnya bila terpilih nanti mewakili warga Padang di DPRD Sumbar.

"Saya berharap kebersamaan warga bisa terjalin terus. Kebersamaan ini menjadi kunci untuk membangun daerah. Saya juga apresiasi warga lingkungan ini sangat kompak. Hendaknya memang, sesuai filosofi orang minang, saciok bak ayam sadanciang bak basi, kompak dan sejalan kita dalam kehidupan," ujar Taufik pada pertemuan itu.

Taufik juga berharap, ke depan ada sinergisitas antara Tokoh Masyarakat, Cadiak Pandai, Alim Ulama, dan Bundo Kanduang untuk memecahkan persoalan yang ada.

(bap)

Hamdanus panaskan mesin Relawan Kecamatan Linggo Sari Baganti

Pessel (14/12) Calon Anggota DPRD Sumbar dari PKS nomor urut 2 Hamdanus melakukan pertemuan dengan simpul Relawan se-Kecamatan Linggo Sari Baganti. Pada pertemuan itu, Hamdanus memaparkan visi dan misi singkatnya untuk Pembangunan Pessel ke depan bila terpilih menjadi Anggota DPRD Sumbar mewakili Pessel dan Kep. Mentawai.

Pertemuan yang dihadiri oleh beberapa Tokoh Masyarakat dan Pemuda Linggo sari Baganti itu dilaksanakan di Cafe Bombaru, Air Haji. Selainmenyampaikan Visi Misinya, Hamdanus juga mendengar masukan dari Relawan dan Tokoh yang hadir.

Tokoh Masyarakat Linggo Sari Baganti, Zulkifi mengharapkan Hamdanus bisa membawa masukan yang diberikan ke Gedung Dewan nantinya. Sebagai anak muda, Zulkifli yakin Hamdanus memiliki energi yang besar untuk mengusahakan aspirasi masyarakat Pessel khususnya Kecamatan Linggo Sari Baganti. Selain itu, Zulkifli mengajak seluruh simpul Relawan untuk bisa menggerakkan Relawan yang ada agar bergerak maksimal dalam pemenangan Hamdanus.

Dalam penyampaiannya, dalam Visi Misinya, Hamdanus menitikberatkan persoalan Ekonomi. Hamdanus melihat, ada potensi besar untuk pemberdayaan Ekonomi masyarakat di Kecamatan Linggo Sari Baganti.

"Kita akan coba petakan nanti bagaimana potensi pemberdayaan Ekonomi. Dengan pemetaan yang lebih baik, tentu potensi ini akan tepat sasaran. Sebelum maju jadi Dewan, saya sudah biasa untuk mengupayakan bantuan-bantuan terutama bidang Ekonomi, insya Allah kalau sudah duduk, makin besar peluang untuk perjuangkan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat," ujar Ketua DPP IKPS Bidang Pemuda dan Olahraga ini kepada Tim Babarito.

(bap)

Dari Garin Masjid sampai Ke Parlemen, HRS tetap dengar Curhat Emak-emak

Padang (15/12) Anggota DPRD Sumbar Fraksi PKS, H. Rahmat Saleh (HRS) tampaknya sudah akrab dengan Kaum Ibu. Pria yang semasa Kuliahnya menjadi Garin Masjid ini sudah terbiasa mendengarkan cerita dan curhat ibu-ibu jama'ah di Masjidnya dulu.

Sebelum menjadi Anggota DPRD Sumbar, pria yang akrab dengan kelompok Tani dan Kelompok Nelayan ini juga banyak menerima masukan dari Keluarga Petani dan Nelayan Kota Padang terutama Kaum Ibu. Dia juga menjadi staf Mahyledi, Walikota Padang yang kala itu masih sebagai Wakil Walikota.

Ketika 2014 masuk ke Gedung Dewan Bagonjong DPRD Sumbar, aktivitas mendengar curhat tadi tetap rutin dilakukan. Menurutnya, itu adalah salah satu sarana bagi dirinya untuk memahami apa masalah yang ada di masyarakat.

Begitupun pada Jum'at (7/12) yang lalu, HRS mengunjungi Kelompok Arisan Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Taruko Sepakat. Tuan rumah, Syamsiar mengaku sudah banyak program yang KWT lakukan, tapi masih banyak kendala yang dihadapi.

"Kami terkendala ide pengembangan, lalu kami juga tidak tahu ini jalan untuk memfasilitasi keinginan dan harapan ibu-ibu di sini," curhat Syamsiar kepada HRS

Menanggapi curhat Syamsiar, HRS menyebutkan ide program untuk dilaksanakan oleh KWT. Pemuda yang pernah menjadi Pimpinan Komisi II DPRD Sumbar ini ingin melakukan pemetaan terhadap potensi wilayah dan anggota KWT.

"Ibu-ibu, untuk tahap awal saya butuh data terkait kondisi ekonomi, skill, dan potensi wilayah garapan ibu-ibu. Kemudian kita akan coba rembukkan, apa kira-kira produk atau hal yang menjadi unggulan kita nanti di daerah Taruko ini. Baru kita susun Draft Profram dan Advokasi Program Pemerintah yang bisa kita akses," jelas HRS kepada Ibu-ibu KWT yang hadir.

(apuk)

Rumah Sandiuno Indonesia Pessel jadikan Hamdanus sebagai Pembina


Pessel (13/12) Jelang pemilihan Presiden 2019, calon dan tim pemenangan mulai bergerak ke masyarakat luas. Begitu pula dengan Relawan dan Fans dari masing-masing Calon. Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, memiliki basis Relawan dan Fans yang cukup luas. Dengan tampang yang ganteng dan pendidikan tinggi, tentu saja pengusaha satu ini mampu menjadi Magnet bagi masyarakat luas.

Salah satu Kelompok Relawan Sandi Uno menamakan diri mereka Rumah Sandiuno Indonesia (RSI). RSI ini secara nasional sudah berdiri sejak beberapa bulan yang lalu, disusul dengan deklarasi di berbagai tempat. RSI berdiri sebagai wadah berkumpulnya para relawan dan fans Sandi Uno untuk mensukseskan Bang Sandi menjadi Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.

RSI Pessel sendiri mulai bergerak aktif dari beberapa bulan yang lalu, namun belum dideklarasikan. Menurut Ketua RSI Pessel, Aziarti Aziz hal deklrasi tinggal menunggu jadwal dari Sandiaga S. Uno untuk ke Pesisir Selatan. Aziarti juga menyebutkan RSI Pessel ini bisa menjadi wadah anak muda yang ingin menjadi Sahabat Sandi Uno di daerah.

RSI Pessel juga memilih Tokoh Muda Sumbar, Hamdanus untuk menjadi Penasehat RSI. Pemilihan Hamdanus karena keaktifan Hamdanus sebagai Ikon Tokoh Muda Pessel yang telah berkiprah di kancah Sumatera Barat maupun Nasional.

"Bang Hamdanus ini punya tipikal mirip Bang Sandi. Sama-sama muda, sama-sama Gagah, pengusaha. Dan yang paling penting, keduanya sama-sama mau berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang Adil dan Makmur," ujar Aziarti tentang Hamdanus yang merupakan Ketua DPP Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) bidang Pemuda dan olahraga.

(bap)

Handi Risza Berikan Buku Untuk Anak - Anak Desa Baringin

Salah satu tokoh Sumatra Barat Dr. Handi Risza Idris, M. Econ memberikan bantuan buku bacaan untuk anak anak desa Baringin kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang pada ahad (9/12). 

Bantuan tersebut diberikan lansung melalui komunitas Lentera Juara yang membina dan menginisiasi rumah baca didesa Baringin tersebut.

"Cara mengentaskan kemiskinan hanyalah dengan pendidikan, kita harus bantu untuk pendidikan mereka biar cerdas, sedari kecil harus semangat membaca dan belajar, semoga buku ini bermanfaat dan menambah semangat kawan-kawan lentera juara untuk terus berkontribusi di desa ini,". ucap Handi.

"Alhamdulillah kami mengucapkan terimakasih banyak kepada donatur bang handi. Buku-buku di ruang baca bertambah. Semoga semangat adik-adik utk membaca juga bertambah," balas Yulia Rahmi, Mahasiswa Kebidanan Unand yang sekaligus menjadi ketua komunitas Lentera Juara.

t.a

4 Bulan jelang Pemilihan, mesin Relawan Pemenangan mulai dipanaskan

Padang (09/12) 4 Bulan jelang pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden 2019, suasana semakin ramai. Dari mulai kampanye digital sampai alat peraga kampanye konvensional makin banyak terlihat.

Alat Peraga Kampanye (APK) konvensional semacam spanduk, baliho, dan lainnya masih menjadi channel promosi yang paling efektif bagi calon untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat. Selain itu, tentu saja peran Relawan menjadi sangat penting, dengan luasnya wilayah daerah pemilihan yang harus dijangkau calon.

Relawan pemenangan dibutuhkan untuk mempromosikan calon, menggaet pemilih, dan menjaga suara calon pada proses pemilihan umum berlangsung nantinya. Relawan ini juga berfungsi untuk pemasangan Alat Peraga Kampanye ke seluruh wilayah di dapil.

Dari pantauan Tim Babarito, bukan hanya Calon Presiden dan Partai saja yang mulai memanaskan mesin relawan. Beberapa calon Anggota DPD RI untuk dapil Sumatera Barat mulai gencar melakukan sosialisasi dan pembentukan relawan.

Sosilisasi Clon Anggota DPD RI Muslim M Yatim di Tua Pejat,
Kab. Kepulauan Mentawai
Untuk Sosialisasi, para Calon banyak yang menggunakan latar belakang masing-masing. APK dan kegiatan yang dibuat pun disesuaikan dengan isu utama yang dibawa. Sebut saja Tukiman yang di beberapa APK-nya menyebutkan Anak Petani dan Sumando Urang Solok. Atau Ramal Saleh yang merupakan Ketua Kadin Sumbar yang giat melakukan acara seminar dan kegiatan kewirausahaan.

Begitupun dengan Muslim Yatim, calon Anggota DPD RI nomor urut 37 ini juga mensosialisakan dirinya yang sangat akrab dengan Dunia Pendidikan serta Entrepreneurship ini. Mantan Dosen yang sudah banyak terlibat dalam Yayasan Pendidikan dan Perusahaan bisnis ini juga kerap memberikan motivasi sukses Pendidikan dan Bisnis di kalngan relawan maupun masyarakt umum.

Dari pantauan Tim Babarito, hingga Sabtu (08/12) malam relawan Muslim Yatim sudah mulai pergerak di seluruh Sumatera Barat. APK dan sosialisai Muslim Yatim pun sudah dilakukan dari mulai Dharmasyara di timur sampai Mentawai di Barat Sumbar.

(bap)

Masjid Markaz Al-Ihsan, pusat belajar Qur'an baru KPGD Solok Selatan

Solok Selatan (01/12) Harapan masyarakat Jorong Sawah kareh, Nagari Pakan Rabaa Tengah kec. Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), kab.  Solok Selatan sudah lama menantikan adanya Masjid yang memadai untuk masyarakat. Adanya bantuan Masjid dari World Assembly Moslem Youth (WAMY) membuat harapan itu terwujud.

Sabtu siang, kehadiran tamu undangan dari Rombongan WAMY sudah dinantikan masyarakat dan stakeholder. Turut menghadiri peresmian Masjid Markaz Al-Ihsan dari Unsur Pemerintahan Sekda Solok Selatan Ir. Yulian Evi, dan Kapolres Solok Selatan, Tokoh Agama Ustadz H. Beni Nugraha, Lc. dan Tokoh Masyarakat Nurfirmanwansyah.

Sekretaris Daerah Kab. Solok Selatan, Yulian Evi dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Donatur dan pengurus WAMY yang telah membangun Masjid berukuran 12x12 beserta ruang belajar Qur'an di wilayahnya.

"Kita berterimakasih kepada WAMY, sudah dua tempat yang dibantu, selain sekarang di kecamatan KPGD, ada pula di kecamtan Sangir. Kita berharap nanti ke depan, ada bantuan lagi Masjid dan sarana belajar Al-Qur'an untuk masyarakat," ujar Sekda.

Tokoh Masyarakat Solok Selatan, Nurfirmawansyah yang juga pembina Yayasan Marhaman tempat didirikannya Masjid juga beryukur akhirnya di tempat mereka memiliki Masjid yang representatif untuk ibadah para jamaah. Mantan Wakil Bupati Solok Selatan ini juga menceritakan menurut info yang dia dapat, WAMY sumbar beserta Rombongan WAMY internasional juga telah melakukan Survey ke tiga titik di solok selatan untuk pembangunan Masjid berikutnya.

Hal ini dibenarkan oleh perwakilan WAMY Sumbar, Faridansyah. Farid mengaku sudah menerima proposal ketiga lokasi tersebut. Dan ia akan menindaklanjuti untuk diajukan ke WAMY Pusat.

"Kita berharap, masjid yang ada dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kita ingin masjid ini dimakmurkan dengan kegiatan-kegiatan keislaman dan masyarakat, sesuai dengan harapan Donatur tentunya. Untuk Proposal yang diajukan berikutnya, akan kami upayakan mencarikan Donatur untuk membangunnya," ujar Faridansyah.

Acara peresmian sendiri berlangsung meriah, Rombongan WAMY Internasional, Syaikh Dayooh dan kolega pun disambut dengan bacaan hafalan Qur'an anak-anak warga sekitar Masjid.

(apuk)

60 Unit Alsintan hasil Dana Pokir Hermanto dibagikan Dinas Pertanian Sijunjung

Sijunjung (03/12) Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung mengundang 60 Kelompok Tani untuk serah terima Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Alsintan ini adalah bantuan dari Dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPR RI Komisi IV DR Hermanto.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Ir. Ronaldi mengaku sangat berterimakasih atas perhatian Hermanto kepada Petani di Kabupatennya. Ronaldi juga menjelaskan ada 60 unit Alsintan yang diberikan pada pertemuan itu.

"Kami bersyukur kali ini dapat bantuan 60 Unit Alsintan, ada Mesin traktor besar Roda 4, Traktor roda 2, Alat Tanam Padi, Pompa Air, Mesin Cultivator, dan Hand Sprayer otomatis. Kami berharap petani bisa memanfaatkannya dengan baik," ujar Ronaldi.

Pada sambutannya, Hermanto menyebutkan urusan pertanian adalah urusan strategis. Karena itulah, negara berkewajiban memberikan porsi bantuan untuk sektor pertanian.

"Negara memandang penting untuk melakukan Modernisasi Alsintan. Kita tidak mungkin lagi bertani secara tradisional. Mengolah lahan 1 Ha dengan cangkul butuh waktu yang lama, produksi jadi lambat. Di sisi lain, pertumbuhan penduduk cepat. jadi tidak mungkin Indonesia bisa memenuhi kebutiuhan pangan sendiri bila pengolahan tanah dengan cangkul," ujar Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil 1 Sumbar ini.

Hermanto juga menyebutkan, ke depan, rancang bangun Pertanian Indonesia akan berbasis Teknologi. Ke depan, marwah petani akan lebih tinggi dibanding pekerja sektor lain.

(bap)

Relawan Muslim Yatim mulai bergerak masif

Padang (04/12) Malam sudah menjelang, Posko MY37 milik Relawan calon Anggota DPD RI Dapil Sumbar masih saja ramai.  Posko yang berada di Jl. Pinang Sori I, Air Tawar Timur ini menjadi tempat bertemunya orang-orang yang selama ini sudah merasakan buah tangan kinerja Muslim Yatim. Terlihat beberapa orang masyarakat mengajukan diri untuk menjadi relawan, dan meminta agar Alat Peraga Kampanye Muslim Yatim bisa dipasang dekat lokasi tempat tinggal mereka.

Salah satu anggota relawan, Zikri menyebutkan ada spanduk yang kecil-kecil dipasang sendiri oleh warga yang mendaftar jadi relawan. Ada pula alat peraga kampanye lain yang besar, diantarkan dengan mobil operasional ke lokasi pemasangan yang diinginkan relawan.

"Relawan datang, dan memberikan tawaran bantuan tanpa pamrih. Kami sangat terkejut, mereka rata-rata mengenal Buya Muslim Yatim dari Kegiatan Sosial dan Bisnis Buya selama ini. Respon masyarakat sangat postif, kita berharap ini bisa menjadi dorongan bagi Buya untuk menyiapkan program Pro Rakyat ketika duduk di DPD RI nanti," ujar Zikri.

Dari wawancara yang dilakukan, menurut Zikri pemasangan APK oleh relawan di Kota Padang cukup masif. Bahkan sampai malam hari, masih ada Relawan yang datang untuk mengambil dan memasang APK.

Menurut pantauan Tim Babarito dalam 2 hari terakhir, APK Muslim Yatim 37 sudah terpasang di beberapa titik di Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji. Beberapa titik baru yang terpantau berlokasi di Dadok Tunggul Hitam, Perumahan Belimbing, dan Jalan By Pass.

(bap)

Hermanto: Menurut UU, Presiden dan Wakil Presiden Harus WNI

Padang (04/12) Kelurahan Air Tawar Timur mengundang Anggota MPR RI Hermanto untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar kepada masyarakat yang didominasi generasi muda. Kegiatan yang diadakan Selasa siang di Gedung Serba Guna Kelurahan Air Tawar Timur ini dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Ketua RW, dan Lurah ATT Beny Armen.

Lurah Air Tawar Timur, Beny Armen mengatakan dia mengundang Anggota MPR RI Hermanto karena ada permintaan dari masyarakat. Masyarakat meminta pembekalan 4 pilar karena melihat persoalan banyaknya generasi muda yang tidak paham tentang 4 pilar kebangsaan pada tes CPNS yang dilakukan beberapa bulan lalu.

"Sebagai pemerintah Kelurahan, kami tentu saja menyambut gembira Pak Hermanto bisa memberikan penyuluhan di sini. Kami berharap dengan pembekalan ini bisa memahamkan masyarakat tentang pentingnya 4 Pilar kebangsaan kita," ujar Beny ketika diwawancarai Tim Babarito.

Pemateri 4 Pilar, Hermanto menjelaskan 4 Pilar dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Kegiatan diawali dengan penjelasan dasar hukum Sosialisi 4 Pilar.

"Dasar Hukum Sosialisasi ada di UU Nomor 17 Tahun 2014 junto UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 huruf c. Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf c. Lalu, Inpres No.6 Tahun 2005 tentang Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Sosialisasi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR," terang Hermanto.

Pada kesempatan itu, Hermanto juga menjelaskan terkait proses lahirnya Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa Indonesia secara resmi berdiri setelah adanya Sumpah Pemuda, di mana perjuangan anak Bangsa yang awalnya terpisah di daerah-daerah disatukan menjadi perjuangan Bangsa Indonesia.

"Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri secara resmi dengan Proklamasi. Dengan Proklamasi, Bangsa Indonesia memiliki Negara yang merdeka, Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hermanto sembari mengajak peserta untuk menyanyikan Lagu Nasional Hari Kemerdekaan.

Hermanto juga menjelaskan bagaimana perang Orang Minang dalam meletakkan dasar negara Indonesia Pancasila. Diawali dengan terbentuknya Panitia 8 kemudian berubah menjadi panitia 9, di mana dalam kedua tim itu terdapat tiga orang yang berasal dari Minangkabau. Lalu dalam rapat panitia 9 dirumuskan Pancasila yang berasal dari Piagam Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1945.

Di akhir kegiatan, salah satu peserta, Dedi yang berasal dari RW 01 menanyakan terkait Pasal 6  (1) UUD NRI tentang Presiden dan Wakil Presiden, dikaitkan dengan Pasal 8 dan 28.

"Bagaimana bila ternyata wakil presidennya bukan WNI, lalu Presiden berhalangan penuh dalam menjalankan pemerintahan, apakah Wapres yang bukan WNI ini boleh jadi Presiden?" tanya Dedi.

Hermanto menjelaskan untuk membaca UUD Negara Republik Indonesia, harus melihat kaitan antar pasal yang ada.  Di mana pasal yang awal menjadi rujukan pasal-pasal berikutnya. Dengan begitu, dari tiga pasal yang disebutkan, maka Pasal 6 (1) yang menjadi rujukan tentang Presiden dan Wakil Presiden.

"Dari UUD Negara Republik Indonesia 1945 jelas bahwa Pasal 6 (1) menyebutkan, Presiden dan Wakil Presiden harus Warga Negara Indonesia. Jadi logikanya tidak mungkin ada yang bukan WNI  jadi Wakil Presiden," jawab Hermanto.

Kegiatan dengan peserta 150 orang dari 3 RW di Kelurahan Air Tawar Timur ini ditutup dengan Doa. Petugas Doa membacakan Doa untuk keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(apuk)

Hermanto tinjau Pertanian dan Pasar Ternak di Kabupaten Solok

Kab. Solok (03/12) Dalam Rangkaian Kunjungan ke Dapilnya, Anggota DPR RI Komisi IV, Hermanto mengunjungi beberapa tempat di Kabupaten Solok. Sesuai tugas utamanya di Komisi IV dengan runag lingkup di bidang pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan, Hermanto mengunjungi Kelompok Tani di Gunung Talang lalu mengunjungi Pasar Ternak di Muaro Paneh, Kabupaten Solok.

Dalam kunjungannya ke Gunung Talang, Hermanto memantau lahan pertanian Bawang Putih milik Kelompok Tani Anugrah Tani Mandiri di Jorong Koto Baruh, Nagari Aia Batumbuk, Kec. Gunung Talang. Hermanto memantau realisasi Program Kewajiban Importir untuk menanam 5% bawang putih yang diimpornya.

Ketua Poktan Anugrah Tani Mandiri, Boby Hardo bersyukur realisasi program ini bisa diarahkan ke kelompok taninya. Boby juga menyebutkan perhatian Hermanto di dunia pertanian sangat besar, dengan realisasi Program Importir Bawang Putih ini, bisa meningkatkan semangat dan produktivitas anggota kelompok taninya.

Setelah mengunjungi lahan pertanian di Gunung Talang, rombongan Hermanto langsung berangkat menuju Pasar Ternak di Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi. Kunjungan Hermanto ke Pasar Ternak untuk melihat kondisi pasar, ternak, dan transaksi yang ada di Pasar Ternak.

Hermanto berharap dalam kunjungannya kali ini menambah input untuk penajaman Program Pemerintah tahun 2019.

(bap)

Inspirasi perjuangan membuka jalan Bukik Rumpik Limau Manis

Padang (01/12) Jalan Rumpik Kanagarian Limau Manis, kecamatan Pauh, Kota Padang sebelum tahun 2015 hanyalah tanah yang tertutup semak belukar. Kawasan perbukitan ini tidak dapat dilalui oleh pejalan kaki.

Tokong Masyarakat, Arif dt Rajo Intan menyebutkan awalnya dulu jalan menuju Ladang mereka di Mudik Aia hanya jalan setapak. Namun dengan jalur jalan setapak itu cukup jauh.

"Barulah di akhir 2015 kami anak nagari limau manih bersepakat untuk membuat jalan baru. Kami bangun awalnya untuk menembus jalan saja, dengan dana 200 juta. Dana ini kami peroleh melalui aspirasi lewat Pak rahmat Saleh wakil kami di DPRD Sumbar. Setelah jalan tembus, kami bersyukur bisa lebih mudah menuju ke ladang," ujar Arif.

Anggota DPRD Sumbar Dapil Kota Padang, Rahmat Saleh membenarkan apa yang disampaikan Arif dt Rajo Intan. Menurut Rahmat, awalnya bersepakat dengan warga untuk menembus jalur membersihkan jalan menuju ladang mereka di Mudiak Aia. Jalan layak dilalui pejalan kaki di tahun 2016.

"Namun jalan baru ini masih menyimpan masalah, bila hari hujan, jalan akan berlumpur. Kalau sudah berlumpur, masyarakat sulit juga melewati jalur ini," ujar Rahmat.

Namun hasil tak pernah mengkhianati usaha, tahun 2017 ada Proyek Pemerintah untuk membangun check dump penangkal Galodo di wilayah Limau Manis. PT. PP dan Balai Sungai pun melakukan survey lokasi di kawasan Limau Manis.

"Melihat sudah adanya jalan rintisan yang kita buat, PT. PP dan Balai Sungai menyepakati jalur tersebut untuk menjali jalan utama menuju Lokasi Proyek. Ini berkah yang luar biasa menurut saya, hasil dari Usaha, Do'a, dan berserah diri kepada Allah dari masyarakat Limau Manis," cerita Mantan Gharin Masjid di Limau Manis ini.

Kini jalan Bukik Rumpik sampik menuju Mudik aia tidak lagi "sampik", jalan igtu sudah menjadi jalan kelas 1, dengan beton tebal dan lebar mengelilingi Bukik. Lokasi di perbukitan membuat jalur ini bukan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat petani Limau Manih, tapi juga masyarakat yang ingin berolahraga sepeda maupun jogging. Jalan dengan multi manfaat ini menjadi saksi kesungguhan dan gotong royong masyarakat Limau Manis.

(bap)

Hermanto : Pancasila dasar Negara yang menyatukan segala perbedaan

Padang (01/12), Anggota MPR RI Fraksi PKS, Hermanto kembali sosialisasikan 4 Pilar kebangsaan di Masyarakat. Sabtu siang. Hermanto mengadakan kegiatan sosialisasi di Rawang, Padang Selatan, Kota Padang. Kegiatan yang dihadiri 150 orang peserta ini menghadirkan masyarakat sekitar Kecamatan Padang Selatan.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Risko kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat nasionalisme yang ada di masyarakat. Di mana dengan nasionalisme ini juga akan memperkuat persatuan NKRI. Risko juga menyebutkan acara sosialisasi ini bisa mempererat silaturahmi antara masyarakat dan wakilnya di MPR RI.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Risko, Tokoh Masyarakat Kota Padang yang turut hadir, Gustami juga berpendapat sama. Gustami menyebutkan sosialisasi 4 Pilar ini penting karena adanya potensi perpecahan yang dibuat oleh orang luar.

"Negara Indonesia ini memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar, kalau kita bersatu, kuat, potensi itu akan penuh manfaat bagi masyarakat. Sekarang ini, ada yang menghembus-hembuskan perpecahan, mereka ingin mencaplok kekayaan Republik ini," terang Gustami.

Dalam penyampaiannya, Hermanto menjelaskan adanya tantangan kebangsaan Indonesia dari luar. Adanya pengaruh globalisasi dan makin kuatnya intensitas intervensi kepentingan kapitalis yang memiliki kekuatan Global, Kedua hal ini bisa mempengaruhi perumusan kebijakan Nasional.

"Untuk itulah, kita belajar kembali sejarah Bangsa ini, sejarah Pancasila dan UUD 1945. Dengan begitu kita paham, bahwa nasionalisme itu penting bagi kita, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kita," terang Hermanto.

Hermanto juga menjelaskan dengan 17.528 pulau, ribuan suku Bangsa, dan ribuan bahasa besar potensi untuk berpecah, Namun sejarah membuktikan, lewat Sumpah Pemuda Bangsa Indonesia bersatu.

"Sejarah juga membuktikan perumusan Pancasila telah melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi ide dasar negara oleh Ir Sukarno di Pembukaan Sidang BPUPKI, lalu hasil rumusan Panitia 9, dan akhirnya 18 Agustus pada sidang PPKI terwujudlah Pancasila yang menjadi nilai dasar pemersatu Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Pria asal Kurai Taji, Padang Pariaman ini.

Pada akhir presentasinya, Hermanto menyebutkan Amandemen UUD 1945 pasca reformasi semakin memperkuat kedaulatan Rakyat untuk memilih langsung siapa yang berhak memimpin. Rakyat bisa secara langsung menentukan wakilnya, siapa pula yang akan memimpin mereka dari tingkat pusat sampai daerah.

"Semangat demokrasi pasca reformasi ini harus kita manfaatkan untuk mencari pemimpin yang tepat untuk melayani, menjadi teladan kita," tutupnya.

(apuk)


Calon DPD RI, Muslim M Yatim dukung pengembangan Kesenian Randai

Pasaman (28/11), Kelompok Kesenian Randai Saudara Serumpun Jorong Musus Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman berangkat menuju Nagari Padang Laweh Kabupaten Agam untuk menghadiri acara silaturahmi antar Kelompok Kesenian Randai Ranah Minang. Kelompok Kesenian Randai (KKR) Saudara Serumpun berangkat dengan menggunakan Bus sewaan selasa pagi.

Ketua KKR Saudara Serumpun, Suharman menyebutkan dengan silaturahmi ini, kesenian randai bisa semakin dihidupkan, sebagai bagian dari kesenian asli Ranah Minang. Dia juga berharap bisa menambah pengalaman dari kelompok lain untuk mengembangkan kesenian randai di Ganggo Hilia nantinya.

Pelepasan rombongan dilakukan secara simbolik oleh ninik mamak dan tokoh adat di Nagari Ganggo Hilia. Tokoh Masyarakat Nagari Ganggo Hilia, H. Ismail Tuanku Jalelo dalam sambutannya berharap silaturahmi kali ini memberikan efek positif bagi pengembangan adat budaya minang di Kecamatan Bonjol, khususnya di Nagari Ganggo Hilia.

"Kami berharap acara kali ini membawa efek positif. Kami juga berterimakasih pada Calon Anggota DPD RI, Muslim M Yatim. Buya Muslim sudah banyak memperhatikan perkembangan Nagari kami," ujar Ismail.

Selain itu, Tokoh Agama di Nagari Ganggo Hilia, Abdul Kadir juga hadir di pelepasan. Abdul Kadir yang juga pengurus Masjid di Jorong Musus ini juga menyebutkan bagaimana peran Buya Muslim Yatim dalam pengembangan Nagari Ganggo Hilia. Abdul menjelaskan, selain perhatian pada sarana prasarna, Buya Muslim juga banyak memperhatikan kegiatan Adat, Kesenian, dan kegiatan keislaman di tempatnya.

Relawan Buya Muslim juga, Zulfadli menyebutkan keberangkatan Rombongan KKR Saudara Serumpun ini didukung oleh Buya Muslim. Dia mengatakan menurut Buya Muslim kegiatan ini akan memberikan dampak postif bagi pelestarian adat budaya di Kecamatan Bonjol.

(bap)

Update Klasemen Porprov Sumbar ke-XV

Padang Pariaman (27/11),  Hingga hari ke-8 helatan Pekan Olah Raga Provinsi Sumbar, Juara bertahan unggul jauh dalam perolehan medali. Hingga saat ini, Kota Padang sudah meraik 113 Emas, 61 Perak, dan 84 Perunggu. Tuan rumah Padang Pariaman menyusul dengan raihan 73 Emas, 66 perak, dan 84 perunggu.

Kota Bukittinggi yang berada di peringkat ke lima memiliki keunggulan jumlah medali dari peringkat tiga Kab. 50 Kota, dan peringkat empat Kabupaten Solok. Namun sayang, dengan 38 medali Emas, Bukittinggi kalah dari 50 Kota yang punya 43 emas, serta Kab. Solok dengan 42 emasnya.

Untuk posisi juru kunci masih dipegang oleh Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kabupaten yang berada di barat pulau sumatera ini belum mendapat satu medali pun pada ajang porprov ke-XV ini.

(bap)

Muslim Yatim : Memperingati Hari Guru, memperjuangkan Kesejahteraan Guru

Padang (27/11) Hari Guru Nasional memang telah berlalu. Guru, sudah ada untuk mencerdaskan anak Bangsa ini sebelum bangsa Indonesia menjadi sebuah negara, bahkan Bangsa yang bersatu dalam Bangsa Indonesia.

Gerakan-gerakan yang lahir untuk memberikan pendidikan kepada anak Bangsa secara umum sudah dimulai dari Boedi Oetomo, Muhmmadiyah, Nahdhatul Ulama, dan oragnisasi anak bangsa lainnya. Sebelum adanya gerakan-gerakan itu, pendidikan hanya mnejadi hak bagi kaum tertentu saja, tidak menyentuh semua kalangan.

Pendidikan yang menyentuh seluruh masyrakat ini tentunya berawal dari tekad kuat dari guru-guru yang ada. Tantangan para guru ketika itu tidaklah mudah, mulai dari ketidaklaziman untuk mengajarkan ilmu-ilmu dasar (baca tulis dan berhitung) kepada seluruh masyarakat, sampai tadi tekanan penjajah yang sangat kuat.

Calon Anggota DPD RI, Muslim Yatim menyebutkan Guru adalah sumber inspirasi kehidupan bangi anak bangsa kita. Menurutnya, tak ada satupun manusia yang bisa mencapai kesuksesan tanpa kontribusi guru.

"Bagi saya, guru itu ibaratkan cahaya kilau mutiara, dari lautan dalam gelap, ia memantulkan cahaya yang indah. Guru memberikan inspirasi bagi generasi bangsa ini untuk mencapai impian demi impian," ujar salah satu Tokoh Pendidikan di Sumatera Barat ini.

Dia juga menjelaskan bagaimana dulunya dia hanya anak kampung yang besar di daerah terpencil kepulauan Natuna. Namun lewat inspirasi dari guru-gurunya, ia merantau dan terus mengembangkan ilmu pengetahuannya.

"Saya bisa seperti ini ya karena Guru saya. Alhamdulillah berkat inspirasi dan motivasi dari guru-guru saya, saya bisa berkuliah di Arab Saudi, lalu pulang mendirikan beberapa Sekolah Islam Terpadu," ujat pria yang juga aktif sebagai dosen di beberapa PGTK dan PGTQ di Sumbar ini.

Muslim juga menjelaskan, selain merayakan hari guru, dia bertekad untuk selalu memperjuangkan kesejahteraan guru. Baik lewat jabatannya sekarang sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, maupun perannya sebagai Senator DPD RI dari Sumbar bila terpilih nantinya.

(bap)

TPQ: Sarana Pembekalan Generasi Qur'ani

Padang (25/11), Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) menjadi sekolah non formal yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang beberapa tahun terakhir. Bagaimana tidak, banyak sekali kegiatan Bagian Kesra Pemko Padang untuk TPQ ini. Dari mulai peningkatan kualitas tenaga pengajar, peningkatan kualitas mutu TPQ, standarisasi Kurikulum, dan bantuan sarana prasarana kerap dilakukan. Untuk memacu semangan murid TPQ diadakan pula lomba tahfizh, lomba tilawah, cerdas cermat dari tingkat kecamatan sampai Kota. Begitupun untuk peningkatan kualitas, diadakan kunjungan rutin, perlombaan TPQ terbaik, akreditasi Guru TPQ dan penambahan Honor Guru.

Hal ini tentu saja bukan tanpa tujuan. Penanaman nilai-nilai keagamaan sejak ini dibutuhkan untuk memperkuat saringan generasi penerus di era globalisasi. Desarnya arus informasi yang tidak bisa dibendung membuat para orang tua harus betul-betul memfilter mana yang baik dan mana yang buruk.

Hal ini senada dengan pendapat Anggota Komisi V DPRD Sumbar yang membidangi pendidikan, Rahmat Saleh. Rahmat Saleh (HRS) sangat fokus dalam masalah pembinaan Generasi Muda dan Keagamaan ini, tak sedikit Programnya diarahkan ke sana. HRS menyebutkan TPQ ini dapat menghadirkan Generasi Qur'ani. Generasi Qur'ani di sini maksudnya Generasi yang dekat dengan nilai-nilai Al-Qur'an.

"Lewat TPQ ini nanti anak-anak ditanamkan nilai Qur'ani sejak dini. Dengan hafalan dan pemahaman yang benar tentang agama, insya Allah mereka memiliki bekal filter yang kuat dalam menyaring mana yang baik dan benar untuk kemaslahatan mereka," ujar Rahmat dalam sebuah acara di TPQ Yayasan Rabbani Jundullah, Rawang, Padang Selatan.

Sejalan dengan yang disampaikan HRS, Mubalighah sekaligus pengelola TPQ, Ustadzah Nani juga menegaskan pentingnya peran TPQ saat ini. Dia menyebutkan dengan perhatian Pemerintah saat ini, TPQ betul-betul memainkan peran penting dalam membentuk Generasi Muda yang Qur'ani.

"Saya senang, Pemko Padang sangat perhatian. Meski masih banyak yang harus kita benahi, tapi perbaikan selalu diberikan. Saya juga berterimakasih atas dukungan Pak Rahmat Saleh ini. Beliau sangat memperhatikan keberlangsungan Pendidikan Karakter untuk generasi muda, dari usia dini," tutup Nani setelah menyerahkan hadiah Lomba Gebyar Maulid Nabi bersama Rahmat Saleh.

(apuk)

Porprov Sumbar, Kota Padang Kokoh di Puncak Klasemen

Padang Pariaman (24/11) Dominasi Juara Bertahan Pekan Olah Raga Provinsi Sumbar, masih belum tergoyahkan. Hingga hari kelima Porprov setelah dibuka secara resmi, Padang masih unggul dengan Perolehan total 132 medali, dengan 68 Emas, 34 Perak, dan 30 Perunggu.
Peringkat kedua masih dipegang oleh tuan rumah, Padang Pariaman dengan perolehan 121 medali, yang terdiri dari 40 Emas, 38 Perak dan 43 Perunggu. Pertarungan memperebutkan posisi 3 masih cukup ketat dengan Limapuluh Kota berada di posisi 3 sementara dengan raihan 75 medali, posisi 4 Kabupaten Solok dengan 70 Medali, dan posisi 5 Kota Bukittinggi dengan 63 medali.

Sementara 3 posisi terbawah ditempati oleh Pasaman di posisi 17 dengan 16 Medali, Kota Pariaman di posisi 18 dengan 25 Medali, dan terakhir Mentawai yang belum pecah telor. Meski raihan medali lebih sedikit dari Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman unggul dengan jumlah Medali Emas yang lebih banyak.

(bap)