BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label PALESTINA. Show all posts
Showing posts with label PALESTINA. Show all posts

Pelapor PBB Desak Komunitas Internasional untuk Tekan Israel

( pict from google)

Pelapor khusus PBB untuk situasi di Palestina Michael Lynk mendesak komunitas internasional meminta pertanggung jawaban Israel atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya. Hal itu dia utarakan setelah berkunjung ke Yordania selama sepekan dan bertemu dengan sejumlah organisasi HAM Palestina dan Israel.

Dalam pernyataannya, dia mengaku menyayangkan keputusan Israel yang tak mengizinkannya masuk ke negaranya. Menurut dia hal itu bertentangan dengan kewajiban Israel sebagai anggota PBB.
“Sekarang adalah waktunya bagi komunitas internasional untuk meminta pertanggung jawaban Israel sepenuhnya atas tindakannya dan untuk menentukan apakah peran Israel sebagai kekuatan pendudukan telah melewati garis merah terang menjadi ilegal,” ujarnya, dikutip laman Anadolu Agency, Sabtu (13/7).

“PBB telah menyatakan dalam banyak kesempatan bahwa permukiman ilegal Israel, aneksasinya atas Yerusalem Timur adalah melanggar hukum dan pelanggaran HAM-nya terhadap warga Palestina melanggar perjanjian internasional,” kata Lynk menambahkan.

Pada akhir Juni lalu, Lynk mengatakan pendudukan Israel atas Palestina harus diakhiri dalam lingkup hukum internasional. Menurutnya, tak ada cara lain yang dapat ditempuh untuk menuntaskan perselisihan antara kedua negara tersebut.

“Tanpa kerangka hukum internasional, rencana perdamaian apa pun, termasuk proposal yang akan datang dari Amerika Serikat (AS), akan membentur kumpulan realisme politik,” ujar Lynk.

Dia mengungkapkan setiap rencana perdamaian Timur Tengah yang disodorkan selama lima dekade terakhir, seluruhnya berujung kegagalan. “Sebagian besar karena mereka tidak secara serius mendesak pada pendekatan berbasis hak untuk perdamaian antara Israel dan Palestina,” ucapnya.

Menurut Lynk, terdapat enam prinsip yang sangat penting dalam proses perdamaian Israel dengan Palestina, antara lain tentang hak asasi manusia (HAM), penentuan nasib sendiri, pencaplokan lahan, permukiman ilegal, keamanan, dan nasib pengungsi Palestina.

“Jika rencana perdamaian gagak mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, hal itu pasti akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulunya dan membuat konflik lebih mengakar dan kehilangan harapan daripada sebelumnya,” kata Lynk.

“Konsensus internasional saat ini mendukung solusi dua negara, yang membutuhkan negara Palestina yang berdaya, berdampingan, dan berdaulat penuh, berdasarkan perbatasan Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujar dia menambahkan.

( sumber: republika)

UNICEF: Dalam Setahun 40 Anak Terbunuh dan 3000 Anak Dirawat di Gaza

(pict: suara palestina)

United Nations International Children's Emergency Fund(UNICEF) mendata sebanyak 40 anak-anak tewas dalam demonstrasi yang terus terjadi di sepanjang perbatasan jalur Gaza dan Israel selama setahun terakhir. UNICEF pun mendesak adanya deeskalasi di jalur Gaza.

“Sekitar 40 anak-anak terbunuh dan hampir 3.000 lainnya dirawat di rumah sakit karena cedera, banyak juga yang mengalami cacat seumur hidup,” kata Direktur UNICEF untuk Timur Tengah, Geert Cappelaere.

Cappelaere mengatakan UNICEF begitu geram dengan tingginya jumlah anak-anak yang terbunuh dan terluka akibat konflik bersenjata yang kembali berkecamuk di perbatasan sejak protes berlangsung pada 2018. Ia pun meminta kedua belah pihak agar memastikan anak-anak tak menjadi sasaran.

“Mengeksploitasi anak-anak atau memasukkan mereka ke dalam kekerasan adalah pelanggaran  terhadap hak-hak anak,” katanya. Pernyataan UNICEF itu disampaikan menyusul gejolak hebat yang terjadi kembali pekan ini di jalur Gaza. (Killua)

sumber: Republika

Israel Serbu Kota Al Bireh dan Cederai Warga Palestina


Sejumlah warga Palestina pada Ahad (6/1) cedera akibat ditembak peluru logam yang berlapis karet. Beberapa lainnya mengalami sesak napas saat bentrokan di Al-Bireh, dekat Ramallah.
Koresponden WAFA melaporkan, "pasukan Israel menyerbu Kota Al-Bireh, menyerbu toko komersial, dan menyita gambar dari kamera keamanan, sehingga menyulut bentrokan dengan warga. Pasukan Israel menggunakan peluru logam yang dilapisi karet dan gas air mata terhadap warga, menembak dan melukai beberapa orang dengan peluru karet. Beberapa warga Palestina juga menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata."
Pada Ahad pagi, seorang anak yang berusia 16 tahun dilaporkan ditembak. Ia menderita luka parah akibat peluru logam yang berlapis karet selama penyerbuan militer Israel ke dalam Kota Al-Bireh. Penyerbuan militer Israel itu dilancarkan setelah satu bus Israel dibakar pada Sabtu malam di dekat permukiman Beit El.
Sementara itu, pesawat tempur Israel pada Ahad menyerang beberapa sasaran di Khan Hounis di bagian selatan Jalur Gaza dan sasaran lain di bagian utaranya. Hal itu menimbulkan kerusakan, tapi tidak merenggut korban.
Koresponden WAFA mengatakan, beberapa pesawat tempur menembakkan dua rudal ke satu lokasi di sebelah timur Khan Younis. Tembakan mengakibatkan kebakaran dan benar-benar menghancurkan tempat tersebut.
Beberapa helikopter Israel juga menembakkan rudal ke satu lokasi di sebelah timur Kota Gaza. Rudal menghancurkan wilayah itu dan membuat panik warga permukiman tersebut, terutama anak-anak. Sasaran ketiga diserang di Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza dan senjata artileri mengebom satu daerah terbuka di sebelah timur Jabalya.
Israel menyatakan, serangan tersebut dilancarkan setelah beberapa warga Palestina menerbangkan balon yang dibakar ke dalam wilayah Israel Selatan. Padahal, balon itu jatuh tanpa mengakibatkan kerusakan atau melukai warga. (Killua)

Sumber : republika.co.id

Israel Tembaki Nelayan Palestina di Gaza


Kapal-kapal nelayan Palestina di Jalur Gaza kembali ditembaki pasukan Israel, Sabtu (5/1) pagi waktu setempat. Tak ada korban luka atau tewas akibat kejadian tersebut.


Dilaporkan laman the Times of Israel, penembakan terhadap nelayan-nelayan Palestina diduga terjadi karena mereka melewati zona pencarian ikan yang telah ditetapkan Israel. Hal itu memang selalu menjadi alasan pasukan keamanan Israel untuk melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal nelayan Palestina.

Israel memang sangat ketat memblokade wilayah perairan Gaza. Para nelayan hanya diizinkan mencari ikan dalam radius tiga mil dari bibir pantai. Ketetapan itu sangat menghambat para nelayan Palestina.

Tak sedikit dari mereka yang bertaruh nyawa dengan menerabas zona tersebut guna memperoleh ikan yang lebih banyak. Mereka mengambil konsekuensi ditembaki pasukan keamanan Israel.

Pada September tahun lalu, Bank Dunia telah menerbitkan laporan terbaru tentang kondisi perekonomian di Jalur Gaza. Bank Dunia menyebut, setelah diblokade selama lebih dari satu dekade, perekonomian di Gaza telah ambruk.

Menurut Bank Dunia, Gaza mengalami minus enam persen dalam pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2018. Sejak saat itu, terdapat indikasi tentang akan terjadinya kemerosotan lebih lanjut.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, salah satunya keputusan Otoritas Palestina memangkas dana sebesar 30 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk Gaza setiap bulannya. Kondisi kian diperburuk oleh pemotongan dana bantuan dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). UNRWA diketahui tengah mengalami krisis pendanaan setelah AS memutuskan menangguhkan dan akhirnya menghentikan pendanaannya untuk lembaga itu.

Menurut Bank Dunia, kemerosotan ekonomi di Gaza tak dapat lagi ditopang dengan aliran dana bantuan asing yang berangsur menurun. Sektor swasta pun tak bisa memberikan kontribusi karena adanya pembatasan gerak terhadap akses pasar dan bahan-bahan utama.

Laporan Bank Dunia menekan perlunya pendekatan seimbang terhadap situasi di Gaza. Dibutuhkan kombinasi tanggapan krisis segera, dengan langkah-langkah langsung guna menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Berita Terkait
Menteri Inggris Desak Israel Batalkan Pembangunan Permukiman
Qatar Usulkan Pembangunan Bandara di Gaza
Militer Israel Luncurkan Kamera Pengantai ke arah Lebanon

Adapun respons langsung tersebut antara lain memastikan kelanjutan dari layanan utama, seperti energi, air, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan mendesak lainnya adalah meningkatkan daya beli masyarakat guna memulihkan kegiatan perekonomian. Hal itu dapat dilakukan memperluas zona penangkapan ikan di luar batas tiga mil yang sangat ketat menuju 20 mil yang disepakati 1990-an.

Sumber : republika.co.id