BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Dali, Keju Batak dengan Ektrak Daun Alo-alo

Dokumentasi : Ayu Wandira 
Dilatar belakangi oleh minimnya data ilmiah tentang pembuatan keju batak atau dali, seorang mahasiswi UNAND (Ayu Wandira, Peternakan /2014) melakukan penetian pada proses pembuatan Dali, keju tradisional dari Tapanuli Utara, provinsi Sumatera Utara.

Ayu menyadari bahwa Indonesia memiliki banyak budaya dan tradisi serta makanan tradisional sebagai bukti keragaman. Namun, tak banyak referensi ilmiah yang menyuguhkan informasi mengenai proses pembuatan makanan tradisional terutama informasi tentang proses pembuatan dali.

Diolah dari susu kerbau dali memiliki bentuk seperti keju dengan warna putih yang khas. Biasanya digunakan masyarakat untuk makanan ketika upacara adat. Di Sumatera Utara dali biasanya disajikan dengan di arsik dengan rempah yang khas dengan tujuan sebagai pengganti lauk.

Dalam penelitiannya Ayu menggunakan koagualan yang  berasal dari ekstra daun tanaman agave sisakan atau yang lebih dikenal dengan alo-alo. Tanaman agave sisalana/Alo-alo memiliki kandungan enzim protease jenis sulhidril yaitu 3,5987 u/ml.  Tanamannya ini juga terdiri dari 20℅ karbohidrat nonton struktural. Setelah diteliti penggunaan ekstrak daun alo-alo ternyata memberikan hasil terbaik dengan penambahan 3% dari berat susu dan dipanaskan pada suhu 65°c dalam waktu 30 menit.

(Sabai)

Pelapor PBB Desak Komunitas Internasional untuk Tekan Israel

( pict from google)

Pelapor khusus PBB untuk situasi di Palestina Michael Lynk mendesak komunitas internasional meminta pertanggung jawaban Israel atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya. Hal itu dia utarakan setelah berkunjung ke Yordania selama sepekan dan bertemu dengan sejumlah organisasi HAM Palestina dan Israel.

Dalam pernyataannya, dia mengaku menyayangkan keputusan Israel yang tak mengizinkannya masuk ke negaranya. Menurut dia hal itu bertentangan dengan kewajiban Israel sebagai anggota PBB.
“Sekarang adalah waktunya bagi komunitas internasional untuk meminta pertanggung jawaban Israel sepenuhnya atas tindakannya dan untuk menentukan apakah peran Israel sebagai kekuatan pendudukan telah melewati garis merah terang menjadi ilegal,” ujarnya, dikutip laman Anadolu Agency, Sabtu (13/7).

“PBB telah menyatakan dalam banyak kesempatan bahwa permukiman ilegal Israel, aneksasinya atas Yerusalem Timur adalah melanggar hukum dan pelanggaran HAM-nya terhadap warga Palestina melanggar perjanjian internasional,” kata Lynk menambahkan.

Pada akhir Juni lalu, Lynk mengatakan pendudukan Israel atas Palestina harus diakhiri dalam lingkup hukum internasional. Menurutnya, tak ada cara lain yang dapat ditempuh untuk menuntaskan perselisihan antara kedua negara tersebut.

“Tanpa kerangka hukum internasional, rencana perdamaian apa pun, termasuk proposal yang akan datang dari Amerika Serikat (AS), akan membentur kumpulan realisme politik,” ujar Lynk.

Dia mengungkapkan setiap rencana perdamaian Timur Tengah yang disodorkan selama lima dekade terakhir, seluruhnya berujung kegagalan. “Sebagian besar karena mereka tidak secara serius mendesak pada pendekatan berbasis hak untuk perdamaian antara Israel dan Palestina,” ucapnya.

Menurut Lynk, terdapat enam prinsip yang sangat penting dalam proses perdamaian Israel dengan Palestina, antara lain tentang hak asasi manusia (HAM), penentuan nasib sendiri, pencaplokan lahan, permukiman ilegal, keamanan, dan nasib pengungsi Palestina.

“Jika rencana perdamaian gagak mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, hal itu pasti akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulunya dan membuat konflik lebih mengakar dan kehilangan harapan daripada sebelumnya,” kata Lynk.

“Konsensus internasional saat ini mendukung solusi dua negara, yang membutuhkan negara Palestina yang berdaya, berdampingan, dan berdaulat penuh, berdasarkan perbatasan Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujar dia menambahkan.

( sumber: republika)

BPW Ar Risalah Sumbar Dikunjungi BWI Pusat


Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat menerima kunjungan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Kamis (4/7). Hadir diantaranya Hendri Tanjung dan Ahmad Nizar yang merupakan Ketua dan Staf Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazhir.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Yayasan Waqaf Ar Risalah, ketua yayasan , Arwim Al Ibrahimy menyampaikan bahwa Ar Risalah saat ini sedang menuntaskan persiapan menyambut tahun ajaran baru 2019-2020. Ia juga menyinggung berbagai capaian wakaf Ar Risalah sejak tahun 2004, diantaranya luas tanah wakaf Ar Risalah yang saat ini sudah mencapai 10 hektar, termasuk rancangan pengembangan dan pengelolaan, seperti pendirian kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah, Mulyadi Muslim. Ia jugamenyampaikan beberapa inovasi baru BPW dalam penghimpunan dan pengelolaan asset wakaf.

“Ar Risalah sudah bisa menerima wakaf uang dan terus melakukan sosialisasi. BPW juga baru saja menerima wakaf sebesar 500 juta rupiah, yang nantinya digunakan untuk membangun masjid di kawasan Ar Risalah” ujar Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumbar.

Sementara itu Ketua Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazhir BWI, Hendri Tanjung, juga menyampaikan saat ini pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi wakaf uang. Ia menyebutkan bahwa di beberapa kampus sudah mulai membuka peluang wakaf uang. Uang yang dikumpulkan nantinya didepositokan, dan dari deposito tadi dikelola menjadi aset wakaf. (Fatih)

4 Orang Mahasiwa UNP Ini Olah Kulit Kakao Jadi Minuman Praktis dan Ekonomis


4 Orang Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mengolah kulit kakao menjadi minuman praktis dan ekonomis. Mereka diantaranya Febri Yuliani  (Kimia 2016), Ernarisa Fitri (Kimia 2017), Zilzila Ulmi Davega (Kimia 2017) dan Annisa Yulindra (PGSD 2016). Berdasarkan rilis yang diterima melalui sosial media, Kamis (4/7), Pengolahan dan pemasaran kulit kakao sendiri berada Jalan Gajah V No. 9 Air Tawar Barat. Mereka juga dibimbing oleh salah satu Dosen Kimia di UNP yaitu Effendi, S.Pd, M.Sc  yang juga menjadi pembina produk mereka tersebut.

Febri Yuliani selaku Ketua Tim Pengolahan dan Pemasaran Kakao mengatakan Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi penghasil kakao terbanyak di Indonesia. Dengan urutan ke 4 penghasil kakao terbanyak, menjadikan limbah kulit kakao melimpah karena kurangnya pemanfaatannya. Jikapun ada pemanfaatan kulit buah kakao itu hanya sebagai pupuk kompos dan pakan ternak. Hal inilah yang menjadi  tantangan bagi generasi muda yang ingin memanfaatkan limbah kulit buah kakao ini menjadi suatu produk minuman yang bermanfaat. Bagaimana minuman herbal ini bisa bersaing dengan produk modern lainnya.

Oleh karena itu, mereka sebagai generasi muda ingin mengembangkan produk ini yaitu “Litao Herbal Drink”  sebagai  inovasi minuman herbal. Berdasarkan literatur yang telah mereka peroleh bahwa kulit buah kakao ini memiliki kadar antioksidan yang sangat tinggi bahkan 20 gram bubuk kulit buah kakao setara antioksidannya dengan satu buah manggis.

Luaran yang diharapkan dari produk PKM-K ini adalah terciptanya produk baru yang berbahan dasar dari kulit buah kakao yang memiliki rasa yang unik, paten sederhana, dan artikel ilmiah.

Berdasarkan literature ilmiah dan jurnal, kulit buah kakao mengandung senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas yang menyebabkan penyakit regeneratif seperti  stroke, sakit jantung, kanker, penuaan dini, dll. Oleh karena itu mereka memiliki ide untuk kulit buah kakao menjadikannya suatu produk baru yang memiliki nilai guna yang tinggi. Dan dapat menciptakan peluang kerja bagi diri sendiri dan orang lain.

Usaha ini bergerak dibidang produksi minuman herbal berbahan dasar kulit buah kakao dan mereka kemas secara modern dalam 2 bentuk , yaitu sachet 25 gram dan combo 250 gram.

Pemasaran Litao Herbal Drink dilakukan dalam 2 cara, yaitu secara langsung maupun online. Hal ini dapat mempermudah interaksi  mereka dengan pembeli. Produk yang mereka hasilkan hanyalah minuman herbal saja yang memiliki rasa yang unik, dan harapan mereka minuman ini bisa menjadi alternatif pengganti kopi karena Litao Herbal Drink ini lebih menyehatkan tanpa kafein dan tanpa efek samping. Jadi setiap kalangan lapisan masyarakat dapat merasakan kenikmatan rasanya. Untuk izin produk sendiri mereka telah mengunjungi beberapa instansi seperti BPOM, MUI, Dinkes, Baristand, dll. Dan semua ini dalam proses dari pihak yang bersangkutan.

Pengembangan pemasaran Litao Herbal Drink tersebut dilakukan dengan cara mempromosikan secara langsung, secara online, dan pemasaran kepada pembeli secara langsung dan melayani pesan antar. Segmentasi dari produk ini adalah semua kalangan masyarakat Sumatera Barat, dan turis local maupun mancanegara. Karena minuman ini memiliki rasa yang unik dan dikemas dalam kemasan yang menarik, dan nama produk yang unik sehingga konsumen akan lebih tertarik. Produk dengan nama “Litao Herbal Drink” ini merupakan produk hasil inovasi dari limbah kulit buah kakao. Hal ini akan meningkatkan nilai guna dan nilai jual kulit buah kakao.

Produk yang berbahan dasar kulit buah kakao ini dilengkapi dengan bahan lainnya yaitu jahe, gula, susu, krimmer, dan vanili. Produk tersedia dalam 2 kemasan, sachet 25 gram seharga 3.000 rupiah dan combo 250 gram seharga 28.000 rupiah. Serta dalam bentuk penjualan mereka juga menyediakan dalam bentuk cup yang dapat langsung dikonsumsi oleh pembeli. Untuk yang ingin mencoba Litao Kobal dapat menghubungi 082389098121 dan Instagram @litaokobal serta email di litaokobal@gmail.com. (Fatih)

BPW Ar Risalah Sumbar Terima 500 Juta Untuk Wakaf Masjid


Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat menerima wakaf sebesar 500 juta rupiah dari dr. Hj. Rosdiana Safar, DSPK. Wakaf uang tersebut diterima langsung oleh Ketua Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah, H. Mulyadi Muslim, Lc, MA di kediaman Rosdiana, Air Tawar Timur, Padang Utara, Rabu (3/7). Dana ini nantinya akan diperuntukkan untuk membangun masjid di kampus Perguruan Islam Ar Risalah, Padang.

Pada kegiatan serah terima sekaligus silaturahim yang juga dihadiri oleh Tim BPW Ar Risalah tersebut Mulyadi menyampaikan ucapan terimakasih kepada wakif yang telah memberikan kepercayaan kepada BPW Ar Risalah untuk mengelola dana wakafnya. Ia juga mengharapkan ke depannya pengelolaan asset wakaf oleh lembaga yang kredibel akan semakin baik dan mengalami peningkatan.

“Potensi wakaf sangat banyak, namun proses wakaf belum terjadi dikarenakan belum bertemunya wakif dengan nazhir, sehingga tidak terkelola dengan baik. Kita berharap ada sinergi yang beik ke depannya antara wakif dengan lembaga. Seperti Ibu Rosdiana, beliau mempunyai banyak kelebihan dan semangat. Kemudian, wakaf yang diberikan oleh beliau nantinya diperuntukan untuk pembangunan Masjid Baitul Ibnu Ismail di Ar Risalah Sumbar,” ujar Mulyadi Muslim.

Rosdiana Safar adalah seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik. Beberapa profesi pernah digelutinya, seperti dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Universitas Baiturrahmah, serta juga pernah bekerja di Kantor Kementerian Agama. Selain itu wanita yang berusia 81 tahun tersebut juga telah melahirkan karya tulis di bidang kedokteran, yaitu buku yang berjudul Parasitologi Kedokteran. (Fatih)

Lotua (Lilin Aromaterapi Daun Lidah Mertua) Produk Inovatif untuk Mengurangi Sick Building Syndrome

Saat ini fakta menunjukkan banyaknya polutan telah menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dunia, salah satu diantaranya adalah masyarakat Indonesia. Menurut NASA polusi udara menyebabkan penyakit yang dikenal dengan nama sick building syndrome, yaitu suatu keadaan akut dari polusi udara yang terdapat dalam ruangan (indoor) yang terjadi dalam lingkungan rumah atau perkantoran dalam kondisi tertutup atau minim ventilasi. Kondisi tersebut menyebabkan mata dan hidung panas seperti terbakar, tenggorokan panas dan kering, kelelahan kronis, menurunkan kemampuan konsentrasi, gemetar, mual, otot kram, kulit kasar dan kering, sakit kepala, hati berdebar, batuk, pilek, dan napas tersengal.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh NASA tahun 1999, menunjukkan bahwa daun lidah mertua mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara. Penyerapan gas polutan oleh tanaman daun lidah mertua mempunyai kemampuan memberikan kesegaran udara pada ruangan yang terkena polusi gas beracun seperti karbon monoksida (CO), yang dikeluarkan oleh asap rokok dan AC. Keistimewaan lain sansevieria atau daun lidah mertua adalah mampu menyerap bahan-bahan beracun, seperti karbon dioksida (CO2), benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

Sebuah ide kreatif lahir dari tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNP yang diketuai oleh Dela Khoiriyah (manajemen 2016). Ekstrak daun lidah mertua diolah menjadi lilin aroma terapi yang mampu mengurangi dampak sick building syndrome akibat dari polutan. Kelompok ini terdiri dari Rizki Adythia Erjon (manajemen 2016), Debby Maulina Sukmadani (pendidikan kimia 2016), Putri Suprijani(manajemen2016) dan Jihan Rizky Fadhilah(ilmu administrasi negara 2017). Dibimbing oleh Wawan Purwanto, MT. PhD tim ini berhasil mengembangkan daun lidah mertua menjadi suatu inovasi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan praktis penggunaannya.


Satu pieces lilin Lotua dijual dengan harga 65.000 saja. Untuk pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi tim produksi melalui akun instagram @lotua_candles.

(Sabai)

4 Siswa Perguruan Islam Ar Risalah Wakili Sumbar Dalam Olimpiade Sains Nasional di Yogyakarta


Empat orang siswa Perguruan Islam Ar Risalah Sumatera Barat hari ini bertolak ke Yogyakarta, mereka akan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) setelah berhasil lolos di tingkat Provinsi Sumbar beberapa waktu yang lalu, Ahad (30/6).

Siswa Ar Risalah yang mewakili Sumbar untuk bertanding di OSN tingkat nasional tersebut adalah M. Zhafif siswa kelas IV SD bertanding pada mata pelajaran IPA SD, M. Anugerah Bintang F siswa kelas VII SMP bertanding pada mata pelajaran IPS SMP, Ibnu Qayyim Assyauqi siswa kelas VIII SMP bertanding pada mata pelajaran matematika SMP dan M. Humam Ridho siswa kelas XI MA bertanding pada mata pelajaran kimia SMA.

Mereka bertanding pada ajang bergengsi ini dan bergabung bersama delegasi OSN dari Sumbar lainnya di tingkat Nasional hingga 6 Juli mendatang. Sebelumnya mereka juga telah mengikuti proses seleksi ketat dan bertahap dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/ kota, dan provinsi hingga akhirnya melaju ke nasional. (Fatih)

BPW Ar Risalah Sumbar Dijajaki Kerjasama Oleh Asuransi Syariah Sun Life Financial



Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat dijajaki kerjasama oleh Asuransi Syariah Sun Life, Rabu (26/6). Penjajakan dilakukan oleh Mukhsin Tarmidzi dan Metra Erawaty selaku Direktur dan Manager Sun Life di Kantor BPW Ar Risalah.

Saat menjamu kedatangan pihak Sun Life untuk penjajakan, Bidang Kesekretariatan dan Administrasi BPW Ar Risalah Sumbar Ilham Yuliandi mengatakan dalam dua hari kedepan akan dipersiapkan legalitasnya dan di follow up, ia mengharapkan kerjasama bisa ditindaklanjuti dengan konsep syariah.

"Kita membuka ruang dengan Bank, Asuransi dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya untuk bekerjasama, termasuk dengan Asuransi Syariah Sun Life. Karena kebutuhan Ar Risalah untuk pendidikan sangat besar. Kita juga tunggu formula dari Sun Life terkait kerjasama yang akan dilakukan" Ujar Mulyadi Muslim selaku Ketua BPW Ar Risalah Sumbar saat diwawancara terkait penjajakan kerjasama tersebut. (Fahmi)

Talkshow Nuansa Iman TVRI Sumbar, Mulyadi Muslim Ajak Meneladani Akhlak Siti Maryam

Dalam acara Talkshow Nuansa Iman yang digelar oleh TVRI Sumbar setiap hari Jum’at pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB, Mulyadi Muslim yang merupakan Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat menjadi narasumber, Jum’at (21/6).

Kegiatan yang dihadiri oleh Majelis Ta’lim Ummatul Umma Purus Kebun, Mulyadi Muslim mengajak untuk meneladani akhlak Siti Maryam. Tidak berputus asa ketika menghadapi berbagai masalah meskipun berada dipuncak keputusasaan. Selain itu, ketika menghadapi persoalan, ikhtihar adalah suatu keharusan dalam penyelesaian masalah, setelah itu barulah wilayah Allah SWT untuk menentukan keputusannya.

Kemudian, ia juga menjelaskan Allah mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan ketika menghadapi permasalahan yang berat, tidak perlu kecewa dan protes kepada Allah, semuanya diserahkan kepadaNya. Selain itu juga mesti berdoa dan berusaha ketika menghadapi persoalan tersebut. (Fatih)

Ar Risalah Sumbar Gelar Achievment Motivation Training


Mengawali aktivitas semester 1 tahun 2019/ 2020, Yayasan Wakaf Ar Risalah menggelar Achievment Motivation Training (AMT). Acara tersebut diikuti oleh karyawan Ar Risalah meliputi kepala dan wakil kepala serta guru di lingkungan Perguruan Islam Ar Risalah, Senin (24/6).

Kegiatan yang dilakukan di Kampus Perguruan Islam Ar Risalah ini dilaksanakan selama 1 pekan, dimulai dari Senin, 24 Juni 2019 hingga Jum'at, 28 Juni 2019. AMT sendiri bertujuan untuk meningkatkan prestasi kerja seluruh tim dengan memberikan motivasi.

Dalam sambutan dan pembutaan kegiatan oleh Muhammad Saleh Zulfahmi selaku Pimpinan Perguruan Islam Ar Risalah mengatakan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan prestasi dalam dua hal. Prestasi kinerja dan prestasi moral para karyawan. (Fatih)

4 Orang Lulusan MA Ar Risalah Sumbar Diterima Kuliah di Fatoni University Thailand


4 orang lulusan Madrasah Aliyah (MA) Ar Risalah Sumatera Barat diterima kuliah di Fatoni University Thailand, Selasa (18/6). Mereka lulus dengan beasiswa Tahfizh/ bebas SPP dan lulus tes bahasa Arab dan Inggris. Selain itu mereka juga langsung bisa mengikuti perkuliahan bulan juni ini tanpa harus mengikuti kelas bahasa selama satu tahun.

Mereka yang lulus ini diantaranya Hidayatul Fitriyani, Aisyah Irsyad Syafar, dan Salwa Muthmainnah yang sebelumnya jurusan Timur Tengah MA diterima dijurusan Alqur’an Hadist (Sunnah). Kemudian, Fathimah Radiza yang sebelumnya di jurusan IPS MA diterima dijurusan IT.

Sementara itu, Rani Iqasari selaku Sekretaris Perguruan Islam Ar Risalah saat diwawancarai mengatakan mereka yang lulus sudah hafal Al Qur’an 30 juz. Ia berharap nantinya mereka dapat menjadi teladan dan dapat menerapkan ilmu yang didapatkannya di Ar Risalah serta dapat berdakwah disana. Kemudian lulusan MA Ar Risalah tahun ini perdana diterima dikampus tersebut.

Fatoni University sendiri merupakan univerrsitas muslim terbesar di Thailand. Mahasiswa yang belajar dikampus tersebut juga beragam dari berbagai belahan dunia dan berada di Khao Tum, Yarang Distict Pattani, Thailand.(Fatih)

Sidak Awal Masuk Kerja, Walikota Padang: ASN Pemko Padang Harus Memiliki Semangat Keppoin

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Dinas Perhubungan Dian Fakhri dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Imral Fauzi melakukan sidak awal masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Dinas Pariwisata, Senin (10/6).

Dinas Pariwisata kota Padang saat ini memiliki 60 orang ASN, ditambah siswa  magang dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padang sebanyak 10 orang dan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI sebanyak 6 orang. 

Mahyeldi mengatakan ASN Pemko Padang harus memiliki semangat Keppoin yaitu kemitraan, empati, profesional, inovasi, dan integitas. Kemudian, Mahyeldi juga memberikan motivasi tentang semngat kerja dan tips istirahat sejenak (Kailulah) untuk mencharge konsentrasi dan daya tahan meski hanya 10 menit saja. Karena ketika ASN sehat dan bugar, maka selanjutnya peningkatan disiplin dalam pelayanan masyarakat akan lebih optimal.

Mahyeldi juga memberikan masukan untuk Dinas Pariwisata yaitu, ketika ada informasi atau pengaduan dari masyarakat, mereka mesti segera bertindak. Kemudian, yang paling penting adalah memastikan keabsahan info tersebut dengan mengecek pengirim info dan info yang diberikan melalui nomor kontak pengaduan masyarakat baik itu pengaduan pariwisata dan saber pungli. (Fatih)

Berikan Tausiyah Halal Bi Halal BAPENDA Kota Padang, Mulyadi Muslim: Jadikan Silaturrahim Menambah Umur


“Setelah Ramadhan berakhir, kita disunnahkan merayakan Idul Fitri. Kemudian untuk mengekspresikan kegembiraan Idul Fitri tersebut dapat kita lakukan dengan bersilaturrahim” ucap Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat saat memberikan tausiyah Halal Bi Halal dihadapan ratusan pegawai Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) kota Padang di Palanta Walikota, Sabtu (9/6).

Lebih lanjut, Mulyadi Muslim menjelaskan dalam narasi ke Indonesiaan, silaturrahim dimaknai dengan saling berkunjung, sungkeman dan juga membuat acara Halal bi Halal untuk kelompok, komunitas, lembaga swasta dan bahkan negara. Kemudian, Dilihat dari segi tujuan,silaturrahim  punya tujuan yang mulia untuk mengokohkan persaudaraan, persatuan dan membangun kebersamaan. Tapi tidak sedikit acara Halal Bi Halal atau silaturrahim berbuah kesia-sian dan dosa. Karena acara yang dibuat dikemas dalam bentuk hiburan, perjudian, mengumbar aurat, ikhtilat, bergunjing, menumbuhkan memori cinta lama. Sehingga Inilah yang mesti diwaspadai oleh setiap muslim.

Mulyadi Muslim juga mengingatkan untuk menjadikan silaturrahim ini untuk menambah umur, membangun jaringan, dan menambah rezeki, dan tidak menjadikan silaturrahim sebagai ajang berbuat maksiat dan menambah dosa. (Fatih)

Sajikan 10.000 Bakcang dan Lamang Baluo, Kota Padang Raih Rekor Muri



Awal kepemimpinan Mahyeldi dan Hendri Septa torehkan prestasi. Kota Padang memecahkan 2 rekor muri sekaligus untuk penyajian makanan terbanyak sebanyak 10.000 dalam Festival yang diadakan pada 6-7 Juni 2019.

Festival 10.000 Bakcang dan Lamang Baluo menjadi saksi atas rekor muri tersebut . Festival yang diadakan di kawasan Batang Arau ini menyajikan 10.000 Bakcang Ayam dan Lamang Baluo. Bakcang ialah makanan tradisi etnis Tionghoa. Bakcang itu sendiri terdiri dari dua suku kata yaitu Bak yang artinya daging dan Cang yang artinya kue. Sedangkan Lamang ialah makanan tradisi Minangkabau.

Ketua Panitia, Alam Gunawan menyebutkan dalam pembuatan 10.000  makanan tersebut pihak panitia telah meminta tenaga-tenaga profesional.

"Dalam pembuatan Bakcang ada 7 orang profesional yang kita minta dan 15 orang profesional untuk pembuatan Lamang Baluo." Kata Alam saat pembukaan acara.


Walikota Padang, Mahyeldi berharap festival ini menjadi agenda rutin kota Padang bersama dua etnis tersebut.

"Festival ini kita rencanakan menjadi agenda rutin dan dapat dikemas lebih besar lagi tahun depan. Kami harapkan seluruh pihak dan warga kota Padang dapat mensukseskannya." Ujar Mahyeldi.

Tak hanya sebagai prestasi yang membanggakan bagi warga kota Padang. Hal ini turut memperlihatkan kepada yang lain bahwa keberagaman dan toleransi masih sangat kuat di kota Padang.

Selain itu, Pemko Padang menyebutkan akan menjadikan festival ini sebagai destinasi wisata kuliner kota Padang.

(dv)

Mulyadi Muslim: Ramadhan Adalah Sarana Latihan untuk Menjadi Ibadurrahman


"Ramadhan adalah sarana latihan untuk menjadi Ibadurrahman" ujar Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Mulyadi Muslim saat menjadi Khatib Idul Fitri 1440 H di halaman kantor kecamatan Lubuk Begalung, Rabu (5/6).

Lebih lanjut, saat Khutbah Idul Fitri yang dihadiri oleh Camat Wilmar Mukhtar serta ratusan umat Islam kecamatan Lubuk Begalung ini, Mulyadi Muslim menjelaskan selama satu bulan penuh setiap mukmin ditempa untuk menjadi orang yang rendah hati, peduli pada sesama, terbiasa qiyamul lail bahkan bergadang untuk berdzikir kepada Allah, selalu berdoa terutama di waktu mustajab, merutinkan berinfak, memelihara lisan dari kata-kata kotor, disiplin, jujur dan memakan yang halal. Gambaran umum Ibadurrahman  tersebut terdapat dalam firman Allah SWT surat Al Furqon ayat 63 hingga 77.

Mulyadi Muslim juga mengajak  jamaah untuk mensyukuri nikmat yang ada, terutama nikmat iman dan rasa aman, sehingga bisa maksimal beribadah dan mengajak jama'ah untuk mendoakan umat Islam Palestina yang sedang berjuang melawan kezaliman zionis, karena doa adalah senjatanya orang orang beriman. (Fatih)

Pejuang Ramadhan Hingga Garis Finish



Ramadhan akan segera berlalu, tinggal  menghitung jam untuk kita memaksimalkan amalan amalan di bulan bergelimang pahala ini. Ada yang memaksimalkan tilawah Qur'an nya, ada juga yang memaksimalkan sedekah untuk sesamanya, ada juga yang ingin bersilaturahmi di hari yang Fitri nanti dengan pulang ke kampung halamannya. Semua dilakukan semata untuk mendapat ridho-Nya

Pada Ramadhan kali ini, tim babarito menemukan hal menarik yang harus ditelisik. Sebuah potret lembaga sosial yang selalu sibuk hingga malam takbiran. Tim babarito kemarin(3/6) berhasil mengunjungi salah satu lembaga sosial di kota Solok. PKPU Human Initiative kota Solok masih disibukkan dengan pembagian sembako, pengadaan buka bersama yatim dan dhuafa serta beli baju bareng bersama anak anak yatim.

Saat dikunjungi mereka menyebutkan diawal ramadhan mereka sudah disibukkan dengan penggalangan dana dari 6 program yang sudah dirancang pihak pusat. Pintu pintu rumah di ketuk, mereka tahu akan ada yang terketuk hatinya untuk memberi. Gerbang gerbang sekolah dikunjungi, untuk mengumpulkan dana dari siswa siswi yang semangat mendapat pahala di bulan yang suci. Berbagai perusahaan juga dihubungi, untuk jalin kerjasama dalam menabung bekal akhirat.

Dipertengahan ramadhan, tahap persiapan program dijalani. Dari dana yang terkumpul mereka gunakan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan. Dan diakhir ramadhan program pun di eksekusi. Program demi program terlaksana hingga puncaknya saat malam takbiran.


Disaat orang orang sudah berkumpul bersama keluarga nya, menyambut hari nan Fitri esok hari. Mereka masih berada di kantor untuk melaksanakan program program tersebut.

Namun tak ada raut kesedihan di wajah mereka karena tak bisa berkumpul dengan keluarga secara penuh. Yang ada hanya semangat dan senyuman yang selalu mereka berikan.

Ketika ditanya tim babarito, pimpinan cabang PKPU HI menyebutkan semangat mereka menjalankan ini karena mengingat pesan terakhir dari Baginda Rasul yang masih mengingat ummatnya.

" InsyaAllah ini semua kami lakukan, karna mengingat pesan terakhir dari sang kekasih Allah : " ummati, ummati, ummati ". Setidaknya ini bisa mengukir senyum dibibirnya, bahwa diri adalah ummat, dan masih peduli kepada ummatnya. Jika ia masih ada, kuingin menyampaikan, " Ya Rasulullah, meski diri lemah, setidaknya kehadiranku dapat sedikit mengurangi kekhawatiranmu "., ujar Rini selaku Kepala Cabang PKPU HI kota Solok.

Sedikit kisah dari mereka para pekerja lembaga sosial di bulan Suci. Ribuan lembaga sosial yang tersebar pasti merasakan hal yang sama. Mereka hadir sebagai transportasi pahala para donatur. Mereka lah jembatan sang pemberi dengan yang diberi. Semua itu mereka lakukan semata karena mengharap ridho-Nya

(Dv)

Babuko Basamo IKASMANTRI 98, Walikota Padang Beri Sambutan dan Dukung Program Alumni


Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menghadiri dan memberi kata sambutan pada acara Babuko Basamo Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (IKASMANTRI) angkatan 1998, sekaligus penyerahan paket lebaran untuk anak-anak yatim alumni. Kegiatan tersebut digelar di hotel Kyriad Bumi Minang, Sabtu (1/6).

Dalam kegiatan yang bertemakan “Berbagi Kebahagian di Bulan Ramadhan” ini, Mahyeldi mengatakan terdapat 3 konsep pembangunan kota Padang, yaitu pendidikan, ekonomi, dan pariwisata. Oleh karena itu Walikota mendukung program IKASMANTRI 98 yang masih konsisten memperhatikan pendidikan di kota Padang.

Mahyeldi juga mengajak untuk menciptakan suasana yang kondusif agar pendidikan di kota padang semakin baik. Dalam kesempatan itu. Ia juga mengatakan sependapat dengan kalimat dari Presiden Republik Indonesia ke-2 yaitu Soeharto yang mengatakan “Kita Akan Bisa Membangun Ketika Suasana Kondusif”. (Fatih)

Kembangkan Kreativitas Anak Muda di Bidang Ekonomi, Padang Creative City Forum (PCCF) di Resmikan

Untuk menyasar generasi milenial dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sejumlah komunitas anak muda kota Padang mendeklarasikan Padang Creative City Forum (PCCF) di Cafe Kupi Batigo, Kamis (30/5). Forum tersebut berafiliasi ke Indonesia Cretive City Network (ICCN) yang membidik kaum milenial khusus dibidang ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.

Deklarasi tersebut disaksikan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Mulyadi Muslim selaku pembina komunitas milenial penggiat kreatifitas. Di dalam forum tersebut banyak komunitas yang bergabung diantaranya semua pegiat kreatifitas, mulai dari penulis, pengrajin, pelukis, pegiat bisnis online dan media sosial serta pelaku usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Dalam sambutannya Mahyeldi mendukung penuh terbentuknya PFFC, karena akan  memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku kreatifitas. Selain itu, terbentuknya forum ini juga akan menguatkan Padang menjadi kota kreatif. Potensi-potensi ekonomi kreatif akan bergerak dan anak-anak muda memiliki ruang untuk pengembangan kreatifitasnya,

Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan forum tersebut sejalan dengan program Pemko Padang 2019-2024, yaitu merealisasikan “Youth Center” atau pusat pembinaan dan pengembangan kreatifitas anak muda yang ke depan di setiap kecamatan.

Salah seorang pembina komunitas ini Mulyadi Muslim menyampaikan PFFC sengaja dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan potensi-potensi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang. Karena anak muda mempunyai peran penting dalam membangun Kota Padang ini. Salah satunya dengan membantu tugas pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Mulyadi juga menambahkan, tugas dan peran pemerintah adalah mengayomi masyarakat, memberikan pelayanan dan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya adalah memberikan lapangan kerja. Sehingga PFFC tersebut menjadi wadah penting dan strategis untuk menjadi mitra pemerintah mewujudkan misi pembinaan generasi muda dan ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan program yang dibesut Walikota dan Wakil Walikota Padang yaitu mewujudkan Kota Padang yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata unggul berdaya saing.

“Kita berharap melalui wadah ini semua komunitas anak muda semakin termotivasi melahirkan kreatifitas yang menghasilkan uang. Dari sini nantinya juga diharapkan lahir pengusaha-pengusaha baru yang menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Ketua PPCF Fefri Rusji  yang juga pemilik kadai Tangkelek. (Fatih)

PCCF di Deklarasikan, Mulyadi Muslim Ingatkan Anak Muda Berperan Penting Dalam Membangun Kota Padang





 "Padang Creative City Forum (PCCF) ini sengaja dibuat untuk mengembangkan potensi-potensi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang," ujar Mulyadi Muslim sebagai salah seorang pembina komunitas milenial penggiat kreatifitas, saat menyaksikan deklarasi forum tersebut bersama Walikota Padang Mahyeldi. Deklarasi tersebut dilakukan oleh sejumlah komunitas anak muda kota Padang di Cafe Kupi Batigo, Kamis (30/5).

PFFC sendiri merupakan forum yang terafiliasi ke Indonesia Cretive City Network (ICCN) yang membidik generasi milenial untuk pengembangan ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Komunitas yang saat ini masuk kedalam PFFC diantaranya semua pegiat kreatifitas, mulai dari penulis, pengrajin, pelukis, pegiat bisnis online dan media sosial serta pelaku usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Mulyadi Muslim juga mengingatkan Anak muda berperan penting dalam membangun Kota Padang. Salah satunya dengan membantu tugas pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Kemudian ia juga mengatakan tugas dan peran pemerintah adalah mengayomi masyarakat, memberikan pelayanan dan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya adalah memberikan lapangan kerja. Sehingga PFFC tersebut menjadi wadah penting dan strategis untuk menjadi mitra pemerintah mewujudkan misi pembinaan generasi muda dan ekonomi kreatif. (Fatih)

Siswa MA Ar Risalah Sumbar Terjun ke Masyarakat


Solok|sippfm.com– Ramadhan tahun ini, siswa Madrasah Aliyah (MA) Ar Risalah Sumatera Barat kembali terjun ke masyarakat dalam rangka melakukan pengabdian. Kegiatan yang berlangsung di 11 titik Kabupaten Solok tersebut diikuti siswa kelas XI MA, Senin (27/5).

Tempat pengabdian para siswa tersebut diantaranya di Batang Pamo, Sungai Lasi, Panti Asuhan Batu Batupang, Jawi-jawi, Cupak, Sungai Janiah, Paninggahan, Kayu Aro, Bukik Kili dan 2 titik lokasi di daerah Alahan Panjang. Kegiatan tersebut dimulai sejak Sabtu, 25 Mei 2019 hingga Kamis, 30 Mei 2019.

Harun Al Rasyid selaku Ketua Panitia Pengabdian menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian siswa, membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi umat, Selain itu para siswa selama pengabdian ada yang menginap dirumah masyarakat dan di masjid/ mushalla sekitar lokasi pengabdian.

Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Ar Risalah Ariyonedi mengatakan bahwa sebelum pengabdian, para siswa terlebih dahulu mengikuti training dan caching untuk persiapan dilapangan. Ia berharap para siswa yang mengikuti penggabdian bisa mempraktekan ilmunya disekolah dan dapat bersosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan para siswa dilapangan berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dilokasi pengabdian, yang nantinya mereka dapat menghidupkan syiar Ramadhan ditengah masyarakat. Selain itu, para siswa ada juga yang mengajar dan membimbing tahfizh, mengajar TPA, Bakti Sosial, dan lainnya. (Fatih)