BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label pilkada. Show all posts
Showing posts with label pilkada. Show all posts

Mahyeldi-Hendri Sapu Bersih 11 Kecamatan


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang secara resmi melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Padang yang diselenggarakan 27 Juni 2018 lalu. Dari rekapitulasi itu, pasangan nomor urut 2 Mahyeldi-Hendri Septa memperoleh 62,92 persen atau 212.526 suara. Sementara pasangan Emzalmi-Desri Ayunda nomor urut 1 memperoleh 37,08 persen atau 125.238 suara.

Rekapitulasi itu dilakukan dalam pleno terbuka KPU Padang, Rabu (4/7) di Kryad Hotel Padang. Dari rekapitulasi itu, diketahui, pasangan Mahyeldi-Hendri menyapu bersih seluruh kecamatan di Padang dengan kemenangan.

“Alhamdulillah, pasangan yang kami usung kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Padang 5 tahun ke depan. Tentunya amanah ini akan dijaga dan dijalankan sebaik-baiknya oleh walikota dan wakil walikota terpilih,” kata Muharlion, saksi pasangan Mahyeldi-Hendri Septa.

Sementara saksi pasangan Emzalmi-Desri, Indra Mairizal, tidak mau menandatangani berita acara rekapitulasi tersebut. Dia mengaku setidaknya ada tiga alasan kenapa dia dan timnya tidak mau menandatangani berita acara.

“Pertama, jumlah DPT yang kami nilai tidak sesuai dengan yang seharusnya, lalu banyaknya pemilih yang menggunakan suket mencapai 8 ribu lebih dan banyak masyarakat yang tidak mendapatkan c-6 atau undangan ke TPS,” katanya.

Rekapitulasi itu tak berbeda jauh dari hasil hitung cepat KPU Kota Padang pada 28 Juni 2018 menunjukkan pasangan calon wali kota Mahyeldi-Hendri Septa menang telak dengan perolehan 212.299 suara atau 62,9 persen. Kemudian pasangan Emzalmi-Desri Ayunda perolehan suaranya 125.211 pemilih atau 37,1 persen.

Sumber: Singgalang

Analisis Menarik Tentang Hasil Pilkada Serentak Di Sumbar

Pelaksanaan pilkada pada empat kota di Sumatera Barat menyisakan beragam cerita mulai dari keharuan kandidat saat mendapat kabar kemenangan, perjuangan para tim sukses mengampanyekan calon hingga kisah kekalahan calon yang sedang menjabat.

Pemilihan wali kota di Padang, Pariaman, Sawahlunto dan Padang Panjang telah memberikan sinyalemen bahwa rakyat selaku pemilih amat berdaulat dan punya kuasa menentukan siapa yang layak dipilih sebagai pemimpin.

Lihat saja dari empat kota tersebut yang diikuti 12 pasang calon terdapat lima petahana yang mencalonkan diri kembali. Rupanya di tangan pemilih hanya dua orang yang mendapatkan kepercayaan kembali dan tiga lainnya harus merelakan kursi kepala daerah direbut pesaingnya yang merupakan wajah baru.

Di Padang dua petahana saling unjuk kekuatan yaitu pertarungan antara Wali Kota Mahyeldi dengan Wakil Wali Kota Emzalmi.

Setelah bersama memenangkan pilkada Padang 2014, pada pilkada kali ini mereka memutuskan berhadap-hadapan namun Emzalmi harus mengakui keunggulan Mahyeldi.

Mahyeldi yang memilih berpasangan dengan Hendri Septa dan berdasarkan hitung cepat KPU Padang menang telak dengan perolehan 212.299 suara atau 62,9 persen.

Sedangkan Emzalmi yang berpasangan dengan Desri Ayunda harus memperoleh 125.211 suara atau 37,1 persen.

Meski pun pasangan Emzalmi-Desri diusung tujuh partai yaitu Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP dan Demokrat namun tak mampu mengantarkan pasangan ini meraih kursi wali kota.

Sebaliknya pasangan Mahyeldi-Hendri yang hanya diusung dua partai yaitu PKS dan PAN berhasil meraup suara hingga 62 persen.

Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai kemenangan pasangan calon Wali Kota Padang Mahyeldi-Hendri Septa sudah diprediksi sejak awal.

"Salah satunya penyebab adalah pesaingnya pasangan Emzalmi-Desri Ayunda diusung tujuh partai politik tapi tidak bisa menggerakan meisn politik dengan maksimal," kata dia.

Ia menilai dari tujuh partai yang mengusung Emzalmi-Desri Ayunda bahkan sebagian besar terbelah dan lebih banyak mendukung Mahyeldi-Hendri.

Sementara di sisi lain, pemilih PKS dan PAN yang mengusung Mahyeldi-Hendri lebih solid dan paralel suaranya dengan dukungan kepada pasangan calon, kata dia.

Ia menyampaikan faktor paling banyak menentukan kemenangan di Pilkada Padang adalah figur Mahyeldi sebagai Wali Kota petahana.

"Mahyeldi menuai insentif politik yang lebih besar terlihat dari tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi atas perubahan pembangunan dalam empat tahun terakhir," katanya.

Sementara di Pariaman Wakil Wali Kota petahana Genius Umar yang mencalonkan diri bersama Mardison Mahyuddin berhasil memperoleh 54,95 persen suara diikuti pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan 41,18 persen dan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal 3,87 persen.

Genius yang diusung lima parpol yaitu Partai Golkar, Partai PPP, Partai PAN, PDIP, Partai Bulan Bintang maju bersama ketua DPRD Pariaman Mardison Mahyuddin yang juga menjabat ketua Golkar Pariaman.

Pesaingnya Mahyuddin juga bukan wajah baru karena pernah menjabat sebagai Wali kota di daerah yang berjuluk kota Tabuik itu. Sedangkan wakilnya M Ridwan merupakan politisi muda PKS yang pernah menjabat sebagai ketua PKS Pariaman.

Kemudian calon Wali Kota Dewi Fitri merupakan satu-satunya calon perempuan pada perhelatan pilkada serentak di empat kota yang berpasangan dengan Pabrisal.

Lain halnya di Padang Panjang yang diikuti empat pasang calon dua petahana yaitu Wali Kota Hendri Arnis dan Waki Wali Kota Mawardi harus merelakan kursi wali kota kepada pesaingnya.

Hendri Arnis yang berpasangan dengan Eko Furqani hanya meraih 36,30 persen suara atau harus mengakui keunggulan pendatang baru Fadly Amran-Asrul yang meraih 39,62 persen suara.

Sedangkan Wakil Wali Kota petahana Mawardi yang maju bersama Taufik Idris memperoleh 16,54 persen suara dan pasangan Rafdi M Syarif-Ahmad Fadli meraih 7,54 persen suara.

Hal serupa juga terjadi di Sawahlunto. Pasangan petahana Ali Yusuf-Ismed yang mencalonkan diri kembali harus takluk dan mengakui kemenangan Deri Asta-Zohirin Sayuti.

Ali Yusuf-Ismed yang sudah menjabat wali kota satu periode hanya mendapat dukungan 33,70 persen, Deri Asta-Zohirin Sayuti 47,08 persen dan Fauzi Hasan -Dasrial Ery 19,21 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) Riset dan Konsultan, Edo Andrefson kunci kemenangan Calon Wali Kota Pariaman Genius Umar adalah figur yang kuat dan memiliki basis yang merata di empat kecamatan yang ada.

Figur keduanya cukup kuat, satu wakil wali kota, satu ketua DPRD , apalagi genius dikenal sebagai sosok intelektual dan perencana kota, kata dia.

Sedangkan di Padang Panjang ia melihat isu yg berkembang soal kinerja dan beberap kasus yang terjadi menggerus suara pertahana.

Karena kotanya kecil jadi pertarungan ini dimulai dari siapa yang bisa mengkondisikan relawan dan masyarakat lebih awal, kesiapan ini yang dimiliki Fadly Amran - Asrul, ujarnya.

Ia juga menilai Wakil Wali Kota petahana di Padang Panjang juga terlambat membangun basis dan relawan dan di kota yang berjuluk Serambi Mekkah ini juga modal menjadi alasan penentu kemenangan.

Di Sawahlunto ia menganalissi kekalahan petahana terjadi karena dianggap belum berhasil melanjutkan ide pembangunan Wali Kota sebelumnya Amran Nur.

Selain itu kasus yang ada di sekeliling Ali Yusuf juga turut menggerus suara dan Deri asta berhasil merebut basis suara di Talawi yang jumlah pemilihnya besar, kata dia.

Berkaca dari kekalahan tiga petahana tersebut tersirat pesan masyarakat menjadi pemegang kedaulatan yang menentukan siapa yang layak menjadi pemegang tampuk pemerintah kota.

Jika calon tersebut dinilai memiliki karya nyata maka diberikan kesempatan untuk memimpin kembali, namun jika tak tampak hasil kerja bersiaplah untuk diganti dengan kandidat lain.

(Antara Sumbar)

Tanpa Huru Hara, Pidato Kemenangan Mahyeldi Berlangsung Penuh Syukur


Konferesi Pers pidato kemenangan pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Padang pasangan nomor urut 2 Mahyeldi-Hendri berlangsung sederhana.

Konferensi pers ini berlangsung di posko induk pemenangan Mahyeldi-Hendri di jalan A.Yani, Padang (27/6). Tampak hadir warga kota Padang, relawan, simpatisan, tim sukses hingga walikota Payakumbuh bercampur tanpa memandang siapa orangnya.

Tak ada juga selebrasi yang berlebih seperti huru-hara, nyanyi-nyanyian yang heboh atau bersifat berlebih. Sebaliknya, konferensi pers berlangsung khidmat dikarenakan banyak diantara relawan Mahyeldi-Hendri sengaja berpuasa sunnah untuk kemenangan Mahyeldi-Hendri.

“Saya berdoa, tahajud malam berdoa untuk kemenangan Mahyeldi-Hendri, semoga kemenangan ini Allah rhidoi, dan kami relawan bernazar untuk melanjutkan puasa sunnah ini, karena kemenangan Mahyeldi-Hendri takdir dari Allah SWT dan itu patut kita syukuri” ungkap titi salah satu relawan Mahyeldi-Hendri. (dr)

Cara Mahyeldi Menanti Hasil Pilkada


Sederhana adalah citra yang melekat pada sosok seorang Mahyeldi. Setelah tadi pagi usai menyoblos, Mahyeldi justru asyik bermain dengan cucu. Sore ini Mahyeldi berbuka puasa yaumul bidh di Rumah Makan Talago Handayani.

Mahyeldi memang sosok yang sederhana, tidak banyak muluk-muluk dan jauh dari perayaan yang berlebihan. Hal ini juga tercermin dari suasana konferensi pers di base camp relawan yang beralamat di jalan Ahmad Yani. Warga, relawan dan seluruh tim pemenangan berbaur dalam suatu ruangan. Mengucap syukur dan saling berangkulan.

"Mahyeldi memang sosok yang sederhana, meski hari ini adalah perhelatan besar pilkada beliau tetap seperti biasa. Datang pagi ke TPS, main sama cucu dan berbuka puasa di rumah makan sederhana", ujar Yanti warga Pauh yang menyimak rutinitas Mahyeldi hari ini.

Kesederhanaan Mahyeldi patut menjadi contoh bagi pemimpin negeri ini.
(Sabai)

Dihari Pemilihan Mahyeldi - Hendri Tetap Berpuasa


Dihari pemilihan calon walikota dan wakil walikota Padang pada hari ini  27 juni pasangan calon nomor urut dua melakukan puasa sunnah yaumul bidh.

Ibadah puasa tersebut dilakukan dalam ragka beribadah kepada Allah agar senantiasa dalam lindungannya dan mendekatkan diri kepadanya.

" karena doa orang berpuasa di jabah dan senantia dalam lindungan Allah" ucap Mahyeldi kepada redaksi Babarito rabu 927/6).

(t.a)

Dukung Mahyeldi Sepenuh Hati Pendukung Nazarkan Kemenangan


Dibalik setiap perjuangan relawan dan pendukung Mahyeldi-Hendri, tersimpan cinta yang istimewa. Relawan tidak cuma memberikan sumbangsih waktu, tenaga dan dukungan. Lebih dari itu, tersimpul ikatan hati yang menyuratkan dukungan solid untuk masa depan Kota Padang.

Saat konfrensi pers sebelum pengumuman total perolehan suara oleh KPU, perwakilan relawan sampaikan akan bernazar jika Mahyeldi-Hendri menang.

"Jika pengumuman KPU sudah keluar dan kita diumumkan sah menang, kita semua akan menunaikan nazar puasa langsung besok harinya," ujar perwakilan relawan.

Mahyeldi sangat berharap, warga Kota Padang tetap bersatu dan solid untuk Kota Padang.
(Sabai)

Mahyeldi: Kemenangan Ini Atas Izin Allah

Pasangan Mahyeldi-Hendri dipastikan menang dalam hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei di Pilkada Padang

Dalam pidato kemenangannya versi quick count, Mahyeldi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua elemen yang telah bekerjasama menyukseskan pilkada kota Padang ini di posko pemenangannya di Jalan A.Yani Padang (27/6).

“Terimakasih kepada semua warga kota Padang yang telah menggunakan hak pilihnya. Terimakasih kepada tim pemenangan, relawan, tim Mahen dari tingkat kota sampai pada kelurahan, RT dan bahkan simpul –simpul  terkecil yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu. Berkat kerjasama, kerja keras kita siang dan malam dan tentunya dengan izin Allah Swt, kita telah memenangkan pilkada  hari ini”

Mengenakan peci hitam dan baju putih, Mahyeldi yang akrab disapa buya itu mengajak warga kota Padang untuk menjaga kondusifitas warga kota “Agar suasana yang kondusif dan aman ini, kita rapatkan kembali barisan untuk mewujudkan Padang yang Madani, Maju Kotanya, bahagia Warganya. Pilkada sudah selesai, saatnya kita  kembali menyatu, mengokohkan persaudaraan dan kebersamaan” ungkapnya. (dr)

Wagub Nasrul Abit, Yang Menang Jangan Berlebihan dan Yang Kalah Legowo


Padang - 4 ( empat) Kota di Sumbar tengah melaksanakan pilkada serentak pemilihan walikota dan wakil walikota, Kota Padang,  Kota Pariaman,  Kota Padangpanjang dan Kota Sawahlunto. Diharapkan yang menang jangan berlebihan menandai kemenangannya dan yang kalah jangan membuat onar legowo berjiwa besar dalam sikap dewasa berdemokrasi.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit setelah acara telekomfren dengan tim kemendagri , bersama Kesbang Pol, Polda,  Dinas Kominfo Sumbar di Kantor Gubernur dengan jadwal pukul 14.00 Wib. Rabu siang (27/6/2018).

Wagub Nasul Abit juga menyampaikan,  secara umum penyelenggaraan pilkada di empat  kota di Sumatera Barat aman dan lancar.  Hampir tidak ada halangan atau kendala,  memang tadi malam hujan di Kota Sawahlunto hingga beberapa TPS di pindahkan dikawal KPU, Panwaslu dan pihak keamanan semua baik hingga saat ini.

Dari pemerintah provinsi  Sumbar kita menargetkan jumlah partisipasi masyarakat pada pilkada tahun ini mencapai 70-75 persen. Tingkat sosialisasi yang cukup lama waktunya ini tentu akan mendorong masyarakat ikut serta dalam memberikan hak politik dan hak pilihnya guna menentukan walikota dan wakil walikota pelanjut pembangunan periode sebelumnya.

Oleh karena siapapun yang menang mesti memberikan sikap taulandan dan berlebihan-lebihan baik oleh paslon sendiri termasuk para tim suksesnya.

Dan yang kalah juga berjiwa besar,  jiia memang ada celah persoalan hukuk lakukanlah dengan baik sesuai prosedur aturan hukum,  sehingga tidak menimbulkan sikap onar yang merusak dan meresahkan masyarakat banyak.

Mari kita ciptakan rasa aman,  damai dan nyaman baik dalam masa pilkada maupuj masa pasca pemungutan suara. Yang terpilih merupakan amanah rakyat yang mesti dipertanggungjawabkan dengan kerja dan ketekunan diri memajukan pembangunan daerah yang dipimpin nantinya,  harap Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa TPS yang telah berakhir masa penghitungan di TPS Kota Padang.

Mahasiswa UNP Kawal Pilkada 2018


Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Relawan Pilkada UNP 2018 ikut mengkawal pilkada kali ini di sejumlah daerah yaitu, kota Padang, Pariaman, Pekanbaru, Riau, dan Duri. Komunitas relawan independen yang berasal dari Mahasiswa UNP  untuk mengamankan, menjaga, mengawasi, dan mengawal Pilkada 2018 dari Politik Uang, Serangan Fajar dan lainnya serta mengajak masyarakat untuk #IndakGolput dan #IkuikMamiliah.

Jika relawan melihat #PolitikUang, kericuhan dan kecurangan dengan membagi-bagikan uang, sembako, hadiah, dan lainnya pada pagi hari maupun sebelum ke TPS (relawan akan memotret peristiwa tersebut, mencari tau mereka dari timses calon dan dari partai apa) dan melaporkan ke Koordinator Relawan untuk segera diproses ke Bawaslu.

Kemudian relawan juga mengingatkan seluruh masyarakat di daerah tempat tinggalnya pada pagi hari untuk #IkuikMamiliah pada Pilkada 2018 dan menjelaskan bahaya #PolitikUang, #GolPut, dan keuntungan #IkuikMamiliah, relawan juga mengecek dan memastikan seluruh masyarakat di daerah tempat tinggalnya untuk telah #IkuikMamiliah, jika masih ada yang belum #IkuikMamiliah, arahkan untuk memilih ke TPS. 

Fahmi Achta Pratama selaku Koordinator Relawan Pilkada UNP 2018 yang juga Menteri Politik dan Propaganda BEM UNP mengatakan relawan berada di TPS untuk ikut serta dalam mengawasi TPS sampai pada dibuka dan dihitungnya kotak suara hingga keluar hasilnya di TPS tersebut.

Terbentuknya komunitas relawan ini merupakan inisiatif dari mahasiswa UNP yang siap mengkawal pilkada. Selain itu, Mahasiswa UNP diluar Relawan Pilkada UNP 2018 juga dihimbau untuk ikut mengkawal bersama-sama proses demokrasi di Indonesia ini.

Tanzilal Wanda Rizki selaku Penanggung Jawab Relawan Pilkada UNP 2018 yang juga Presiden Mahasiswa UNP  mengajak seluruh elemen masyakarat untuk bersama-sama menjaga kesucian demokrasi Indonesia, mengawasi pilkada dari Politik Uang, Politik Transaksional, Politik Sara, dan Intervensi pihak-pihak lain diluar kepentingan rakyat.
(Fahmi)

Hendri Septa: Pilkada Tak Mengubah Kebersamaan


Hendri Septa calon wakil walikota nomor urut 2 menunaikan hak pilihnya di TPS 6, Ulak Karang Utara, Padang (27/6). Bersama dengan istri, kedua orangtua dan kedua anaknya ia berjalan kaki menuju TPS tempatnya memilih.

Saat ditemui setelah melakukan pencoblosan Hendri mengaku optimis dalam pilkada kota Padang tahun 2018 ini “Insya Allah kami optimis, Mudah-mudahan Allah mentakdirkan menjadi kepala daerah kota Padang, siap kalah dan siap untuk menang, insya Allah” ungkapnya.

“Mudah-mudahan kalau insya Allah, Allah takdirkan Mahyeldi-Hendri ditakdirkan menjadi kepala daerah kota Padang kita akan bejerja secara maksimal, membuat terobosan-terobosan agar masyarakat kota Padang makin nyaman tinggal dikotanya ini” Harapnya

Hendri juga menghimbau setelah pilkada masyarakat kota Padang dukung baik pendukung Mahyeldi-Hendri maupun pendukung Emzalmi-Desri selalu menjaga kebersamaan dan jangan sampai mudah terbawa asutan sehingga kebersamaan kita rusak. (*)

Usai Memilih, Mahyeldi Siap Menerima Hasil KPU


Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah melakukan pemilihan bersama istrinya, Harneli Bahar sekitar pukul 09.30 pagi ini.. Sejumlah masyarakat dihadir dilokasi TPS tampak antusias menyambut kedatangan calon Walikota Padang dengan nomor urut II tersebut.

Di lokasi pemilihan, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, sangat bersyukur dalam pesta demokrasi hari ini, tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih meningkat, dibandingkan Pilkada dan Pilgub sebelumnya.

"Ya, Alhamdulillah, kita sudah selesai mencoblos, dan mudah-mudahan warga Kota Padang partisipasinya makin meningkat untuk pilkada dibandingkat pilkada dan pilgub sebelumnya,"katanya.
Mahyeldi berharap di Pilkada kali ini suasana Kota Padang dapat kondisif, tenang, aman dan damai. Karena memang, agenda Pilkada ini sudah berulang kali dilakukan.

"Dan mudah-mudahan masyarakat dapat semakin dewasa dan cerdas dalam menyikapi kondisi Pilkada pada hari ini dan agenda-agenda demokrasi lainnya," kata Mahyeldi.

Saat diwawancarai media terkait hasil Pilkada hari ini. Ia mengatakan, apapun hasil yang didapat dalam agenda demokrasi pada hari ini bisa diterima dengan baik dan hasilnya harus bisa diterima dengan besar hati.

"Insya Allah demi untuk Kota Padang, demi untuk Sumatera Barat ini dan agenda-agenda demokasi harus kota junjung tinggi apapun hasilnya demo NKRI, Dan Insya Allah mari kita bangun Kota Padang lebih baik dan percepat pembangunannya," ungkap Wali Kota Padang ini. (XYZ)

Sumber: kabarnagari.com

Usai Pencoblosan Emzalmi Ingatkan Lagi Programnya


Emzalmi, calon Walikota Padang nomor urut 1 selesai melakukan pencoblosan TPS 1 Kelurahan Cupak Tangah, Pauh tepat pukul 09.15 WIB. Emzalmi datang ke TPS bersama istri, anak dan menantunya.

Selesai melakukan pencoblosan, Wakil Walikota Padang tersebut langsung diwawancarai oleh beberapa awak media. Dalam wawancara tersebut Emzalmi kembali mengulang-ulang tawaran program unggulannya yang telah beberapa kali disampaikan dalam setiap debat dan kampanye.

Emzalmi berharap Kota Padang dipimpin oleh pemimpin yang amanah dan memahami persoalan Kota Padang. Emzalmi mengklaim bahwa ia dan Desri Ayunda telah melakukan semua gagasan tersebut.

Pada kesempatan lain, Calon Walikota nomor urut dua, Mahyeldi yang melakukan pemilihan di TPS 7 Parupuak Tabing. Saat diwawancarai usai melakukan pencoblosan, Walikota Padang mengingatkan kembali kepada seluruh warga Kota Padang tetap menjaga persatuan setelah Pilkada ini selesai. Selain itu Mahyeldi bersama Hendri Septa siap menerima kemenangan ataupun kekalahan. (XYZ)

Pilkada Badunsanak Mahyeldi Himbau Warga Agar Tetap Menjaga Persatuan



Pagi ini Mahyeldi dan Istri Harneli Bahar beserta keluarga besar telah usai menunaikan pencoblosan. Tepat pukul 08.00 WIB Mahyeldi beserta keluarga sudah berada di TPS 07 Parupuk Tabing. Kemudian mendapatkan kesempatan mencoblos pukul 08.22 WIB.

Usai mencoblos, Mahyeldi menghimbau warga agar tetap menjaga persatuan.

" Saya menghimbau seluruh warga untuk bersama-sama tetap menjaga persatuan. Karena ini adalah harga mati kita. Jangan sampai karena pilkada ada perpecahan, tetap jaga keutuhan kesatuan dan persatuan keluarga, tetangga maupun dengan seluruh warga lain di Kota Padang ini."

Pemilu akan berlangsung hingga pukul 13.00 siang ini. Mahyeldi berharap semua dapat berjalan lancar dan tidak ada tindak kekerasan dan perpecahan diantara waga.
(Sabai)

Usai Memilih, Mahyeldi Asyik Bermain Dengan Cucunya


Pesta Demokrasi Kota Padang dimulai hari ini (27/6) dari pukul 07.00 panitia di setiap TPS. Panitia bersama para saksi dari masing masing Paslon menunggu kedatangan warga  kota Padang yang akan memilih.

Sebagai warga negara yang baik, Mahyeldi sebagai Walikota Padang  telah menggunakan hak pilihnya di TPS 7 Parupuk Tabing bersama sang Istri, Harneli Bahar.

Usai memilih, Mahyeldi pulang kerumah dan tampak terlihat Mahyeldi lagi asyik  bermain dengan cucunya yang baru lahir  8 Juni 2018 lalu. (A.K)

1.600 Saksi Mahyeldi - Hendri Telah Hadir Sebelum TPS Dibuka

Sebanyak 1.600 saksi dari pasangan calon walikota dan wakil walikota Padang Mahyeldi - Hendri telah siap hadir di TPS masing - masing sebelum TPS dibuka.

Saksi dari paslon Mahyeldi - Hendri tersebut sudah harus hadir di TPS maksimal 30 menit sebelum TPS dibuka yakni jam 6.30 wib.

Hal tersebut mendakan kesiapan dari tim pemenangan paslon Mahyeldi - Hendri yang selektif dan mengedukasi saksi untuk siap menyambut dan menyukseskan Pilkada Kota Padang.

(t.a)

Paslon Walikota Dan Wakil Walikota Padang Coblos di TPS Ini


Pilkada serentak 27 Juni mendatang akan diikuti oleh 171 daerah termasuk dalam 17 provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Begitu juga dengan masyarakat Kota Padang akan memilih calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, Rabu (27/6) besok.

Tak terkecuali dua Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kota Padang nomor urut satu Emzalmi - Desri Ayunda dan nomor urut 2 Mahyeldi - Hendri Septa.

Pada kedua Paslon Walikota dan  Wakil Walikota Padang memilih di TPS dan kecamatan yang berbeda. Paslon urut nomor satu Emzalmi - Desri Ayunda, Emzalmi di Cupak Tangah TPS 1 dan Desri Ayunda di Cengkeh TPS 6.

Sedangkan untuk pasangan Mahyeldi - Hendri Septa, Mahyeldi akan mencoblos di Parupuk Tabing TPS 7, dan Hendri Septa mencoblos di Ulak Karang Utara TPS 6. (A.K)

5 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mencoblos




Pilkada serentak 27 Juni mendatang akan diikuti oleh 171 daerah termasuk dalam 17 provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelum berpartisipasi dalam pesta demokrasi lokal terbesar, mari simak lima hal penting yang perlu kamu ketahui.

1. Pastikan namamu terdaftar di DPT

Jika kamu berhak untuk memberikan suara dalam Pilkada serentak 27 juni mendatang, pastikan nama kamu masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Namamu di DPT akan dijadikan acuan untuk pembagian formulir C6 yang harus dibawa saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Formulir C6 harus disampaikan kepada pemilih terdaftar selambat-lambatnya satu hari sebelum hari pemungutan suara.

Jika kamu belum terdaftar, kamu bisa langsung datang membawa KTP, atau identitas lain ke TPS yang sesuai dengan domisili kamu, satu jam sebelum pemungutan suara berakhir.

Kami sarankan kamu mengurus formulir C6 sebelum hari H untuk menghindari timbulnya masalah saat pencoblosan.

2. Datang tepat waktu

Rapat pemungutan suara akan dimulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 12:00 siang waktu setempat.

Calon pemilih yang belum terdaftar di DPT dapat mulai memberikan suaranya pada pukul 12:00 siang, sepanjang surat suara masih tersedia. Jika sudah habis, maka kamu akan diarahkan menuju TPS terdekat lainnya.

3. Kenali kandidatmu

Pastikan kamu sudah mengetahui siapa saja calon gubernur, bupati, atau wali kota yang kamu pilih.

Akan lebih baik jika kamu sudah memastikan pilihan kamu sebelum berangkat ke TPS, dengan melihat latar belakang dan kualitas para kandidat.

4. Jangan sampai salah coblos

Setelah mengetahui siapa yang akan kamu pilih, pastikan kamu mencoblos surat suara dengan benar, agar suaramu sah.

Kamu hanya boleh memilih satu pasang kandidat dan lubang harus berada di dalam kotak yang tersedia. Jika kamu masih bingung, periksa petunjuk pencoblosan surat suara di TPS.

5. Patuhi peraturan yang berlaku

Berpartisipasi dalam pesta demokrasi memang menyenangkan, tapi pastikan kamu tidak melanggar peraturan yang ada.

Kamu tidak boleh menggunakan telepon genggam di bilik suara, termasuk untuk mengambil gambar surat suara atau selfie. Selain itu, kamu juga tidak boleh menyerobot antrian dan harus sabar menunggu giliranmu.

(Rappler)

Ketahui Jadwal Memilih Sebelum Pergi Ke TPS


Berdasarkan peraturan KPU No. 8/2018 dan SE No. 574/2018 ketiga jenis pemilih memiliki jadwal memilih yang berbeda. Selain memastikan terpenuhinya syarat-syarat yang harus dibawa ke TPS. Pemilih harus tahu jadwal unuk memilih.

Pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT) waktu memilih pukul 07.00 hingga pukul 13.00. Pemilih DPPH yang sudah mengurus surat numpang milih atau A5 memilih dari pukul 07.00 hingga pukul 13.00. Sedangkan pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) memilih pukul 12.00 hingga pukul 13.00.

Ada baiknya pemilih sering mengabarkan kepada pemilih lain agar datang lebih awal ke lokasi. Ingat,  lima menit memilih akan menjadi masa depan lima tahun nasib Kota Padang kedepan. Selamat berdemokrasi. (Sabai)


Panwaslu: 319 TPS Kategori Rawan di Kota Padang


Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Padang menyatakan dari 1600 TPS Pilkada Padang, terdapat 319 TPS masuk kategori rawan.

“Data ini berdasar kuesioner yang kami kirim pada pengawas TPS. TPS rawan itu menyebar pada 11 kecamatan di Kota Padang dan terbanyak di Kecamatan Kuranji,” ungkap Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Padang, Bahrul Anwar, Minggu (24/6).

Bahrul menjelaskan, ada enam variabel yang dijadikan acuan menetapkan TPS rawan. Masing-masing, akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih. Kemudian, politik uang, netralitas KPPS, gangguan proses pemungutan, dan kampanye di TPS.

“Dari enam variabel itu dijabarkan dalam 14 indikator. Contohnya, akurasi data pemilih, ternyata ada pemilih memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT, atau sebaliknya pemilih tak memenuhi syarat namun masuk dalam DPT. Kemudian terindikasi ada aktor politik uang diwilayah TPS,” kata Bahrul didampingi Ketua Panwaslu Padang Dori Putra.

Dari 319 TPS rawan, sebaran terbanyak berada di Kecamatan Kuranji, yakni 120 TPS. Disusul Kecamatan Padang Selatan 52 TPS, dan Koto Tangah 40 TPS.

“Memang di Kuranji, paling banyak TPS rawan. Hampir setiap indikator kerawanan ada di Kuranji,” ulas Bahrul.

Bahrul berharap, data TPS rawan dijadikan pegangan oleh penyelenggara dan pengamanan Pilkada untuk mengambil sikap antisipasi sejak dini, supaya kecurangan tak terjadi.

“Kami menyiapkan perlakuan khusus bagi TPS rawan, tentu perlakuan pengawasan sesuai dengan indikasi kerawanannya. Apakah karena ada dugaan politik uang, atau ketidaknetralan petugas pemungutan,” ucapnya.

Sumber: hariansinggalang.co.id

Militannya Pendukung Mahyeldi-Hendri


Kampanye akbar telah selesai dilaksanakan, meski hujan mendera tak menyurutkan semangat para pendukung Mahyeldi-Hendri.

Usainya kampanye akbar hari ini menyadarkan bahwa pendukung Mahyeldi-Hendri memiliki militansi yang luar biasa.

Jauh-jauh hari hal tersebut sudah teruji. Pengamat Politik Universitas Andalas Padang,  Asrinaldi pernah memaparkan soal militansi pendukung pasangan Mahyeldi-Hendri.

Dikutip dari Kabarnagari.com ia menjelaskan, kader dari dua partai pengusung PAN - PKS sangat solit, tidak hanya di Padang tapi seluruh Indonesia.

"Mahyeldi - Hendri mereka mempunyai kader yang sangat solit," kata Asrinaldi.

Asrinaldi kemudian juga menjelaskan bahwa menurutnya kelebihan dari relawan Mahyeldi Hendri adalah berjuang dan bekerja dengan lillahi ta'ala

"Tentunya kelebihan tersebut tidak dimiliki oleh pasangan Emzalmi-Desri Ayunda. Akan tetapi, walaupun begitu, Emzalmi-Desri Ayunda jelas punya basis masa tradisional," ungkapnya.

Dengan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing paslon, semoga dapat memunculkan kesadaran berpolitik yang semakin baik bagi warga kota Padang. (Sabai)