BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label padang. Show all posts
Showing posts with label padang. Show all posts

Masjid Agung Nurul Iman Adakan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

"Program tersebut dalam rangka membangun kebersamaan pengurus Masjid dengan unit-unit yang ada dibawahnya. Kemudian untuk santunan anak yatim adalah program dari sekretariat Masjid yang di bulan-bulan sebelumnya dijadikan dalam bentuk tabungan emas." ujar Mulyadi Muslim selaku Ketua Masjid Agung Nurul Iman saat kegiatan buka puasa bersama dengan anak yatim di lantai 2 masjid tersebut, Sabtu (25/5)

Selain anak yatim binaan Masjid, kegiatan yang diadakan oleh pengurus Masjid Agung Nurul Iman tersebut juga dihadiri oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), RA (Raudhatul Athfal), TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an), dan Remaja Masjid. Setelah berbuka puasa bersama, setiap anak yatim yang hadir mendapatkan santunan dari pengurus Masjid Agung Nurul Iman.

Lebih lanjut, Mulyadi Menjelaskan khusus di bulan Ramadhan tabungan tersebut di serahkan dalam bentuk uang, dengan harapan bisa menambah kegembiraan mereka di hari raya. Ia juga berharap bantuan tersebut di gunakan untuk yang bermanfaat. (Fatih)

Ini Tanggapan MUI Padang Terkait Sate KMSb Yang Menggunakan Daging Babi

Terungkapnya kasus sate yang berbahan daging babi di Kota Padang, menjadi perhatian serius Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kota itu. Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad, meminta pemerintah sebagai penanggungjawab keamanan masyarakat memberikan pengawasan serius.

"Jadi perlu keseriusan dari Kementrian Perdagangan, Satpol PP. Selamatkan umat kita dari hal seperti ini karena bukan tidak mungkin ada (penjual) yang lain. Hak masyarakat harus dilindungi oleh negara," ujar Duski, Rabu 30 Januari 2019.

Menurut Duski, negara berkewajiban untuk melindungi warganya. Jika masyarakat tidak terlindungi dari makanan, minuman, keselamatan iman, dan keselamatan jiwanya, artinya, negara tidak hadir. Duski berharap, negara harus ketat mengawasi makanan yang dikonsumsi masyarakat.

"Ini menyangkut kebutuhan pokok dan akan dikomsumsi oleh masyarakat. Mari lindungi masyarakat kita," pinta Duski.

Duski juga berharap kepada para produsen bisa memegang komitmen akhlak yang baik dan moralitas yang tinggi dalam berjualan. Sumbar adalah mayoritas Islam,sehingga produsen harus memastikan makanan itu halal atau tidak. Sebab, kata Duski, bagi umat Islam kehalalan makanan yang dikonsumsi merupakan hal penting.

"Makanan yang selama ini sudah masuk kategori halal jangan dicemari. Kan kasian nanti tukang sate yang lain. Hidup tidak hanya cari uang, jadi produsen harus menyadari tanggung jawab dalam menjual makanan dan minumanan. Harus ada sertifikat halalnya," imbau Duski.

Selain itu, Duski meminta masyarakat agar lebih jeli dalam memilah dan memilih untuk membeli setiap makanan dan minuman dengan lebih dahulu memperhatikan, apakah telah memiliki label halal yang dikeluarkan lembaga resmi yang telah dibentuk pemerintah.

"Kalau telah memiliki label halal, maka InsyaAllah makanan tersebut halal, aman dan baik untuk dikonsumsi," ujar Duski.

(Klik Positif)

Fenomena Aneh, Tanah Bergetar Satu Kampung di Kawasan Pila Tarok Padang

Fenomena tanah bergetar terjadi di wilayah Pilla Tarok, Kelurahan Pasar Ambacang, Kota Padang. Getaran-getaran aneh di Pila Tarok tersebut terjadi sudah sejak setahun belakangan, terutama saat hujan melanda. Frekuensi getaran bervariasi dari halus hingga cukup kuat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman yang mendapat laporan dari Haluan terkait persoalan ini berencana mengutus tim dari BPBD Padang bersama pakar dari Universitas Andalas untuk mengadakan penelitian terkait fenomena getaran-getaran aneh yang terjadi di Pila Tarok.

"Memang fenomena ini sudah terjadi sejak setahun yang lalu, namun sampai sekarang kami belum tahu persis apa penyebabnya. Untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada BPBD Padang dan mungkin juga dengan membawa beberapa orang pakar dari Unand guna meneliti fenomena ini. Insya Allah, hari Senin (21/1) sudah ada tim yang turun ke lokasi," katanya saat dihubungi Haluan, Jumat (18/1).

Ia menambahkan, setelah diketahui apa penyebabnya, barulah kemudian ditetapkan seperti apa penanganan yang tepat. Apabila diketahui bahwa fenomena tersebut dapat membahayakan masyarakat sekitar, maka pihaknya akan segera mengungsikan mereka ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu Kepala Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) Sumbar, Hery Martinus mengatakan pihaknya akan melakukan tinjauan ke lapangan untuk memastikan fenomena ini.  Nanti akan di cek secara data spasial dengan mengambil titik koordinatnya, setelah itu akan dikonfirmasi melalui data geologi. “Apa tipikalnya di sana, apakah posisi gerakan tanahnya melintas disitu atau bagaimana. Insya Allah akan cepat di tindak lanjuti karena di ESDM Sumbar juga mempunyai ahli geologi,” ujarnya.

Hery Martinus meminta masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor ESDM terkait fenomena yang terjadi di daerahnya dengan menyampaikan kronologisnya.

Dari penelusuran Haluan langsung ke wilayah Pilla Tarok, sejumlah warga hingga masih meresahkan getaran tersebut. Tini (58) pemilik warung yang berada di Pilla Tarok mengatakan bahwa getaran-getaran tersebut terasa dibeberapa bagian rumahnya.

"Iya, yang bergetar mulai dari atap, kaca jendela, pintu, seng-seng. Biasanya kalau sudah sangat mengganggu, karena tidak berhenti-berhenti saya 'sampa' pakai kertas dan sebagainya," ungkap Tini.

Warga lain Rostina (59) mengungkapkan rumahnya sempat ditinjau dari BPBD Kota Padang dan RW setempat, namun tidak ada kejelasan apa penyebab getaran tersebut dan apa antisipasi yang harus dilakukan oleh warga setiap getaran tersebut terasa.

"Dulu rumah saya yang pertama kali di cek, tapi sampai disitu saja, tidak ada penyelesaiannya. Hingga kini masih terus terasa, apalagi kalau hujan lebat kuat sekali getarannya," jelas Rostina.

Meskipun getaran tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang berarti, tapi diakuinya ada retak-retak yang disebabkan oleh getaran tersebut."Dampaknya kalau yang besar itu memang belum ada, tapi rumah ada yang retak-retak. Baiknya ada antisipasi jangan sampai dibiarkan terus, nanti Pilla Tarok ini hilang saja terbenam lagi," ucapnya seloroh.

Informasi lain diperoleh Haluan dari Azwar Sama (44) salah seorang warga di Pila Tarok yang memosting fenomena tersebut pada media sosialnya. “Sudah satu tahun belakangan kejadian tersebut terjadi, saya posting di sosmed setelah 3 bulan sejak pertama kali getaran itu terasa oleh banyak warga yang bermukim di Pila Tarok ini," ungkap alumni Teknik Sipil UNP itu.

Lebih lanjut, kata Azwar kejadian tersebut terasa saat hujan deras dan setelah adanya bendungan DAM di belakang daerah tersebut. "Dari RW sudah ada bertindak dan lapor ke BPBD Kota Padang, akan tetapi dari pihak BPBD juga RW juga belum ada memberikan klarifikasi. Dugaan awal karena adanya bendungan DAM di belakang. Soalnya getaran kuat terasa setelah adanya bendungan tersebut. Padahal logikanya, tanah disini tanah cadas berbatu dan bukan rawa yang kosong dibawahnya," papar Azwar Sami.

Ditambahkannya, meskipun fenomena getaran tersebut tidak memicu kerusakan namun fenomena tersebut membuat warga merasa waswas dan tidak nyaman. "Getarannya gerakan ke atas ke bawah. Terus menerus tanpa henti, membuat telinga dengung. Apalagi kalau hujan deras, meskipun tidak menimbulkan kerusakan, saat getarannya semakin kuat, susah tidur dibuatnya," papar Azwar.

Hingga kini, warga yang bermukim di kawasan Pilla tarok tersebut berharap agar dari pihak berwenang bisa melakukan penelitian mendalam dan menjelaskan kepada warga fenomena apa yang terjadi. Juga ada solusi yang diberikan, Karena fenomena tersebut tidak hanya dirasakan oleh satu dua orang warga saja.

(Harian Haluan)
 

Tingkatkan Kualitas, Rumah Quran Serambi Minang Adakan Raker Tahunan

Awal Tahun 2019 Rumah Quran Serambi Minang laksanakan penyusunan pogram kerja yang akan dilaksanakan selama setahun kedepan.

Raker tersebut dilaksankan pada ahad (6/2) di Rumah Quran Serambi Minang beralamatkan di Simpang Koto Tingga, kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji Padang dari pukul 9.00 wib hingga pukul 13.00 wib.

"Rapat kerja tahunan ini rutin kami laksanakan tiap awal tahun untuk menentukan rancangan kerja, pogram, targetan dan sekaligus evaluasi setahun yang lalu guna untuk meningkatkan kualitas Rumah Quran Serambi Minang dalam mencetak generasi yang qurani," ujar tia yang merupakan salah satu pengurus yayasan serambi minang.

Adapun Pogram kerja yang dihasilkan beberapan diantaranya yaitu Camp Tahfidz Ramadhan, Wisuda santri yang telah  memiliki hafalan minimal 1 juz, dan  outbond asyik bersama santri tahfiz Serambi Minang, dll.

(t.a)

Mal Pelayanan Publik Ke-11 Diresmikan Di Kota Padang

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, menegaskan, pemerintah sebagai penyelenggara negara harus memposisikan masyarakat sebagai aspek terdepan dan prioritas dalam mendapatkan pelayanan publik. Selain itu, pemerintah pun harus menjadi wakil publik yang dapat membangun institusi publik yang berintegritas, serta bersikap responsif dalam melayani kebutuhan masyarakat.

“Reformasi Birokrasi sebagai arus utama pendorong gelombang revolusi tata kelola pemerintahan, bukan lagi untuk mengontrol jalannya birokrasi dan menghadirkan pelayanan semata. Namun merubah paradigma para administrator publik untuk menetapkan arah dan tujuan serta memetakan jalan pemerintahan,” ujar MenPANRB saat peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Padang di Blok III Lantai 4 Pasar Raya Padang, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, saat ini peradaban manusia telah berubah, baik landscape kehidupan global, regional maupun nasional, dimana semua negara wajib melakukan transformasi terhadap tata kelola pemerintahan yang profesional, cepat, efektif dan tentunya menjawab kebutuhan masyarakat. Syafruddin mengatakan, pembentukan MPP merupakan jawaban bagi harapan publik tentang kemudahan perizinan, kecepatan pelayanan dan akhirnya mendorong kemudahan berusaha.

Melalui konsep the new public service (MPP), pola pikir yang ego sektoral antar instansi diubah menjadi kerja bersama yang berfokus pada komitmen melayani masyarakat. Selain itu MPP mampu menjadi inkubator bagi tumbuhnya pelayanan pemerintah yang mengadopsi teknologi, serta menjadi wadah yang melahirkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) teladan berjiwa hospitality.

Oleh sebab itu, Menteri Syafruddin mengajak seluruh stakeholder untuk turut mensukseskan MPP dengan menjaga serta merawat gedung, membangun sistem kerja dan sinergi yang utuh, mengubah budaya kerja yang melayani, dan menampilkan wajah birokrasi yang mengadopsi the new public service. Dengan hal tersebut, maka kehadiran pemerintah dapat memberi manfaat luas bagi kepentingan dan kemakmuran masyarakat.

Lebih lanjut, MenPANRB mengapresiasi pihak-pihak yang mendukung terbangunnya MPP termasuk di Kota Padang. Hal tersebut tentu menjadi penyemangat bagi Kementerian PANRB untuk berupaya menguatkan kerangka regulasi MPP menjadi Peraturan Presiden (Perpres), sehingga landasan semakin kokoh dan dapat menjadi grand strategy peningkatan kualitas pelayanan publik nasional hingga keseluruh penjuru wilayah Indonesia.

Kehadiran MPP tersebut tidak menggradasi generasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), namun keistimewaannya MPP dapat memayungi PTSP tanpa mematikan pelayanan yang sudah ada sebelumnya. Hingga akhir tahun 2018 telah didirikan 11 MPP yang terakhir Kota Padang.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, MPP Kota Padang merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dengan melibatkan seluruh bentuk pelayanan yang ada di Kota Padang. “Kedepan, pelayanan di MPP akan terus disempurnakan hingga memiliki gedung sendiri”, ujar Wali Kota Mahyeldi.

Saat ini, MPP Kota Padang melayani dari Polresta Padang (SIM, SKCK), Imigrasi (Paspor, Imta, Izin Tinggal), Pajak Pratama 1 dan 2 (NPWP Pribadi/ Perusahaan), PJS Naker (Daftar Baru, Klaim), Kemenag Padang (Daftar Nikah, Haji/Umrah), PT, Jasa Raharja (Daftar Baru, Klaim), BPJS Kesehatan (Daftar baru, Klaim), PT. PLN (Pasang Baru), Bank Nagari (Layanan Perbankan), dan PDAM Kota Padang (Layanan Pasang Baru).

Serta, meliputi seluruh izin prinsip, penanaman modal, izin usaha, dan perizinan lainnya dengan melibatkan SKPD terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, Bapenda, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial.

Peresmian MPP Kota Padang oleh Menteri PANRB Syafruddin turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat, Kapolda Sumatera Barat, Dandim 0312, Kapolresta Padang, Ketua DPRD Kota Padang.

(Humas Kota Padang)

Walikota Padang Raih Penghargaan Tingkat Nasional Lagi

Walikota Padang Mahyeldi SP mendapatkan Penghargaan Apresiasi Anugrah kencana dari BKKBN. Penghargaan tersebut diterima lansung Mahyeldi pada ahad  23 Desember 2018 di Jakarta.

Capaian yang di peroleh oleh kota padang adalah sebagai berikut
1) kota Padang komit melaksanakan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga(KKBPK).Oleh karena itu Kota Padang terbaik I di Provinsi Sumatera Barat.

2. Dari lomba lomba yang di ikuti dalam hari Harganas tahun 2018 Kota Padang paling banyak mendapatkan hadiah peringkat 1 yang diserahkan di Pariaman seperti juara 1 Pik-R jalur sekolah,Stikes mercu buana,juara MKJP terbanyak di Puskesmas Padang Timur, Juara Motivator KB BPJ Sugiono Pidato dari Kodim ,juara I lomba pidato kependudukan sdr Fais, Juara PIK-R Putra jalur masyarakat

3.Pencapaian Peserta KB baru tahun 2018 melebihi 100 % seperti MOP,MOW sehingga mendukung BKKBN Sumbar nominasi Terbaik ditingkat Nasional.

4.Penambahan Peserta KB baru menjadi Peserta Aktif melebihi diatas 25 Persen

5.Total TFR 2,3 dikota Padang dibawah rata rata sumbar dimana TFR 2,5

6.Padang Pelaksana Kegiatan kampung KB terbaik di Sumbar dan Kota Padang Kampung Gunung Pangilun akan dijadikan Kampung Percontohan Di Sumbar

5.Oleh karena itu apresiasi Anugrah Kencana ini adalah berkat kerjasama yang baik dari seluruh SKPD dan kami mengucapkan terimakasih kepada Seluruh SKPD yg telah membantu program kkbpk dengan baik dan sekali lagi ,selamat buat Pemko merupakan terbaik di Provinsi Sumbar

sumber : Fb 

Aksi Bela Muslim Uighur Serentak se-Indonesia, dari Aceh, Padang Hingga Makassar

Aksi Bela Muslim Uighur berlangsung di berbagai di Indonesia pada Jumat (21/12/2018). Selain Jakarta, aksi tersebut juga berlangsung di Padang, Banda Aceh, Solo, Yogyakarta, hingga Makassar.

Aksi Bela Muslim Uighur di Jakarta dipusatkan di depan Kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen, seperti Persaudaraan Alumni 212, FUI, PAHAM, dan FPI, serta berbagai NGO kemanusiaan seperti ACT, Onecare, Syam Organizer, dan MRI.

Di Banda Aceh, aksi damai Aceh Bela Muslim Uighur dipusatkan di Masjid Baiturrahman. Aksi yang diikuti oleh ratusan orang itu diwarni dengan ceramah dan orasi tokoh-tokoh setempat.

Kota Padang Menggelar longmarch dengan start di Masjid Nurul Iman Kota Padang, Ba'da Solat Jumat melewati Pasar Raya dan ditutup dengan pengaduan tuntutan kepada Gubernur Sumbar untuk segera mendesak Pemerintah Indonesia mengambil tindakan terhadap penjajahan Muslim Uyghur oleh Pemerintah China. .

Aksi Bela Muslim Uighur juga berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Aksi yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Sumatra Utara itu menyerukan tagar #SaveUYGHUR. Peserta aksi melakukan longmarch menuju Konsulat Jenderal Cina di Medan.

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan warga Lampung. Aksi damai bertajuk Bela Muslim Uighur digelar di Tugu Adipura, Bandar Lampung, seusai shalat Jumat.

Selanjutnya, aksi bela Uighur juga diadakan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan difokuskan di Taman Mandara, Pangkal Pinang. Seruan aksi save muslim Uyghur mendesak pemutusan hubungan RI dengan Cina. Aksi itu juga diwarnai longmarch dari Taman Mandara, Jalan ahmad yani, Jalan Masjid Jami, Jalan Jendral Sudirman, Jalan RRI, kemudian kembali ke taman mandara. Acara ini diadakan oleh komunitas Rindu Islam Bangka Belitung.

Sementara Aksi Solidaritas Bandung Untuk Muslim Uyghur menyerukan perlawanan kezaliman terhadap muslim Uighur. Dengan titik kumpul di Masjid Pusdai peserta aksi memusatkan diri di Gedung Sate, Bandung. Sejumlah elemen bergabung dalam aksi ini, di antaranya Kodas, Explore, Fun Taklim, Brigade Masjid, Dewan Dakwah Islam Indonesia, dan sejumlah lembaga lainnya.


Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan masyarakat Cirebon, Jumat (21/12/2018). Mereka menggelar aksi solidaritas dengan tema Bebaskan Uighur Berislam. Dimotori ACT, aksi itu melibatkan eleman Islam setempat.

Di Solo, Aksi Bela Muslim Uighur dimotori oleh Dewan Syariah Kota Surakarta. Ribuan peserta aksi melakukan longmarch dari Masjid Attaqwa menuju ke Bundaran Gladak. Mereka menuntut Jokowi bersikap tegas menuntut Cina menghentikan penindasan terhadap muslim Uighur.

Umat Islam Yogyakarta tak ketinggalan menggelar aksi serupa. Aksi dimotori oleh Forum Ukhuwah Islamiyyah bersama seluruh Ormas Islam se-Yogjakarta. Mengusung tema doa bersama dan aksi solidaritas Muslim Uyghur, aksi cara difokuskan di Titik Nol Kilometer, Jogja. Acara tersebut digelar sejak pukul 13.00 WIB.

Di Makassar aksi bertajuk Bebaskan Uighur Berislam diawali dengan shalat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Makkasar. Ratusan peserta kemudian melakukan longmarch menuju Kantor DPRD Sulawesi Selatan.

Masyarakat Poso juga tak ketinggalan. Aksi Solidaritas Poso untuk Muslim Uighur digelar Aliansi Masyarakat Poso Peduli Uighur di depan kantor DPRD Kota Poso, Sulawesi Tengah. Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran bendera negara Cina.

Aksi serupa rencananya akan berlangsung pekan depan. Informasi yang diterima Kiblat menyebutkan aksi bela Uighur akan dilaksanakan di Jalan Pahlawan, Depan Kantor Gubernur Provinsi Jateng, Semarang dan di Masjid An Nur Sawitan, Borobudur, Magelang pada Jumat (28/12/2018) mendatang. [KN]

(Gelora)

Sitinjau Longsor, 5 korban dievakusi

Padang (14/12) Bencana tanah longsor yang terjadi di jalur Padang Solok di Sitinjau Laut, Kamis malam menimbulkan korban. Sejumlah mobil terseret ke jurang akibat longsor yang terjadi setelah hujan deras mengguyur kota Padang Kamis malam.
Dari pantauan tim Babarito melalui InfoSumbar, ada beberapa unit Mobil yang terseret ke jurang. Terlihat 1 Bus PO Family Raya, satu unit truk tepat berada di bawah bus Family Raya, dan satu lagi mobil jenis mini bus. Sejumlah penumpang yang menjadi korban akibat kejadian ini sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat RS Semen Padang dan RSUD M Djamil Padang. Hingga saat ini, korban yang teridentifikasi meninggal 1 orang dan 4 orang mengalami cidera berat.

Hingga siang ini, Tim Respon Cepat Tanggap BPBD Kota Padang beserta Tim Bencana Semen Padang terlihat masih membersihkan lokasi untuk bisa dilalui warga.

(bap)

Karang Taruna Padang Berduka

Padang (13/12) Keluarga Ketua Karang taruna Barung Sarumpun, Batung Taba, Kecamatan Lubeg, Asran baru saja kehilangan sosok panutan dalam kehidupan. Ayah dari Ketua Karang taruna terbaik se-Indonesia tahun 2018 ini meninggal dunia pada Minggu (09/12).

Rumah duka dipenuhi oleh koleganya sesama anggota Karang Taruna Sumatera Barat. Tampak hadir Sekretaris Karang Taruna Sumbar, Haji Rahmat Saleh (HRS). Pada kesempatan itu, Asran berterimakasih kepada HRS yang telah membantu proses penyelenggaraan jenazah ayahnya.

"Terimakasih banyak kepada Bang HRS. Memfasilitasi Ambulance Jenazah untuk membawa jenazah ayah kami ke pemakaman, dan telah memberikan support serta nasehat luar biasa bagi kami," ujar Asrul.

HRS dalam takziyah itu memberikan pesan-pesan kepada Asran dan keluarga agar senantiasa menyelipkan bait-bait do'a untuk Almarhum dalam sholat. Dia juga berpesan kepada seluruh Pengurus dan Anggota Karang Taruna yang hadir tentang hakikat takdir kematian.

"Kematian akan menjemput siapa saja yang sudah sampai ajalnya, tidak peduli tua, muda, kaya, atau miskin. Maka kalau kita ingin amal kita melampau umur, maka kita harus mengisi waktu demi waktu hidup kita dengan karya yang akan menjadi amal sholeh. Hingga kalau amal sholeh kita masih bermanfaat terus bagi orang lain, insyaAllah akan terus mengalir pahalanya ke rekening amal kita," terang Mubaligh Muda Kota Padang ini, menutup nasehat singkatnya.

Selepas berbincang dengan ahlul bait, rombongan Takziyah Karang Taruna pun meninggalkan rumah duka.

(bap)

SD Qu Ar Risalah peroleh predikat Unggul dari Badan Akreditasi

Padang (05/12) Sekolah Dasar Qur’an (SD Qu) Ar Risalah Padang berhasil meraih nilai akreditasi terbaik dengan peringkat “A”. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim assesor Badan Akreditasi Nasional-Sekolah & Madrasah (BAN-SM) pada 7 dan 8 November 2018 lalu, SD Qu Ar Risalah mendapatkan predikat ‘unggul’ dengan nilai 92. Ini adalah sebuah pencapaian yang gemilang untuk akreditasi perdana bagi sekolah dasar berbasis Al Qur’an itu.

Kepala SD Qu Ar Risalah, Marjoni, S.Pd.I menyebutkan bahwa akreditasi ini merupakan anugerah Allah SWT bagi institusi pendidikan Islam khususnya Ar Risalah, disamping hasil kerja keras semua pihak dalam mewujudkan SD Qu Ar Risalah sebagai lembaga pendidikan terbaik yang qur’ani, berkarakter dan berprestasi.

“Alhamdulillah, tim assesor terlihat puas dan senang dengan program-program kita. Baik dalam pelaksanaan program dinas pendidikan, program Al Qur’an maupun perolehan prestasi kita. Begitu juga dengan fasilitas yang kita miliki. Kita memang menampilkan apa adanya saja, tidak mengada-ada atau dipaksakan,” ungkap Marjoni.

“Prestasi ini kita persembahkan untuk keluarga besar Yayasan Waqaf Ar Risalah, untuk siapapun yang akan bergabung dengan Ar Risalah, dan untuk dunia pendidikan pada umumnya. Semoga kedepan SD Qu Ar Risalah bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

SD Qur’an Ar Risalah Padang merupakan lembaga pendidikan berbasis Al Qur’an di bawah naungan Yayasan Waqaf Ar Risalah Sumatera Barat. Saat ini peserta didik SD Qu Ar Risalah berjumlah 417 siswa dan sudah menamatkan 1 angkatan. Sekolah yang beralamat di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas gedung belajar milik sendiri, klinik, ambulance, dan fasilitas antar jemput bagi siswa khusus di area kota Padang.

(mc)

Hermanto: Menurut UU, Presiden dan Wakil Presiden Harus WNI

Padang (04/12) Kelurahan Air Tawar Timur mengundang Anggota MPR RI Hermanto untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar kepada masyarakat yang didominasi generasi muda. Kegiatan yang diadakan Selasa siang di Gedung Serba Guna Kelurahan Air Tawar Timur ini dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Ketua RW, dan Lurah ATT Beny Armen.

Lurah Air Tawar Timur, Beny Armen mengatakan dia mengundang Anggota MPR RI Hermanto karena ada permintaan dari masyarakat. Masyarakat meminta pembekalan 4 pilar karena melihat persoalan banyaknya generasi muda yang tidak paham tentang 4 pilar kebangsaan pada tes CPNS yang dilakukan beberapa bulan lalu.

"Sebagai pemerintah Kelurahan, kami tentu saja menyambut gembira Pak Hermanto bisa memberikan penyuluhan di sini. Kami berharap dengan pembekalan ini bisa memahamkan masyarakat tentang pentingnya 4 Pilar kebangsaan kita," ujar Beny ketika diwawancarai Tim Babarito.

Pemateri 4 Pilar, Hermanto menjelaskan 4 Pilar dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Kegiatan diawali dengan penjelasan dasar hukum Sosialisi 4 Pilar.

"Dasar Hukum Sosialisasi ada di UU Nomor 17 Tahun 2014 junto UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 huruf c. Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf c. Lalu, Inpres No.6 Tahun 2005 tentang Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Sosialisasi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR," terang Hermanto.

Pada kesempatan itu, Hermanto juga menjelaskan terkait proses lahirnya Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa Indonesia secara resmi berdiri setelah adanya Sumpah Pemuda, di mana perjuangan anak Bangsa yang awalnya terpisah di daerah-daerah disatukan menjadi perjuangan Bangsa Indonesia.

"Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri secara resmi dengan Proklamasi. Dengan Proklamasi, Bangsa Indonesia memiliki Negara yang merdeka, Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hermanto sembari mengajak peserta untuk menyanyikan Lagu Nasional Hari Kemerdekaan.

Hermanto juga menjelaskan bagaimana perang Orang Minang dalam meletakkan dasar negara Indonesia Pancasila. Diawali dengan terbentuknya Panitia 8 kemudian berubah menjadi panitia 9, di mana dalam kedua tim itu terdapat tiga orang yang berasal dari Minangkabau. Lalu dalam rapat panitia 9 dirumuskan Pancasila yang berasal dari Piagam Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1945.

Di akhir kegiatan, salah satu peserta, Dedi yang berasal dari RW 01 menanyakan terkait Pasal 6  (1) UUD NRI tentang Presiden dan Wakil Presiden, dikaitkan dengan Pasal 8 dan 28.

"Bagaimana bila ternyata wakil presidennya bukan WNI, lalu Presiden berhalangan penuh dalam menjalankan pemerintahan, apakah Wapres yang bukan WNI ini boleh jadi Presiden?" tanya Dedi.

Hermanto menjelaskan untuk membaca UUD Negara Republik Indonesia, harus melihat kaitan antar pasal yang ada.  Di mana pasal yang awal menjadi rujukan pasal-pasal berikutnya. Dengan begitu, dari tiga pasal yang disebutkan, maka Pasal 6 (1) yang menjadi rujukan tentang Presiden dan Wakil Presiden.

"Dari UUD Negara Republik Indonesia 1945 jelas bahwa Pasal 6 (1) menyebutkan, Presiden dan Wakil Presiden harus Warga Negara Indonesia. Jadi logikanya tidak mungkin ada yang bukan WNI  jadi Wakil Presiden," jawab Hermanto.

Kegiatan dengan peserta 150 orang dari 3 RW di Kelurahan Air Tawar Timur ini ditutup dengan Doa. Petugas Doa membacakan Doa untuk keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(apuk)

Hermanto : Pancasila dasar Negara yang menyatukan segala perbedaan

Padang (01/12), Anggota MPR RI Fraksi PKS, Hermanto kembali sosialisasikan 4 Pilar kebangsaan di Masyarakat. Sabtu siang. Hermanto mengadakan kegiatan sosialisasi di Rawang, Padang Selatan, Kota Padang. Kegiatan yang dihadiri 150 orang peserta ini menghadirkan masyarakat sekitar Kecamatan Padang Selatan.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Risko kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat nasionalisme yang ada di masyarakat. Di mana dengan nasionalisme ini juga akan memperkuat persatuan NKRI. Risko juga menyebutkan acara sosialisasi ini bisa mempererat silaturahmi antara masyarakat dan wakilnya di MPR RI.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Risko, Tokoh Masyarakat Kota Padang yang turut hadir, Gustami juga berpendapat sama. Gustami menyebutkan sosialisasi 4 Pilar ini penting karena adanya potensi perpecahan yang dibuat oleh orang luar.

"Negara Indonesia ini memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar, kalau kita bersatu, kuat, potensi itu akan penuh manfaat bagi masyarakat. Sekarang ini, ada yang menghembus-hembuskan perpecahan, mereka ingin mencaplok kekayaan Republik ini," terang Gustami.

Dalam penyampaiannya, Hermanto menjelaskan adanya tantangan kebangsaan Indonesia dari luar. Adanya pengaruh globalisasi dan makin kuatnya intensitas intervensi kepentingan kapitalis yang memiliki kekuatan Global, Kedua hal ini bisa mempengaruhi perumusan kebijakan Nasional.

"Untuk itulah, kita belajar kembali sejarah Bangsa ini, sejarah Pancasila dan UUD 1945. Dengan begitu kita paham, bahwa nasionalisme itu penting bagi kita, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kita," terang Hermanto.

Hermanto juga menjelaskan dengan 17.528 pulau, ribuan suku Bangsa, dan ribuan bahasa besar potensi untuk berpecah, Namun sejarah membuktikan, lewat Sumpah Pemuda Bangsa Indonesia bersatu.

"Sejarah juga membuktikan perumusan Pancasila telah melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi ide dasar negara oleh Ir Sukarno di Pembukaan Sidang BPUPKI, lalu hasil rumusan Panitia 9, dan akhirnya 18 Agustus pada sidang PPKI terwujudlah Pancasila yang menjadi nilai dasar pemersatu Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Pria asal Kurai Taji, Padang Pariaman ini.

Pada akhir presentasinya, Hermanto menyebutkan Amandemen UUD 1945 pasca reformasi semakin memperkuat kedaulatan Rakyat untuk memilih langsung siapa yang berhak memimpin. Rakyat bisa secara langsung menentukan wakilnya, siapa pula yang akan memimpin mereka dari tingkat pusat sampai daerah.

"Semangat demokrasi pasca reformasi ini harus kita manfaatkan untuk mencari pemimpin yang tepat untuk melayani, menjadi teladan kita," tutupnya.

(apuk)


Ratusan Blogger Sumbar Berkumpul Untuk Ikuti Flash Blogging Kominfo RI


Ratusan blogger asal Sumbar menghadiri kegiatan Flash Blogging yang dilaksanakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Hotel Mercure Padang pada hari jumat lalu (30/11).

Mengusung tema kegiatan "Flash Blogging 4 tahun Indonesia Kreatif" acara tersebut diikuti oleh 250 peserta pegiat dunia maya dari berbagai latar belakang dan usia, diantaranya komunitas blogger, kelompok informasi masyarakat, dan generasi milenial.

Untuk mengantisipasi penyebaran informasi hoax di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mengajak pegiat medsos di Sumbar untuk mengikuti perlombaan menulis karya jurnalistik positif .

Adapun lomba menulis karya jurnalistik itu terkait dengan kearifan lokal dan kreativitas generasi muda Indonesia, khususnya dunia industri kreatif yang disediakan pemerintah bagi masyarakat selama beberapa tahun terakhir.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para blogger khususnya, untuk bersama berkomitmen dalam rangka mengantisipasi penyebaran isu hoax di dunia maya, dan kegiatan ini juga sebagai sarana silaturahim dan berkumpulnya kami para blogger disini,"  ujar darti salah satu blogger yang mengikuti kegiatan falsh Blogger, Jumat (23/11/2018).


(t.a)

Buya MM : Momen Maulid Nabi, sudah seberapa jauh kah kita teladani Rasulullah?

Padang (21/11), Sebagaimana lazimnya sekolah di Indonesia, melakukan peringatan tiap momen hari besar. Tak terkecuali hari besar islam semacam Maulid Nabi Muhammad SAW. Begitupun SMAN 4, Lubuk Begalung, Kota Padang.

Rabu (21/11) pagi, bertempat di Lapangan Olahraga Indoor SMAN 4, diadakan Ceramah Agama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad. Kegiatan mengundang Mubaligh Nasional Buya Masrizal Munaf. Ustadz yang kini dikenal dengan sebutan Buya MM ini membawakan ceramah tentang kisah dan hikmah kehidupan Rasulullah, sekaligus memotivasi peserta yang hadir untuk meneladani kehidupan Baginda Rasul.

"Momen Hari Maulid Nabi ini, dijadikan hari Libur Nasional di Indonesia. Mestinya kita manfaatkan momen libur ini unutk memperbanyak evaluasi diri, sejauh mana kita mengikuti langkah Sunnah Rasul unutk kehidupan kita," ujar Buya MM dalam ceramahnya.

Buya MM juga menyebutkan, Rasul itu menjadi teladan bukan sekedar karena Beliau dijadikan Nabi, tapi juga karena kemuliaan Akhlaqanya. Di dalam Al-Qur'an juga disebutkan bahwan Allah menyebut Rasul memiliki budi pekerti yang Agung.

"Oleh karena itu, mari kita cek kembali Akhlaq kita, sudah mengikuti Beliau atau belum. Sudahkah Sunnah beliau terutama dalam berperilaku sudah kita ikuti?" tanya Buya MM kepada peserta diikuti renungan dari peserta yang mulai mengevaluasi diri.

Setelah mengajak peserta merenungi dan mengevaluasi bagaimana Akhlaqa pribadi, Buya MM pun memotivasi peserta tentang cara singkat meneladani Rasul. Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk meneladani Rasulullah. Yang pertama, Dirikan Sholat di awal Waktunya, bagi laki-laki Sholatlah di Masjid atau Surau. Kedua, rutinkan membaca dan menghafalkan Al-Qur'an. Dan yang terakhir, biasakan diri unutk Sholat malam atau Sholat Tahajjud.

"Insya Allah kalau kita bisa laksanakan tiga hal tadi dengan bertahap, dan semakin baik, akan mulai terasa perubahan Akhlaq kita," tutup Buya MM.

Kegiatan sendiri berlangsung hikmat dan ceria, karena Buya MM membawakan ceramahnya dengan serius namun juga santai dan terkadang menghadirkan keceriaan bagi peserta yang terdiri dari Siswa dan Majelis Guru SMAN 4 Padang ini.

(apuk/ak)

Hermanto: UU 23 tahun 2014 untuk penguatan Pemda

Padang (17/11) Anggota DPR RI Fraksi PKS melakukan sosialisi Undang-undang 23 tentang Pemerintahan Daerah di Kelurahan Parupuk Tabing, Koto Tangah, Padang (16/11). Acara yang dilaksanakan di Gedung Hall Badminton jalan Cendana Parupuk ini menghadirkan Lurah dan warga Parupuk Tabing.

Lurah Parupuk Tabing, Erman, menga[presiasi kehadiran Hermanto di kelurahannya. Menurutnya, kehadiran ini bisa sekaligus dimanfaatkan warga menyampaikan usulan dan spirasi untuk dibawa Hermanto ke Gedung Dewan.

Senada dengan Erwan, Tokoh Masyarakat Koto Tangah yang juga warga Parupuk Tabing, Pun Ardi berterimakasih atas  hadirnya Hermanto. Dengan kehadiran Hermanto, menurutnya, masukan-masukan warga bisa terbawa, baik sebagai Angoota DPR RI maupun sebagai petinggi PKS di tingkat Nasional.

Pun Ardi menyebutkan, sebagai petinggi PKS, tentu saja masukannya akan didengar langsung oleh Gubernur Sumbar dan Walikota Padang yang juga merupakan kader Partai itu. Pun Ardi pun berharap, persoalan dan kebutuhan warga yang tidak selesai di level kelurahan dan kecamatan bisa diselesaikan di tingkat lebih tinggi.

"Saya bersyukur betul Pak Hermanto menyetujui usulan saya untuk menjadikan Parupuk Tabing ini sebagai salah satu titik sosialisai beliau, dengan begini kebutuhan warga dapat didengarkan. Belum lagi lewat sosialisasi UU Pemerintahan daerah ini warga jadi memahami tugas dan wewenang pusat maupun Pemda", ujar Ketua Relawan BNN Kelurahan Parupuk Tabing ini.

Dalam penyampaiannya, Hermanto menjelaskan latar belakang sejarah lahirnya UU Pemerintahan Daerah Tahun 2014 ini. Berawal dari UU 32 tahun 2004 yang membahas UU Pemda ini secara global, diturukan menjadi 3 Undang-undang tentang Daerah. Tiga buah undang-undang pecahan dari UU 32 2004 ini antara lain UU nomor 1 tentang Pilkada yang diperbaharui jadi UU 10 Pilkada, UU 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, dan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah.

"Dalam UU 23 ini, dijelaskan lebih spesifik tentang Otonomi daerah. Semangat yang dibawa lewat Otonomi daerah ini adalah pemerataan pembangunan sampai ke Daerah-daerah. Sehingga, dengan adanya otonomi, Pemda bisa melakukan Budgeting sendiri untuk menentukan arah anggaran untuk pembangunan daerahnya. Lewat UU ini juga, Pemda diharuskan memiliki Prioritas Pembangunan, sehingga kita harapkan, anggaran yang dibuat dapat menunjang perkemabangan pesat di daerah-daerah," ujar Hermanto.

Dalam pertemuan ini, masyarakat juga mengharapkan Hermanto bisa kembali mewakili mereka di DPR Ri untuk periode selanjutnya.

(apuk)

Hermanto : Nasionalisme itu Pemersatu Bangsa

Padang (17/11), Indonesia adalah negara yang sangat heterogen. Banyaknya Suku Bangsa, Agama, Bahasa, dan terpisah oleh teritorial yang sangat luas, membuat kemungkinan perpecahan sangat besar.

Untuk itulah, Majelis Permusyawaratan Rakyat republik Indonesia (MPR RI) rutin mensosialisikan program 4 Pilar Kebangsaan Indonesia. 4 pilar yang dimaksud antara lain Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Anggota MPR RI nomor A88, Hermanto, 4 Pilar ini penting untuk disosialisaikan agar masyarakat tahu betul norma dasar kita dalam berbangsa bernegera. Menurutnya, dengan 4 pilar ini lah kita bisa membangun Nasionalisme yanmg kuat.

"Dengan banyaknya suku bangsa dan terpisah-pisah oleh pulau, maka Nasionalisme ini menjadi penting untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakangnya," ujar Hermanto dalam acara sosialisasi 4 pilar di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pada Jum'at (16/11)

Walikota Padang, Mahyeldi, yang ikut dalam kegiatan sosialisi 4 pilar mengamini apa yang dikatakan oleh Hermanto. Menurutnya, nilai Nasionalisme harus selalu dipupuk di masyarakat. Jangan sampai isu Suku, Agama, dan Ras memmecah belah Bangsa. Menurutnya, Perbedaan adalah anugerah dari Allah Tuhan yang Maha Kuasa, maka dengan nasionalisme ini lah kita menyatu dalam keIndonesiaan.

Acara yang dihadiri oleh unsur pimpinan masyarakat kecamatan Padang Utara ini juga dimanfaatkan untuk menyerap informasi dari warga. Hal ini bertujuan agar usuluan bisa sampai langsung kepada Pemko Padang dan dibawa pula oleh Hermanto ke Gedung Dewan di Senayan.

(apuk)

Hermanto : Faridansyah sosok yang Rendah Hati, merakyat, dan aspiratif


Padang (17/11), Dalam beberapa Kunjungan di Kota Padang, Anggota DPR RI dari PKS, Hermanto selalu membawa Tim untuk turun ke masyarakat. Termasuk ketika menyapa dan menyerap aspirasi warga Kelurahan Parupuk Tabing, Koto Tangah, Padang.

Dalam kunjungannya lepas Sholat Jum'at (16/11), Hermanto memperkenalkan salah satu Tim nya di Kota Padang, Faridansyah. Dalam perkenalan singkat itu, Hermanto menyebutkan Farid sebagai Pribadi yang Humble (rendah hati), merakyat, dan Aspiratif.

"Saya ini sudah kenal Haji Faridansyah cukup lama, saya kenal beliau ini aktif di dunia kemanusiaan. Ikut dalam merintis Lembaga Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) di Sumatera Barat sejak tahun 1998. Dari dulu selalu dekat dengan masyarakat, usulan-usulan dan permintaan kaum dhuafa menjadi fokusnya. Ke mana-mana mengupayakan bantuan untuk kepentingan masyarakat," ujar Hermanto.

Anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ini juga mengaku sangat layak Warga Padang memilih Faridansyah unutk menjadi wakilnya di DPRD Sumbar. Hal ini tidak lain karena Farid sudah terbiasa memperjuangkan kebutuhan warga, menyampaikan dan mengupayakan aspirasi warga.

"Kita berharap nanti ke depan, untuk kebutuhan Warga Padang, kalau anggaran dari Pusat bisa saya upayakan. Nanti dari Privinsi, Pak farid ini yang akan upayakan. Apalagi dia cukup dekat dengan Gubernur dan Walikota. Kita berharap pembangunan Kota Padang bisa lebih maksimal dengan adanya Haji Farid ini di DPRD," tutup Hermanto pada Tim Babarito.

Acara sendiri berlangsung selama 2 jam, di mana selainmendengarkan pemaparan Hermanto, acara juga banyak diisi dengan diskusi dan penyampaian aspirasi warga, baik pada Hermanto maupun Faridansyah.

(apuk)

Ja'far kunjungi Penerima Bantuan Bedah Rumah

Padang (9/11), Penerima bantuan Bedah Rumah di Kota Padang sudah mencapai 200 KK lebih. Program yang berjalan sejak tahun 2013 ini dipelopori oleh Ja'far. Hingga kini program ini masih berjalan dari banyak donatur yang ada.

Jum'at siang, Ja'far mengunjungi salah satu penerima bantuan Rumah dari donatur AMCT bersama koordinator lapangan Safrizal. Keduanya berkunjung ke rumah Armen Hendri, warga Belimbing Raya, Kecamatan Kuranji.

Armen Hendri menceritakan kondisi rumah yang sangat tidak layak dulunya kepada Tim Babarito. Rumah dengan lantai tanah, dinding dari kayu rongsokan dan plastik terpal. Untuk Atap, Armen menyebutkan menggunakan atap seng bekas yang ia beli. Rumah itu dihuninya bersama istri dan empat orang anaknya yang masih kecil.

Untung nasib Armen bertemu dengan teman sekampungnya Safrizal. Safrizal yang tergabung dalam Tim Bedah Rumah bentukan Ja'far pun langsung melihat kondisi rumah Armen. Setelah memeriksa sejenak, Safrizal pun mengusulkan Armen untuk mendapat bantuan dari Program Bedah Rumah. Tak lama, ja'far mengkonfirmasi bantuan Bedah Rumah dari donatur AMCT bisa disalurkan ke keluarga Armen. Safrizal pun mulai bekerja pada Ramadhan 1439 H untuk membuat rumah baru bagi Armen.

Armen mengakui baru kali pertama bertemu langsung dengan Ja'far, orang yang telah membantu membedah rumahnya.

"Saya baru kali ini bertemu Pak Ja'far, dari mulai pembangunan sampai ke peresmian, saya dapat nama saja. Orangnya belum pernah bertemu, baru ini akhirnya bisa bertemu," ujar Armen.

Safrizal, salah satu tim Bedah Rumah mengakui sigapnya Ja'far untuk program-program kemanusiaan. Ia menuturkan sejak bergabung menjadi Anggota Tim Ja'far di tahun 2014, sudah banyak bantuan yang sesegera mungkin dicarikan donaturnya.

"Sejak 2014 saya di Tim beliau ini, saya lihat betul luas pergaulannya. Tiap ada pengajuan, dia carikan solusi dan donaturnya, dari Baznas, UPI, AMCT, dan lainnya," ujar pria paruh baya ini.

Safrizal juga menyebutkan, dia berharap Ja'far selalu memiliki waktu untuk mengurus masyarakat. Dengan ketulusan, nilainya, Ja'far ini betul-betul berjuang untuk pemberdayaan masyarakat.

"Sekarang pak Ja'far ini tidak di Ar Risalah (lembaga Ja'far dulu) lagi, dia bisnis, tapi masih saja mengurus proposal dari masyarakat. Dia arahkan ke donatur-donatur, dia carikan solusi, dan Ja'far ini tidak ada pencitraannya," tutup Safrizal.

Pada kesempatan itu, Ja'far juga mendengarkan masukan dari Keluarga Armen. Begitupun dengan warga yang hadir berkeluh kesah di pertemuan itu.

"Saya mendapatkan masukan agar bisa menyampaikan ke Pak Mahyeldi, karena saya dikenal warga dekat dengan Pak Wali. Ada juga ibu Ande, warga di sini, meminta bantuan untuk pemodalan usaha, sudah saya terangkan jalannya. InsyaAllah ke depan kita perdalam lagi diskusi dengan warganya," jelas Ja'far yang juga Tim Pemenangan Mahyeldi di Pilwako 2018 ini.

Pria yang akan maju di Pileg 2019 dari PKS ini juga meminta do'a dan dukungan dari Masyarakat sekitar Belimbing Raya. Dia menyampaikan, akan menjadi wakil masyarakat untuk memperjuangkan program pro Rakyat Mahyeldi di Gedung Dewan.

(apuk)

Ja'far, dari Sosial menuju Kancah Politik

Padang (8/11), Dunia Sosial Kemanusiaan merupakan dunia yang menarik bagi seorang aktivis. Karena lewat sosial kemanusiaan dia bisa berbuat banyak untuk masyarakat. Menjadi relawan kemanusiaan sampai penggerak lembaga, sudah lumrah dilakukan oleh aktivis dan mantan aktivis kampus. Begitu pula yang dilakukan oleh Ja'far, mantan Presiden Mahasiswa IAIN Imam Bonjol ini malang melintang di dunia kemanusiaan sejak masa kuliah.

Setelah tamat dari Fakultas Hukum Islam IAIN (UIN) Imam Bonjol, Ja'far bergabung ke Lembaga Kemanusiaan PKPU Sumbar. Dari sini lah Ja'far mengasah kejataman cara berfikirnya unutk memberi solusi pada permaslahan di masyarakat. Mengawali karir sebagai staf program, Ja'far terus berkembang hingga akhirnya menjadi koordinator beberapa Program Masyarakat PKPU. Bahkan setelah 2 tahun di PKPU, dia sudah memiliki program-program yang diinisiasi sendiri.

Ada beberapa program bernah yang ia cetuskan dan masih berjalan hingga sekarang, sebut saja Program sedekah rumah. Program ini sudah muali dijalankan ketika dia berkarir di PKPU sumbar. Pun begitu ketika Ja'far berpindah ke LAZ Ar Risalah, dan sampai bekerjasama dengan Baznas Kota Padang.

"Banyak korban Gempa 2009 yang mengajukan bantuan ke PKPU, rata-rata persoalan terbesar mereka adalah tempat tinggal yang layak. Dari sinilah Program bedah rumah berawal. Keterbatasan bantuan dari pemerintah tidak cukup untuk memulihkan kondisi rumah mereka jadi kembali layak," terang Ja'far.

Dari sanalah, Ja'far mengajak rekannya di PKPU untuk memulai kampanye Program Sedekah Rumah. Di tahun pertama program, ada beberapa rumah yang berhasil dibangun, dua diantaranya sudah permanen.

"Kita mendapat animo yang luat biasa dari donatur. Semangat mereka untuk berbagi luar biasa, ternyata ketika kita bersama, masalah demi masalah bisa diatasi. Meski belum bisa membantu seluruh korban, setidaknya dari Program ini sudah bisa membantu beberapa korban yang sangat layak bantu," sebut Ja'far.

Ketika ditanyakan tentang terjunnya ke Dunia Politik, Ja'far menjelaskan di awal ikut dalam Pileg tahun 2009, dia hanya ingin berkontribusi memenangkan Partainya. Baginya, di tahun itu dunia sosial lebih menarik untuk diseriusi dibanding dengan politik.

"Politik itu, keras, banyak kepentingan, lebih asik di dunia Sosial Kemanusiaan. Di sini kita bertemu orang teman semua. Kalau di politik, ya ada teman, ada lawan, tapi tak ada yang abadi," ujar Pengusaha Aqiqah yang senang senyum ini.

Setelah melewati dua kali pileg, Ja'far berhasil meraih suara lebih dari seribu suara, menampati urutan kedua di antara caleg se-Partainya di PKS. Ja'far pun merasa telah menuntaskan janjinya untuk memperjuangkan partainya meski belum terpilih untuk duduk di DPRD Kota Padang. Meski tidak duduk di dewan, lewat Anggota DPRD dari Partainya, dia memperjuangkan pembangunan untuk masyarakat petani di wilayah Kecamatan Kuranji.

Ja'far melihat, lewat DPRD ternyata pa ayang ia lakukan di dunia sosial kemanusiaan lebih banyak yang dilakukan. Dia mencontohkan, dengan Lembaga Kemanusiaan, dia bisa membantu 5-6 keluarga untuk bedah rumah. Tapi ketika idenya didengar oleh Politisi yang menjabat di Legislatif dan Eksekutif, ada 50 sampai 100 rumah yang bisa dibangun untuk warga. Anggota Presidium Sosial Entrepreneur Indonesia ini bertekad untuk membawa program-program sosial yang telah ia jalankan selama ini ke DPRD Kota Padang.

"Bagi saya, ini jalan baru yang perlu diperjuangkan. Program sosial yang saya jalankan selama ini akan saya perjuangkan ketika bisa duduk di kursi DPRD nanti," ujar Ja'far.

Ketika ditanyakan kesiapannya untuk maju bertarung di Pileg 2019, Ja'far menjelaskan siap berjuang seoptimal mungkin. Ditambah lagi, mesin relawannya sudah bergerak, karena pada pilwako yang lalu, dia bersama relawannya bergerak mengantarkan Mahyeldi kembali memimpin Kota Padang periode 2019-2024. Ke depan, orang dekat Mahyeldi ini juga akan memperjuangkan program-program Mahyeldi untuk bisa disetujui di DPRD Kota Padang.


Faridansyah : Pelatihan Lemhannas tingkatkan semangat Bela Negara

Padang (8/11) Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) rutin melakukan pendidikan singkat bela negara bagi kader-kader pemuda yang ada di daerah-daerah. Hanya orang-orang yang mendapat rekomendasi dan telah berkontribusi aktif yang bisa mendapatkan kesempatan memperoleh Pendidikan di Lemhannas ini. Menjadi alumni Lemhannas, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, selain rasa bangga tentu saja tertompang tanggung jawab yang besar untuk mengkader generasi muda yang ada di daerah masing-masing.

Begitupun yang dirasakan oleh Faridansyah, alumni Pendidikan Lemhannas angkatan X ini merasa amanah besar tertompang setelah menjadi pendidikan. Dia menyiapkan serangkaian pelatihan pasca mengikuti pendidikan di Lemhannas.

"Saya ingin memberikan kontribusi lebih banyak bagi masyarakat, terutama bagi pemuda. Mengajak dan mengedukasi generasi muda unutk aktif memperkuat rasa cinta Tanak Air," ujar Faridansyah bercerita pada Tim Babarito.

Faridansyah mengikuti Pendidikan Lemhannas tahun 2016, ketika itu dia baru menyelesaikan tugasnya sebagai Kepala Regional Sumatera Lembaga Kemanusiaan PKPU. Sembari menjalani tugasnya sebagai perwakilan WAMY (World Assembly Muslim Youth) Sumbar, Faridansyah aktif dalam mengisi forum-forum diskusi pemuda.

"Karena latar belakang saya orang yang aktivitasnya di Sosial Kemanusiaan, saya lanjutkan semangat itu bagi para relawan muda. Sekarang, selain menguatkan semangat kerelawanan, saya juga tanamkan rasa cinta terhadap tanah air kita," sebut Farid yang kini diminta untuk terjun ke dunia politik ini.

Faridansyah mengaku pesan dari Gubernur Lemhannas RI, Letjend (Purn) Agus Widjojo, mendorongnya untuk berkembang dari dunia kemanusiaan menuju dunia politik. Agus berpesan agar sebagai alumni Lemhannas, Faridansyah harus bisa menjadi pemimpin di negara ini.

"Anda harus siap untuk memimpin negeri ini, berikan kontribusi terbaik. Apapun latarbelakang dan potensi yang Anda miliki, harus Anda optimalkan untuk membangun negeri yang kita cintai ini," ujar Agus Widjojo, yang menjadi pendorong bagi Faridansyah.

Kini Faridansyah merasa perlu untuk memberikan kontribusi lebih dari sekedar berbuat di dunia kemanusiaan. Farid melihat, lewat politik, bisa memberikan anggaran dan kebijakan yang lebih banyak untuk kemakmuran masyarakat.

"Kalau di dunia kemanusiaan, kita optimal membantu masyrakat dari potensi kita dan mengumpulkan sumber daya dari msyarakat. Kalau di parlemen, itu potensinya lebih besar, kita optimalkan anggaran dan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat sumbar, khususnya Kota Padang," tutup Caleg PKS nomor urut 7 Dapil 1 Sumbar ini.

(apuk)