BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label featured. Show all posts
Showing posts with label featured. Show all posts

Hati - Hati Investasi Bodong, OJK Bocorkan Ciri - Cirinya

Investasi bоdоng уаng mеnjаnjіkаn keuntungan berlimpah masih membuat ѕеbаgіаn оrаng tеrgоdа, meski terlihat tіdаk mаѕuk аkаl. Oleh karenanya, сіrі-сіrі investasi yang bеrроtеnѕі menipu hаruѕ dіwаѕраdаі.

Kеtuа Umum Sаtuаn Tugas (Satgas) Wаѕраdа Invеѕtаѕі Ilegal, Tоngаm Lumbаn Tоbіng, menyatakan ada bаnуаk ciri-ciri іnvеѕtаѕі bоdоng, ѕаlаh ѕаtunуа menjanjikan untung уаng сераt dan bеѕаr.

"Menjanjikan untung cepat dаn bеѕаr. Mіѕаlnуа investasi forex еmаѕ 7 hаrі dараt untung 30 persen, mana аdа investasi yang begitu," ujar Tongam di Jakarta, kеmаrіn.

Sеlаіn іtu, investasi аbаl-аbаl bіаѕаnуа akan menyuruh kоrbаnnуа untuk mеnсаrі аnggоtа lаіn ѕuрауа dapat bonus, аtаu уаng dіkеnаl dengan MLM (Multi Lеvеl Mаrkеtіng). Dari 47 іnvеѕtаѕі ilegal уаng dіtutuр Sаtgаѕ, sebagian bеѕаr dі аntаrаnуа berskema MLM.

Sеmеntаrа, ciri lаіnnуа adalah lеgаlіtаѕ lеmbаgа tіdаk jеlаѕ dаn investasi сеndеrung mеmаnfааtkаn tokoh рublіk untuk menarik реrhаtіаn.

"Mеrеkа (pelaku іnvеѕtаѕі bodong) mеmаnfааtkаn tokoh agama, tоkоh mаѕуаrаkаt ѕuрауа оrаng-оrаng реrсауа dаn bеrіnvеѕtаѕі di ѕаnа," ujаrnуа. 

Sumber : Liputan6

Budaya Minang dan UU Pemajuan Kebudayaan

Seminar revitalisasi budaya Minangkabau yang diselenggarakan Balai Pelestarian Budaya Sumatera Barat menghasilkan beberapa poin penting. 

Pertama, akan ada langkah kongrit dalam bidaya budaya terutama tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan tradisional dan olahraga tradisional seperti silek. 

Kedua, peran Dinas Kebudayaan akan  kolaborasi dengan intansi terkait dalam  mengambil kebijakan meningkatkan aktivitas budaya minang seperti BPNB, BPCB dan sebagainya.
 
‘’Poin kesepakatan yang kita susun merupakan buah pemikiran dari para peserta seminar.Peserta ada dari kalangan akademisi, ninik mamak, penghulu alim ulama , cadiak pandai praktisi, budayawan, guru, media dan sebagainya. Rekomendasi ini sudah mulai disusun mulai 27-30 November lalu di Bukiitiinggi. Banyak hal dapat disumbangkan dalam pemikiran peserta demi kemajuan kebudayaan sesuai dengan Undang-undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,’’ ungkap Drs Suarman Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar, .

Suarman juga mengharapakan hasil seminar ini dapat memberi rekommendasi untuk lebih memudahkan koordinasi dalam menyusun agenda kegiatan, penelitian dan sebagainya. Karena untuk lebih menguatkan dan dijadikan program, maka 10 komponen objek pemajuan kebudayaan perlu dilakukan lintas sektor baik bagi pemerintah, swasta, pemangku adat dan masyarakat.

Seminar ini dibuka langsung Dirjen Kebudaaayan Kemendikbud Himan Farid. Dalam kata sambutannya Dirjen Kebudaaayn mendukung adanya seminar revitalisasi budaya minang untuk lebih fokus dalam mengelola, sesuai UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Salah satu pemateri yang hadir dosen Universitas Negeri Padang Indra Yudha MPd PhD, menjelaskan tentang olahraga tradisional. Olahraga tradisional memiliki ciri khas. Antara lain dilakukan secara alami, memiliki unsur pendidikan, unsur adat dan sebagainya. Silek contohnya. Sebagai budaya tradisi, silek memberikan manfaat besar bagi pendekar dalam menjalankan kehidupan.

‘’Dalam seminar ini kita diberi gambaran bahwa silek memiliki nilai budaya yang tinggi. Saya sebagai panitia Silek Arts Festival bangga silek sudah memiliki posisi tawar di pemerintah untuk pemajuan kebudayaan. Info yang saya dapat, silek telah diusulkan sebagai warisan dunia,Semoga saja, ungkap Indra Yudha.

Selain para dosen yang memberikan materi, ada juga dari Dinas Kebudayaan Sumbar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAM) dan lainnya. Peserta berasal dari perwakilan kota dan kabupaten di Sumbar.

(eko kurniawan)

Jengkol 'Hot Plate' di Rumah Makan Silungkang



Siapa yang tidak tahu dengan makanan satu ini. Makanan ini dapat menimbulkan bau tak sedap pada napas dan sisa pencernaan ketika kita mengkonsumsinya. Ya itu lah Jengkol!

Jengkol sangat popular di kalangan masyarakat Betawi, Pasundan dan Sumatera. Mereka banyak mengolahnya menjadi semur, keripik dan yang lainnya. Walau baunya yang khas dengan tak sedapnya namun penikmat jengkol kian hari kian bertambah.

Di Kota Padang contohnya, ada salah satu rumah makan yang menyediakan Jengkol yang tersaji pada sebuah 'hot plate'. Jengkol yang dulunya identik dengan makanan masyarakat kelas bawah karena baunya tidak sedap ini disulap menjadi makanan berkelas tinggi.

Dengan cita rasa yang di design seperti masakan yang dibuat oleh orang tua dahulu. Jengkol sambalado ini membuat semua yang mencoba seperti bernostalgia pada kampung halamannya.

Tak hanya unik karena di sajikan pada sebuah 'hot plate' jengkol yang menjadi menu andalan d Rumah Makan Silungkang ini dilengkapi samba lado dan minyak tanak yang khas.
(Rp)

Memoar Alm. M. Taridi : Hermanto , Wakil Rakyat yang tunai dalam Janji

Oleh : Riko Onki Putra

Dharmasraya (6/11), Kabar hangat dari Bumi Koto Besar, Dharmasraya beberapa waktu lalu membawa penulis kepada kenangan beberapa tahun silam. Penulis mendapati seorang Wali Nagari yang mengadonahi puluhan ribu warga. Ya, puluhan ribu, Nagari itu besar sekali, sehingga kepemimpinannya sangat berpengaruh untuk level kabupaten Dharmasraya.

M. Taridi namanya, mantan Anggota Dewan yang ketika itu menjadi Wali Nagari Dharmasraya. Orangnya sangat open, berfikir untuk pengembangan nagarinya. Maka wajar, dalam salah satu item penilaian kelayakan Program, Nagari Koto Baru unggul dibanding kandidat daerah lain dalam hal dukungan Stakeholder daerah. Maka berdirilah Program Kampoeng Ternak di sana, pertama di Sumatera Barat, dengan melibatkan 100% warga asli Koto Baru.

Almarhum memang telah berpulang, sakit yang membuatnya cukup lama menyerahkan pekerjaan Wali Nagari kepada wakil itu mengantarkan ia berpulang ke pangkuan Rabb-nya. Namun semangat yang ditanamnya, mempercayaan pengelolaan program-program nagari kepada anak-anak muda berbekas sampai sekarang.

Pernah suatu ketika, beliau ajak diskusi khusus, pas sebelum pemilihan Gubernur Sumbar periode 2015-2020. Kala itu dia bercerita tentang betapa gigihnya masyarakat untuk perjuangkan peluang menghidupkan lahan tidur menjadi lahan pertanian.

"Dulu, saya berkeinginan mengajak masyarakat untuk menghidupkan lahan tidur, di tempat kita banyak sekali. Masyarakat asli, tidak biasa bersawah, tapi dengan kebersamaan, peluang itu nampak. Namun ada pertanyaan selanjutnya, dari mana datangnya dana?", ujar M. Taridi kala itu.

Dia melanjutkan, setelah itu dia bertemu dengan Hermanto, Anggota DPR RI Fraksi PKS.  Hermanto pun menjanjikan akan membawa ini ke dewan, dan menyampaikan pula kepada Gubernur Irwan Prayitno (IP) serta Menteri Pertanian kala itu, Suswono.

Tak berapa lama, M. Taridi diminta Hermanto untuk menyusul ke Jakarta, diminta menyiapkan proposal dan kelengkapan data lahan yang akan diprodukstifkan. Taridi senang bukan kepalang, disiapkanlah proposal bersama masyarakat. Semangat menjulang membuatnya memutuskan untuk mengajak serta perwakilan warga yang akan menggarap lahan ke Jakarta, menggunakan mobil pribadi Taridi, merekapun berangkat ke Jakarta.

Menemui Hermanto di senayan, mereka awalnya ragu apakah akan disambut baik di Gedung Rakyat itu, berhubung mereka hanya lewat protokoler sederhana saja, tidak lewat surat resmi. Memang berbekal surat rekomendasi IP, Gubernur Sumbar, tapi tetap saja ragu, yang berpengalaman masuk gedung itu baru Taridi.

Ternyata anggapan rombongan mentah, Hermanto sudah bersiap menyambut rombongan. Semangat Taridi dan masyarakat menular ke Hermanto yang memang banyak memperjuangkan nasib masyarakat petani di Sumatera Barat, terutama dapilnya, Dapil 1 Sumbar. Selepas berbincang di Senayan, Rombongan bersama Hermanto berangkat menuju Kementerian Pertanian, bertemu Suswono, mentan kala itu.

Singkat cerita, programpun diterima, bantuan pun turun untuk menghidupkan lahan tidur sebagai lahan persawahan. Setahun setelah memulai program, di 2014, panen raya pun siap dilakukan. Taridi kembali menyiapkan undangan dan acara besar untuk Nagarinya. Tak tanggung-tanggung, ia bertekad hadirkan pejabat tingkat daerah sampai pusat.

"Waktu yang cukup singkat membuat panitia awalnya ragu, tapi saya ingat, punya kontak langsung ke Hermanto, wakil kita di dewan, barangkali bisa datangkan Menteri," kenang Taridi.

Dan benar adanya, lewat telepon, Hermanto berjanji akan membawa serta Menteri Pertanian dalam acara Panen Raya pertama di Lahan Baru tersebut. Sampai tiba hari panan, Masyarakat pun dibuat kaget, keinginan Taridi dan Panitia tercapai. Media dari lokal sampai Nasional hadir di Koto Baru, untuk melihat dan mewartakan Panen Raya lahan baru di Koto Baru, dan itu, dikelola oleh masyarakat asli Koto Baru.

"Momen itu tidak akan pernah saya dan masyarakat lupakan, itu momen kerja keras terbayarkan lunas, bukan sekedar menghadirkan Pejabat Pusat di Koto Baru, tapi juga mengubah pandangan umum, di mana masyarakat pribumi sulit bersawah, bisanya berladang atau berkebun karet dan sawit saja. Kita bisa, masyarakat Koto Baru bisa, asal dengan kemauan penuh," ujarnya, terlihat matanya berkaca mengenang peristiwa itu. Dia pun semakin akrab dengan Hermanto, Wakil Rakyat yang ia kenal amanah, tunai dalam berjanji.

Hizbi, Alumni Ar Risalah selesaikan S2 dalam tempo singkat

Padang (3/11) Muhammad Hizbi Islami, Lc. M.I.R.K.H, mendapatkan gelar Master of Islamic Revealed of Knowledge and Heritage dalam waktu yang cukup singkat di Islamic International University Malaysia (IIUM). Ia merupakan lulusan angkatan pertama Perguruan Islam Ar Risalah Padang Sumatera Barat.

Putra kelahiran Bukittinggi 28 Mei 1992 yang biasa dipanggil Hizbi tersebut menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Perguruan Islam Ar Risalah tahun 2010. Ia kemudian melanjutkan pendidikan strata 1 di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, dan menyelesaikan S1 di Fakultas Syari’ah Wal Qanun tahun 2014. Hizbi melanjutkan pendidikan strata 2 di IIUM tahun 2015 dan menuntaskan program magisternya dalam bidang Fikih dan Ushul Fikih pada tahun 2017.

Menyelesaikan pendidikan dalam waktu cepat bukan berarti Hizbi seorang yang berkutat pada studi dan mengenyampingkan kegiatan ekstra (study oriented). Sebagai seorang aktivis ia mengakui juga mempunyai banyak kegiatan di luar kampus. Namun tidak menyebabkan ia lupa pada target studinya.

“Sebanyak apapun aktifitas di luar perkuliahan, tetap ingat belajar dan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Yang terpenting adalah menghormati dosen atau guru dan berbuat baik pada siapapun. Insya Allah akan diberikan kemudahan oleh-Nya,” tutur Hizbi saat diwawancarai.

Ia juga menuturkan keberhasilan yang ia peroleh tak lepas dari bekal dan tempaan yang ia terima selama ‘nyantri’ di Ar Risalah.

“Alhamdulillah, berkah doa dan dorongan dari kedua orang tua, bekal ilmu dari para ustadz dan ustadzah, dan segala pembinaan yang diperoleh selama menjadi siswa Ar Risalah saya rasakan sangat bemanfaat saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di kampus internasional,” tandasnya. 
(mc)

Maju DPD RI, Muslim Yatim : Jalan saya agar lebih maksimal memperjuangkan Rakyat

Padang (3/11), Kesuksesan mengantarkan Perusahaannya HNI HPAI menembus 1,5 juta member dengan konsumen diperkirakan lebih dari 3 juta orang, membuat Muslim Yatim fokus untuk berbakti bagi masyarakat banyak. Muslim Yatim berfikir dengan kerja dakwah, pendidikan, dan bisnisnya masih belum mampu menyentuh lebih banyak manfaat bagi masyarakat.

Dengan dorongan orang-orang di sekitar, ditambah lagi jamaah pengajiannya, di tahun 2004 dia mencoba peruntungan di dunia Politik. Baginya, masuk ke politik agar keberpihakan ranah kebijakan dan anggaran betul-betul terarah kepada rakyat.

"Mencaleg di tahun 2004 menjadi awal saya berkarir di dunia legislatif Sumbar dan Alhamdulillah hingga sekarang saya masih dipercaya. Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanah sebagai wakil rakyat ini," kata Muslim.

Bagi Muslim, keberhasilannya di dunia legislatif Sumbar tidak terlepas dari rakyat yang mempercayainya. Tanpa ada kepercayaan tersebut, Muslim tidak akan mungkin bisa menjadi wakil rakyat bisa tiga kali berturut-turut di DPRD Sumbar.

"Sebagai wakil rakyat, tugas kita adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya sangat paham akan hal itu sehingga dalam setiap kesempatan saya akan terus memperjuangkannya. Tanpa masyarakat yang memilih, tentu saya tidak akan bisa duduk," tegasnya.

Di Pileg 2019 mendatang, Muslim mencoba berbuat lebih untuk Sumbar dengan maju ke tingkat nasional, sebagai calon anggota DPD RI. Ketika dikonfirmasi keyakinannya melenggang ke senayan, Pria ramah dan rendah hati ini menyebutkan semuanya berpulang kepada rakyat yang memilih.

"Dalam dunia politik, rakyat adalah segala-galanya. Mereka yang memilih kita. Kalau diberi amanah, saya siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya mohon doa restunya," tutup Calon DPD RI nomor urut 37 ini.

(apuk)

Gigih, bekal pemuda untuk menempuh kehidupan

Kegigihan adalah salah satu bekal yang wajib untuk dimiliki seorang pemuda mencapai kesuksesan. Hal ini merupakan bentuk perwujudan dari niat yang kuat.

Setidaknya itulah yang dapat dilihat dari keseharian para Pendiri Bangsa Indonesia. Bila letih yang dikaji, tentu saja berjuang itu letih dan menghabiskan energi. Bila jenuh yang dibahas, tentulah dalam mengulang-ulang jalan agar kita hafal cara untuk menuju jalan sukses akan terasa. Tapi itu semua akan sirna bila kita punya kegigihan.

Itulah yang dilakukan oleh Muslim M Yatim, berkampung halaman di 50 Kota, keluarganya merantau ke Natuna. Di natuna lah Muslim lahir dan menyelesaikan sekolah dasarnya.

Setelah tamat, ia melanjutkan pendidikan ke MTsN Darun Nahda di Bangkinang. Sampai selesai MAN di tempat yang sama tahun 1979.

Dari Bangkinang, untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, Muslim muda merantau ke Bukittinggi. Masuk Akademi Dakwah Indonesia Aqabah di Bukittinggi tahun 1987. Muslim jauh dari keluarga yang masih menetap di Natuna. Gigihnya Muslim, menghapus kerinduan akan ibu dan ayahnya.

"Kalau dikenang, pasti berat, berpisah lama dari orang tua. Tapi saya punya cita-cita tinggi, ayah saya nelayan, dan di kampung waktu itu, tidak mungkin mendapat pendidikan lebih baik dari kota," kenang Muslim.

Tak cukup sampai di Aqabah saja, Muslim mendapat peluang beasiswa Kuliah ke Arab Saudi. Peluang itu tak disia-siakan. Muslim pun melanjutkan pendidikan di King Saud University Riyadh Arab Saudi, dan menyelesaikan s1 nya tahun 1991.

Sepulangnya dari Saudi, Muslim menetap di Kota Padang. Beraktifitas sebagai Da'i dan menjadi Dosen di Ma'had Al Madany. Selain itu, dia juga lanjut mengajar di PGTK/PGTQ Aqabah yang sudah dimulai sejak tahun 1988, hingga 2004.

Di tahun 2004, atas desakan jamaah dan sahabat-sahabatnya di Padang, dia masuk ke panggung politik, lewat Partai Keadilan Sejahtera.

"Saya mulai mencaleg di tahun 2004, Alhamdulillah dapat dipercaya publik, hingga sampai saat ini menjalani amanah sebagai Anggota DPRD Sumbar," ujar Mulsim yang akan maju sebagai calon DPD RI tahun 2019 ini.

Meski sudah berstatus Anggota Dewan, masalah pendidikan tidak diabaikan. Sembari aktivitasnya di DPRD, Muslim melanjutkan study S2 nya hingga tuntas mendapatkan gelar Magister Manajemen.

"Saya selalu berprinsip, pendidikan itu bukan sekedar gelar akademik, tapi juga mengadah kemampuan berfikir kita, maka jenjang pendidikan formal juga akan menguatkan daya analisis kita," jelas Komisaris Utama Salah satu perusahaan herbal terbesar se-Indonesia ini.

Muslim juga menjelaskan, bahwa dengan kegigihanlah ia bisa mencapai titik saat ini. Karir Akademik, Politik, dan Bisnis yang ia tekuni dapat dilihat sebagai capaian kesuksesannya.

Dengan kegigihannya tak kenal waktu mengedukasi dan mengadvokasi suara masyarakat, ia terpilih 3 kali di DPRD. Lewat kegigihan menjalani pendidikan, sekarang ia pun sudah menyelesaikan S2 nya. Dan dengan kegigihan pula, Perusahaan yang dibangunnya bisa memili konsumen tak kurang dari 3 juta penduduk Indonesia. Tak ayal, banyak yang meyakini, ia juga akan memenangkan pertarungan politik menuju kursi DPD RI tahun depan.

(apuk)

Mahyeldi, sosok yang mendorong Farid terjun ke Politik

Padang (26/10), politik adalah dunia yang berbeda dari dunia filantropi dan kemanusiaan. Kalimat itu menjadi pembuka diskusi tim Babarito dengan H. Faridansyah. Pegiat sosial entrepreneur ini ikut dalam kontestasi pemilihan Anggota Legislatif untuk DPRD Sumatera Barat dari Dapil 1, Kota Padang.

Farid, mengungkapkan, awalnya dia kurang tertarik dengan dunia Politik, karena di politik sikut menyikut sering terjadi, kawan lawan tak ada bedanya. Menurutnya itu berat dan tidak sejalan dengan dunia yang biasa dia geluti, dunia sosial kemanusiaan.

Mantan Kepala Cabang beberapa lembaga Kemanusian di Sumatera Barat ini pun mengakui, baru menyadari pentingnya kiprah orang-orang yang mengerti kebutuhan Rakyat lewat kinerja Mahyeldi, Walikota Padang.

"Saya kenal Buya (Mahyeldi,red) dari dulu. Dulu saya dekat sekali dengan pimpinan Ma'had Al Madany, Almarhum Ustadz Shafwan, yang pada periode selanjutnya digantikan Buya untuk memimpin Ma'had," ujarnya.

Kedekatan pun berlanjut karena aktivitas dan tempat tinggal Mahyeldi tidak jauh dari rumah Farid. Mereka bersahabat lama, bahkan Farid menganggap Mahyeldi juga sebagai guru dalam kehidupan.

"Gigihnya Buya Mahyeldi dalam menjalani kehidupan, menjadi inspirasi bagi saya. Dia tak pernah keluhkan kesulitan, malah menganggap itu sebagai tantangan untuk meningkatkan kapasitas," papar Perwakilan WAMY Sumbar yang telah banyak membangun Masjid bantuan di Sumatera Barat ini.

Melihat kiprah Mahyeldi di panggung politik membuat Farid berfikir untuk untuk tidak terlibat di politik. Dia melihat, banyak sekali perubahan dan perbaikan bila orang baik dan peduli yang membuat kebijakan.

"Sederhana saja ya, dulu kami merintis bedah rumah bagi warga miskin. Tapi ya angkanya tak signifikan lah, karena memang dana kita kumpulkan dari donatur. Tapi ketika Mahyeldi memimpin, kita beri masukan, puluhan bahkan sudah seratusan lebih rumah warga miskin yang dibangun. Belum lagi nahi mungkarnya, luar biasa," jelas Farid.

Karena melihat ada perbaikan signifikan bila lewat jalur politik dan pemerintahan. Farid pun terdorong untuk mengikuti pemilihan anggota dewan di 2019.

"Saya pilih PKS sebagai kendaraan politik saya. Ini karena Mahyeldi di PKS, Buya insyaAllah akan memimpin Kota Padang, dapil saya ini, hingga 2024. Belum lagi dorongan keluarga dan masyarakat untuk ke PKS juga, karena Partai ini yang paling dekat dengan Ummat dan terbukti melayani warga Kota Padang," tutup Farid, Alumni Pelatihan Lemhannas angkatan X ini.

Peringatan Hari Santri Nasional: Bersama Santri Damailah Negeri


Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama islam di pesantren. Santri identik dengan sarung dan peci.

Dahulu santri berperan penting dalam menjaga dan mempertahankan tanah air dari kebobrokan penjajah. Dengan semangat keagamaan dan semangat juang yang membara para santri turun langsung menjaga para kiyai, pemimpin dan masyarakat dari perlakuan buruk penjajah.

K.H.Hasyim Asy'ari berpesan kepada seluruh santrinya bahwa menjaga dan memperjuangkan tanah air merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Santri-santri tidak semua memiliki kemampuan militer. Namun semangat juang mereka mampu mengalahkan dan mengusir militer-militer penjajah yg ingin merebut Tanah Air ini.

Tokoh Masyarakat Sumbar, Masrizal Munaf, menyebutkan peran santri dalam berbangsa dan bernegara masih sangat terasa.

"Santri hingga saat kini juga ikut berkontribusi menjaga, mempertahankan, dan membangun NKRI," ujar Masrizal, Ayah dengan 3 orang anak yang sedang nyantri di Pesantren ini.

Dia menjelaskan, peran itu ditunjukkan dengan belajar serta mengajarkan Agama, sebagai fondasi kehidupan yang benar untuk bernegara. Melahirkan pribadi penghafal al-qur'an dan setia membela bangsa dan negara.

"Para santri juga memiliki segudang prestasi yang membanggakan, di level nasional sampai internasional. Mari kita tingkatkan perhatian dan konsentrasi untuk pengembangan potensi santri, agar Indonesia semakin Jaya dan Sejahtera. Bersama Santri, Damailah Negeri!" tutup Caleg DPR RI Dapil 1 Sumbar  nomor urut 8 dari PKS ini.
(bolang)

Rumah Layak untuk Nurbaiti



Nurbaiti, seorang janda warga asli Kuranji Padang. Dia yang harus berjuangan hidup dengan mata yang tak normal karena katarak.

Dengan kondisi itu, Ia masih harus membesarkan dua orang anak yang mengalami keterbelakangan mental sejak kecil. Tak pernah menyalahkan takdir, itu prinsipnya, menjalani hidup apa adanya.

Dengan kondisi ekonomi yang tak memadai, mereka tetap bertahan hidup. Namun dengan kondisi serba kekurangan, rumahnya pun tak mampu dirawat. Nurbaiti pun harus menumpang di rumah kelurga besar, dengan keponakannya. Rumah reot penuh kenangan bersama suami tercintanya tak lagi layak dihuni.

Pada tahun 2015, kataraknya meluas, menyebabkan kebutaan total. Tak lama berselang, tubuhnya pun tak kuasa menahan penyakit, ia lumpuh.

Melihat kondisi warganya, hidup buta, lumpuh, anak-anak yang tak dapat pula membantu karena keterbelakangan mental, mengundang simpati warga, termasuk Lurah Korong Gadang, lurah di lokasi rumah ia tinggal.

Dengan rumah kecil yang ditinggali banyak orang, Lurah pun berinisiatif mengajukan bantuan ke Baznas Kota Padang.

Gayung bersambut cepat. Tak lama berselang, Tim Bedah Rumah pun hadir untuk melihat kondisi lapangan.

"Saat itu saya melihat kondisi yang memang harus sekali di bantu, saat itu kondisinya hanya berupa sebuah gubuk yang tak layak dihuni.", ujar Ja'far, Ketua Tim Bedah Rumah Kota Padang.

Seusai melihat kondisi, Ja'far bersama tim langsung memproses agar keluarga tersebut mendapatkan rumah yang layak.

"Prosesnya tak lama, kita survey, lalu siapkan berkas, dibantu pula oleh lurah dan warga untuk itu. Diajukan ke Baznas, lalu disetujui, cepat sekali, karena memang layak dibantu," jelas Ja'far yang juga Founder Gerakan Sedekah Rumah di Sumatera Barat ini.

Selang beberapa hari, proses bedah rumah di jalani. Gubuk yang awalnya tak layak huni itu diubah menjadi rumah yang layak dan nyaman.

Mungkin tak hilangkan seluruh beban kehidupannya di tengan buta dan kelumpuhan. Tapi setidaknya, rumah 6x5 meter yang Ia huni kini, bisa menjadi tempat tinggal yang layak baginya dan kedua anaknya.

"Alhamdulillah, dalam hidupnya, Beliau bersabar dalam menjalani takdir. Bersyukur dalam nikmat yang Allah berikan," tutup Emkis, keponakan Nurbaiti.

Nurbaiti, janda tegar itu kini telah tiada. Tepat setahun setelah rumahnya selesai dibedah. Nurbaiti pun kembali menghadap Ilahi.
(R//V)

UAH : Padang Bersyukur Punya Mahyeldi


Tablig Akbar di Masjid Nurul Iman Kota Padang, Ahad(7/10) di serbu oleh seluruh Warga Kota Padang. Pada Tablig Akbar kali ini, panitia berhasil mengundang Ustad yang cukup terkenal, Ust Adi Hidayat.

Acara yang direncanakan mulai pukul 13.00 WIB sudah mulai dipadati warga sejak pukul 09.00 WIB. Ternyata tak hanya warga kota Padang saja yang datang pada acara ini, warga di kota/kabupaten di Sumatera Barat juga sangat antusias karena ingin mendengar ceramah dari Ust Adi Hidayat.

Di akhir ceramah, beliau mengatakan warga kota Padang harus bahagia dan bersyukur karena memiliki pemimpin yang juga ahli Al-Qur'an.

"Anda harus bahagia dan bersyukur karena anda diberikan nikmat oleh Allah di kota Padang ini dengan hadirnya seorang pemimpin yang juga ahli Al-Qur'an, Ust Mahyeldi Ansharullah.", pesan Ust Adi Hidayat sebelum menutup tablig akbar siang tadi.(v)

Siang Ini, Aksi Serentak Mahasiswa di 19 Provinsi


Ratusan mahasiswa terlihat memadati gedung Convention Hall, Universitas Andalas pada Minggu(23/9). Mereka merupakan mahasiswa FMIPA Unand angkatan 2018 yang sedang melakukan simulasi aksi. Simulasi aksi tersebut adalah bagian dari rangkaian acara Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar(LKMM-TD) yang diadakan oleh BEM KM FMIPA.

Simulasi aksi tersebut dilakukan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan fungsi mahasiswa. Diharapkan dengan adanya acara tersebut, mahasiswa memahami dan melaksanakan fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan, fungsi kontrol sosial, dan cadangan pemimpin masa depan

Dari pantauan tim Babarito kemarin, mereka mengorbankan semangat mahasiswanya. Faizil, selaku Presiden Mahasiswa mengapresiasi hal tersebut.

"Kami berharap materi yang didapatkan tadi bisa diterapkan salah satunya menjadi mahasiswa yang kritis dan siap turun kejalan. Dan kita akan lihat pada aksi hari tani 24 september 2018 di kantor Gubernur Sumbar.", ucap Faizil pada penutupan acara tersebut.

Aksi Hari Tani nanti akan dilaksanakan serentak di 19 Provinsi seluruh Indonesia. Sumatera Barat yang merupakan salah satu provinsi yang akan melaksanakan aksi tersebut sudah mempersiapkan teknis aksi  pada siang hari nanti. Aksi yang akan dimulai pada pukul 13.00 ini diharapkan dapat menyadarkan pemerintah untuk melakukan perbaikan pada sektor Pertanian di Indonesia.(rv)

DR. Habib Namlayti : Da'i Harus Memahami Objek Dakwah


Padang, BABARITO
Kamis (20/09) usai Sholat Ashar, DR. Namlayti  untuk memberi Kuliah Umum di Ma'had Aly Ar Risalah. Kuliah umum diikuti mahasiswa serta para ustad yang mengajar di Perguruan Islam Ar Risalah (PIAR).

Dalam kuliah umum tersebut, beliau bercerita tentang dakwah Rasul di Thaif yang pada awalnya mengalami penolakan. Bahkan Kaum Kafir Thaif menghasut anak-anak dan orang bodoh di Thaif untuk melempari Rasul hingga terluka.

Jauh setelah itu, ketika Islam sudah berkuasa di Jazirah Arab, selepas penaklukan Kota Mekah, Rasul tidak menyimpan dendam sama sekali. Rasul memaafkan orang-orang yang telah berbuat aniaya terhadap dirinya ketika lemah.

Nalmayti pun melanjutkan kisah dengan cerita seorang Arab Badui yang datang ke Masjid lalu kencing di dalamnya. Sahabat yang emosi ditahan oleh Rasul. Dengan tenang Rasul menyiram bekas kencing, dan menasehati Arab Badui tadi.

"Hal ini disebabkan Rasul tahu, orang ini tidak memahami betapa sucinya Masjid," lanjut Namlayti. Ulama Bahrain ini menekankan, hal ini lah yang menjadi dasar cara dalam berdakwah. Seorang Da'i haruslah mengenali betul siapa objek dakwahnya.

Mudir Ma'had Aly Ar Risalah, Zul Adli, menyampaikan terimakasih kepada DR Namlayti yang telah berkenan hadir dan memberikan Kuliah Umum dan berharap akan ada kuliah umum selanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Pengurus Yayasan Waqaf Ar Risalah, Mulyadi, juga menyampaikan apresiasi kepada DR Namlayti yang mau mampir di Ar Risalah.

"Beliau punya jadwal yang cukup padat, dari beberapa hari yang lalu sudah mengisi Kuliah Umum di Bogor, Jakarta, Surabaya. Dan hari ini sampai besok malam berada di padang untuk memberi Kuliah Umum dan diskusi," ujur Mulyadi. Ustadz yang juga Sekretaris MUI Kota Padang ini juga menuturkan harapan besar pengelolaan Wakaf dan Dakwah di Kota Padang akan lebih baik ke depannya.

(apuk)

Badan Wakaf Bahrain Kunjungi Ar Risalah


Yayasan Waqaf Ar Risalah Sumatera Barat mendapat kunjungan dari Dr. Habib Namlaity, pengurus badan wakaf sunni Bahrain, Kamis (20/9). Kunjungan ini merupakan rangkaian program sosialisasi dan edukasi wakaf yang dilakukan lembaga wakaf sunni tersebut ke Indonesia. Bersama pengurus Yayasan Waqaf Ar Risalah, Namlaity bertukar pikiran seputar pengelolaan wakaf di Bahrain dan Indonesia, khususnya Ar Risalah.

Namlaity dalam kesempatan itu membeberkan beberapa kebijakan waqaf yang diterapkan di Bahrain, serta beberapa sstrategi yang mungkin bisa diterapkan di Indonesia. Seperti, meendokumentasikan sejarah masjid-masjid waqaf beserta perkembangannya, pemanfaatan wakaf untuk berbagai proyek yang menunjang kegiatan keumatan, mengalokasikan 30 % dana wakaf untuk operasional, dan mengelola wakaf produktif yang hasilnya digunakan untuk kemanusiaan.

Ia juga memuji pengelolaan wakaf yang dilakukan oleh Yayasan Waqaf Ar Risalah Sumatera Barat. Menurutnya Ar Risalah sudah mampu mengelola aset wakaf secara profesional, hal ini terbukti dengan semakin pesatnya pertumbuhan lembaga pendidikan Ar Risalah Boarding School, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat. Ia juga siap membantu Ar Risalah dalam mengelola aset wakaf. (*)

20 Anak Sumbar tembus Beasiswa di Tiongkok

Padang, BABARITO

Republik Rakyat Tiongkok sedang mengalami tren positif untuk perkembangan Industri dan Ekonominya. Dalam Ekonomi Global, bersaing dengan Amerika dari sisi produk maupun pangsa pasar. Dengan begitu, menyerap langsung ilmu dari perguruan tinggi yang berada di Tiongkok menjadi sebuah kelebihan bagi Generasi Muda di Tanah Air.

Beasiswa dari Souzhu Institute of Trade and Commerce merupakan salah satu peluang untuk berkuliah di Luar Negeri. Perguruan Tinggi yang berada di Propinsi Jiangsu Republik Rakyat Tiongkok ini menyediakan fasilitas Asrama dan Biaya Perkuliahan Gratis bagi siswa dari luar negara mereka.

Ketua Yayasan Al-Hijrah Padang Panjang, Irfan Saumi, menangkap peluang ini dengan baik. Dengan kontak yang ada, dia menginisiasi pencarian Siswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menembus Beasiswa ini.

"Alhamdulillah, berkat niat tulus untuk memajukan Pendidikan Anak Bangsa, 50 orang anak lulus Beasiswa ini," sebut Irfan. Siswa tamatan SMA yang lulus, 20 Orang berasal dari Sumatera Barat, 20 dari Surabaya, dan 10 orang dari Kalimantan.

"Kami senang, karena baik dari dinas, sekolah, bahkan siswa menyambut baik adanya peluang ini," ujar irfan yang juga menjadi Konsultan pendidikan beberapa sekolah di Indonesia ini.


Siswa tamatan SMA se-derajat yang sudah diseleksi diberikan pendidikan singkat mengenai Bahasa dan persiapan untuk hidup di Cina.

"Kami mendapatkan pendidikan Bahasa mandarin, dan hal-hal terkait kehidupan di Jiangsu," kata Halim, salah satu Siswa asal Sukarami, Kabupaten Solok. Halim mengaku senang bisa menjadi salah satu anak yang lulus program Beasiswa ini. Dia mengaku sangat tertarik sejak awal sosialisasi yang dilakukan Yayasan Al-Hijrah di sekolahnya SMAN 2 Sumatera Barat.

Di Souzhu Institute of Trade and Commerce, siswa yang lulus ini akan berkuliah di berbagai Jurusan pilihan mereka. Diantaranya Bisnis Internasional, E-Commerce, Teknik Mekatronika, dan Teknik Komputer.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Burhasman Bur, pada acara pelepasan Siswa pada hari selasa (18/9/18), mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Al-Hijrah yang sudah membangun link ke Souzhu.

"Link kerjasama ini diharapkan bisa memberi kontribusi kemajuan Anak Bangsa," kata
Burhasman. Burhasman juga berpesan kepada Siswa yang akan berangkat agar tetap menjaga nilai-nilai Minangkabau selama di negeri orang.

"Aqidah harus dipertahankan, jangan tinggalkan sholat, dan jaga Budaya Minang kita selama di sana," tutup Burhasman.

(apuk)

Masjid Agung Nurul Iman Sebagai Destinasi Wisata Religi


Pergantian tahun baru Islam menjadi momen awal Perubahan Masjid Agung Nurul Iman menjadi destinasi baru di Kota Padang, Tepat pada 10 September 2018/30 Dzulhijjah 1439 Pemerintah Kota Padang memperingati Pergantian tahun baru HIjriyyah di Masjid Agung Nurul Iman. Acara ini dihadiri seluruh pejabat SKPD Kota Padang, Kementerian Agama Kota Padang, dan pejabat lainnya. Acara ini dimulai dengan Shalat Ashar Berjamaah.

Tak hanya pejabat pemerintahan Kota Padang, Hadir pula ratusan siswa siswi SMP se Kota Padang memenuhi Masjid Agung Nurul Iman, mereka dengan penuh kegembiraan menanti detik detik pergantian tahun baru islam. Acara diawali dengan sambutan sambutan dari kepala kemenag kota padang, kemudian tabligh akbar yang disampaikan oleh Usatdz H Ghufron SS, dan juga dimeriahkan oleh Tim nasyid dari smp 1 padang.

“Maka kita harus awali tahun baru islam ini dengan ketha’atan dan kesholehan,” pesan Ustadz Ghufron kepada hadirin yang hadir. Acara ini memang menjadi salah satu keistimewaan pemerintah kota padang, ketika acara acara bernuansa islami, maka pemerintah selalu sigap untuk mengadakan kegiatan.

Sebelum walikota padang menyampaikan sambutan, dinas pariwisata dengan MUI kota padang menandatangani SK Masjid Agung Nurul Iman sebagai destinasi wisata religi. Pengurus masjid sangat mengapresiasi pengukuhan destinasi ini. Begitu pula Kepala dinas pariwisata mengharapkan setelah pengukuhan ini, “ fasilitas, kelayakan, dan kenyamanan masjid mesti dperhatikan” ujar Medi Iswandi.

Ketua harian masjid agung Nurul iman, Mulyadi Muslim memaparkan “ kami dari secretariat akan berusaha semaksimal mungkin menata dan menyiapkan fasilitas sesuai standar Syariah, agar masjid ini memang layak dijadikan destinasi wisata halal”.

Semoga dengan pengukuhan ini, masyarakat kota Padang kembali bersemangat untuk menjadikan Masjid Agung Nurul iman sebagai tempat beribadah, berwisata, dan beristirahat. (MBL)

Perguruan Islam Ar Risalah Targetkan Guru Tahfiz Bersertifikat


Sebanyak 54 orang ustadz-ustadzah pembimbing tahfiz Al Qur'an di Perguruan Islam Ar Risalah Padang Sumatera Barat mengikuti pelatihan (daurah) tahfizh qur'an, Selasa (11/9). Kegiatan yang berlangsung di kampus Ar Risalah Padang tersebut diagendakkan akan berlangsung selama sepekan dengan mendatangkan narasumber dari LBQ Al Utsmani Jakarta, KH. Efendi Anwar, Lc.

Pimpinan Perguruan Islam Ar Risalah, Ustadz Muhammad Saleh Zulfahmi, Lc. MA saat membuka daurah menyebutkan, kegiatan dimaksudkan untuk mencapai target sertifikasi guru tahfiz Al Qur'an di lembaga pendidikan tersebut. Para guru yang menjadi pembina tahfizh Al Qur'an harus memenuhi standar yang diakui dalam bacaan Al Qur'an, sehingga bisa memperbaiki bacaan para siswa binaannya.

"Para guru Al Qur'an di Ar Risalah harus memiliki kompetensi membaca Al Qur'an yang baik dan sesuai standar internasional, bukan dengan kemampuan baca Al Qur'an 'ala kadarnya'. Target kita ke depan para pembimbing (murabbi) tahfiz harus sudah mendapat sertifikat bacaan Al Qur'an. Sehingga kualitas bacaan Al Qur'an para santri juga baik," tegasnya.

Perguruan Islam Ar Risalah merupakan lembaga pendidikan berasrama yang dikelola Yayasan Waqaf Ar Risalah dengan menjadikan tahfizh Al Qur'an sebagai program unggulan. Setiap tahun Perguruan Islam Ar Risalah mewisuda lulusan yang sudah hafal Al Qur'an, baik 15 juz, 20 juz, bahkan ada yang sudah hafal 30 juz. (*)

ACT Kirim 22 Ton Logistik ke Lombok

Mulyadi Muslim: Relawan Harus Ikhlas dan Sabar
Ulak Karang, Kepedulian masyarakat Sumbar terhadap korban gempa di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalir. Melalui Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), kepedulian itu dihantarkan Sabtu (8/9) dari Kantor ACT Sumbar di Jalan S Parman, Ulang Karang Selatan, Padang Utara.

Kepala Cabang ACT Sumbar Fadhli Septavianra mengatakan, 22 ton bantuan logistik itu terdiri dari berbagai kebutuhan, seperti makanan, kebutuhan untuk anak-anak, kebutuhan bagi perempuan, dan jenis kebutuhan lainnya.

“Kita mengirimkan makanan khas dari Sumbar. Tidak hanya rendang, tapi juga keripik balado dan yang lainnya. Karena dengan mencicipi makanan khas, saudara kita di Lombok bisa ingat, bahwa masyarakat Sumbar, bersama masyarakat Lombok,” katanya.

Dalam acara pelepasan yang juga dihadiri Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Mulyadi Muslim dan Camat Padang Utara Editiawarman itu, Fahdli  menyebutkan, pengiriman kali ini merupakan terbesar yang dilakukan ACT. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Sumbar memiliki kepedulian tinggi.

“22 ton itu kita kirimkan melalui jalur laut salam satu kontainer. Semoga dalam waktu cepat, bantuan itu sampai ke Lombok, dan bisa dinikmati dan sampai ke tangan korban gempa. Setelah dilepas Sabtu, insya Allah Senin (hari ini, red) akan diberangkatkan dari Pelabuhan Telukbayur,” jelasnya.

Selain itu, tim ACT hingga saat ini terus mengupayakan bantuan demi bantuan agar masyarakat Lombok dapat hidup dengan layak sebagaimana mestinya. “Salah satunya membangun 1.000 unit hunian sementara (shelter) dan pengiriman bantuan logistik berupa kebutuhan pokok,” katanya.

Sekum MUI Padang Mulyadi Muslim yang memberikan motivasi kepada relawan ACT Sumbar mengharapkan, semua tim bisa menjaga keikhlasan. Membangun sinergi dengan lembaga kemanusian lainnya. Karena, di lokasi bencana, kerja sama bisa memaksimalkan hasil. “Bantuan yang banyak ini adalah amanah masyarakat yang harus tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.

Mulyadi menyebut, bantuan ini menandakan tingginya kepedulian masyarakat yang saling berlomba membantu korban bencana. Hal itu sangat baik, karena mencerminkan orang yang beriman. “Kami harap, bantuan jangan sampai menumpuk di satu titik atau tempat. Tapi dibagi secara merata ke tempat lain,” katanya.

Mulyadi mengakui, menjadi relawan di lokasi bencana sangat berat, karena itu hasilnya harus maksimal. “Tim harus benar-benar menguasai medan, agar tidak ada lokasi yang tidak tersentuh bantuan sama sekali. Atau bantuan ada, tapi tidak seuai dengan kebutuhan. Seorang relawan kemanusiaan harus penuh keikhlasan dan kesabaran dalam melayani korban,” katanya.

Camat Padang Utara, Editiawarman mengatakan, keberadaan ACT di Sumbar sudah memasuki 1,5 tahun lebih. Semenjak hadirnya ACT, telah menjadi sebuah pintu bagi masyarakat untuk menyerahkan bantuan bagi yang membutuhkan. (*)

Energi Terbarukan untuk Indonesia yang Ramah Lingkungan


Bahan bakar fosil yang merupakan energi tidak terbarukan yang terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun akibat terus dieksploitasi, hal ini membuat ancaman bahan bakar fosil akan habis dalam waktu 50 kedepan, selain itu bahan bakar fosil yang merupakan penyumbang terjadinya perubahan iklim akibat limbah pembakaran bahan bakar fosil yang dapat mempercepat terjadinya perubahan iklim. Dalam hal ini telah banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ancaman habisnya ketersedian bahan bakar fosil dan percepatan perubahan iklim. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dan telah dilakukan oleh negara-negara maju adalah yaitu transisi penggunaan energi yang dilakukan dari energi non terbarukan menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan, sebut saja Belanda yang mengedepankan energi yang berasal dari tenaga angin. Berbagai macam jenis energi terbarukan telah banyak ditemukan pada masa sekarang ini, sebut saja yaitu energi tenaga panas matahari, energi biogass, dan energi panas bumi.

Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam tidak terbarukan dan terbarukan di dunia. Pada saat ini Indonesia masih terpaku pemanfaatan pada sumber daya energi yang tidak terbarukan seperti Minyak Bumi, Batu Bara dan Gas Alam, hal ini tentu akan memberikan dampak di antaranya ancaman kehabisan energi tersebut. Disisi lain Indonesia juga merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang terbarukan yang cukup banyak salah satunya energi geothermal atau lebih sering disebut dengan nama energi panas bumi. Indonesia memiliki gunung api aktif yang berjajar dari pulau samutera hingga pulau jawa berkanjut  ke nusa tenggara dan sulawesi, hal ini tentu menyebabkan negara Indonesia dikarunia dengan sumber daya energi geothermal 40% dari seluruh potensi geothermal yang ada didunia. Geothermal merupakan salah satu sumber daya energi terbarukan yang telah banyak digunakan oleh negara-negara maju seperti United States, California, dan Alaska. Penggunaan sumber daya alam geothermal sebagai bahan utama untuk memproduksi kebutuhan listrik merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah yang ada pada saat sekarang ini, seperti percepatan perubahan iklim yang merupakan akbat penggunaan energi bahan bakar fosil, termasuk oleh Indonesia. Disisi lain, Penduduk Indonesia yang terus meningkat dari masa kemasa tentu akan membutuhkan ruang sebagai tempat tinggal seperti rumah, rumah membutuhkan energi listrik sebagai penunjang kebutuhan manusia, begitupun industri yang semakin bertambah tentu juga akan membutuhkan energi listrik.

Oleh karena itu penggunaan energi geothermal merupkan saah satu upaya yang dapat diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mencukupi kebutuhan listrik yang ada di Indonesia dan upaya untuk mengurangi perubahan iklim yanng terjadi di dunia. Pemerintah hendaknya membatasi penggunaan energi tidak terbarukan seperti energi bahan bakar fosil dan beralih pada energi terbarukan yang telah banyak ditemukan pada saat ini salah satu nya adalah geothermal untuk kebutuhan energi listrik seperti yang telah dilakukan oleh negara-negara maju. Dengan begitu, maka dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Indonesia seperti kekurangan sumber daya energi untuk mencukupi kebutuhan energi masyarakat Indonesia, Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh proses pertambangan dan pemanfaatan energi tidak terbarukan yang ada di Indonesia baik itu pada daerah darat, laut dan udara. Ancaman pada flora dan fauna yang ddi Indonesia yang terancam kelangsungan hidupnya akibat perubahan iklim yang merupakan dampak dari penggunaan energi berbahan bakar fosil. Dengan beralihnya penggunaan sumber daya energi dari energi tidak terbarukan menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan semoga dapat menjadi solusi bagi kesejahteraan bangsa Indonesia yang berkelanjutan dengan memeperhatikan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungan. Pada akhirnya akan tercipta kehidupan yang layak dengan sedikit atau tidak ada permasalahan yang terjadi dan kenyamanan dan kesejahteraan pun bukan merupakan sebuah hal yang tidak mungkin bagi Indonesia.   





DAFTAR PUSTAKA

Greenpeace. Perubahan Iklim Global-Energi Bersih-Geothermal. Diakses pada 3 September 2018.

ClimateTracker.Fund The Transition-Global Toolkit. Diakses pada 3 September 2018



Penulis

Adenan Yandra Nofrizal

adenannofrizal23@gmail.com

Pengurus Masjid Nurul Iman Padang Lepas 157 Jemaah Haji

Sebanyak 157 calon jamaah haji (CJH) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Masjid Agung Nurul Iman Padang dilepas berangkat ke Tanah Suci, pada  (17/7) pagi. Semuanya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 2 .

Pelepasan para jamaah ini langsung dilakukan Ketua Harian Pengurus Masjid Agung Nurul Iman, H Mulyadi Muslim Lc MA di Asrama Haji, Tabing, Kototangah, Padang.  Dalam pesan keberangkatannya, Mulyadi Muslim mengharapkan, semua jamaah menjaga kesehatan baik dalam perjalanan, maupun sesampainya di Medinah menuju Mekkah Al Mukaramah.

“Jangan sampai memaksakan diri dalam beribadah selama di Madinah atau di Mekah. Itu sama halnya dengan menzalimi diri sendiri. Kami harapkan, jamaah KBIH Masjid Agung Nurul Iman, bisa menjadi contoh bagi jamaah-jamaah lain,” sebut Mulyadi

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang itu   juga berpesan, semua jamaah patuh dan taat kepada pimpinan rombongan yang memimpin perjalanan. Karena itu itu maslahat (manfaat) sesuai dengan sunah dalam adab safar. “Insya Allah, jika semua telah menjalankan sesuai dengan aturan dan tuntunan, kami doakan jamaah mendapatkan haji mabrur,” kata Mulyadi diamini jamaah dan keluarga yang melepas.

Mulyadi juga berpesan tentang pentingnya amal kebaikan jamaah calon haji sejak berangkat sampai pulang nanti. “Dengan niat yang tulus ikhlas semenjak berangkat, sampai kelak menjaga perubahan sikap mental sepulang berhaji, maka kemabruran hasil ibadah selama berada di Tanah Suci akan bisa didapat,” katanya.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengapresiasi pengurus Masjid Agung yang kembali mengantarkan jamaah KBIH-nya menuju Tanah Suci. Dia berharap, tahun-tahun selanjutnya, KBIH terus disempurnakan dan menjadi referensi KBIH di Kota Padang. “Insya Allah, KBIH ini akan terus berkembang. Selamat menunaikan ibadah haji bagi jamaah, semoga menjadi haji mabrur,” kata Mahyeldi Ansharullah.

(Republika)