BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label Mulyadi Muslim. Show all posts
Showing posts with label Mulyadi Muslim. Show all posts

BPW Ar Risalah Sumbar Dikunjungi BWI Pusat


Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat menerima kunjungan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Kamis (4/7). Hadir diantaranya Hendri Tanjung dan Ahmad Nizar yang merupakan Ketua dan Staf Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazhir.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Yayasan Waqaf Ar Risalah, ketua yayasan , Arwim Al Ibrahimy menyampaikan bahwa Ar Risalah saat ini sedang menuntaskan persiapan menyambut tahun ajaran baru 2019-2020. Ia juga menyinggung berbagai capaian wakaf Ar Risalah sejak tahun 2004, diantaranya luas tanah wakaf Ar Risalah yang saat ini sudah mencapai 10 hektar, termasuk rancangan pengembangan dan pengelolaan, seperti pendirian kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah, Mulyadi Muslim. Ia jugamenyampaikan beberapa inovasi baru BPW dalam penghimpunan dan pengelolaan asset wakaf.

“Ar Risalah sudah bisa menerima wakaf uang dan terus melakukan sosialisasi. BPW juga baru saja menerima wakaf sebesar 500 juta rupiah, yang nantinya digunakan untuk membangun masjid di kawasan Ar Risalah” ujar Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumbar.

Sementara itu Ketua Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazhir BWI, Hendri Tanjung, juga menyampaikan saat ini pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi wakaf uang. Ia menyebutkan bahwa di beberapa kampus sudah mulai membuka peluang wakaf uang. Uang yang dikumpulkan nantinya didepositokan, dan dari deposito tadi dikelola menjadi aset wakaf. (Fatih)

BPW Ar Risalah Sumbar Terima 500 Juta Untuk Wakaf Masjid


Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat menerima wakaf sebesar 500 juta rupiah dari dr. Hj. Rosdiana Safar, DSPK. Wakaf uang tersebut diterima langsung oleh Ketua Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah, H. Mulyadi Muslim, Lc, MA di kediaman Rosdiana, Air Tawar Timur, Padang Utara, Rabu (3/7). Dana ini nantinya akan diperuntukkan untuk membangun masjid di kampus Perguruan Islam Ar Risalah, Padang.

Pada kegiatan serah terima sekaligus silaturahim yang juga dihadiri oleh Tim BPW Ar Risalah tersebut Mulyadi menyampaikan ucapan terimakasih kepada wakif yang telah memberikan kepercayaan kepada BPW Ar Risalah untuk mengelola dana wakafnya. Ia juga mengharapkan ke depannya pengelolaan asset wakaf oleh lembaga yang kredibel akan semakin baik dan mengalami peningkatan.

“Potensi wakaf sangat banyak, namun proses wakaf belum terjadi dikarenakan belum bertemunya wakif dengan nazhir, sehingga tidak terkelola dengan baik. Kita berharap ada sinergi yang beik ke depannya antara wakif dengan lembaga. Seperti Ibu Rosdiana, beliau mempunyai banyak kelebihan dan semangat. Kemudian, wakaf yang diberikan oleh beliau nantinya diperuntukan untuk pembangunan Masjid Baitul Ibnu Ismail di Ar Risalah Sumbar,” ujar Mulyadi Muslim.

Rosdiana Safar adalah seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik. Beberapa profesi pernah digelutinya, seperti dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Universitas Baiturrahmah, serta juga pernah bekerja di Kantor Kementerian Agama. Selain itu wanita yang berusia 81 tahun tersebut juga telah melahirkan karya tulis di bidang kedokteran, yaitu buku yang berjudul Parasitologi Kedokteran. (Fatih)

BPW Ar Risalah Sumbar Dijajaki Kerjasama Oleh Asuransi Syariah Sun Life Financial



Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat dijajaki kerjasama oleh Asuransi Syariah Sun Life, Rabu (26/6). Penjajakan dilakukan oleh Mukhsin Tarmidzi dan Metra Erawaty selaku Direktur dan Manager Sun Life di Kantor BPW Ar Risalah.

Saat menjamu kedatangan pihak Sun Life untuk penjajakan, Bidang Kesekretariatan dan Administrasi BPW Ar Risalah Sumbar Ilham Yuliandi mengatakan dalam dua hari kedepan akan dipersiapkan legalitasnya dan di follow up, ia mengharapkan kerjasama bisa ditindaklanjuti dengan konsep syariah.

"Kita membuka ruang dengan Bank, Asuransi dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya untuk bekerjasama, termasuk dengan Asuransi Syariah Sun Life. Karena kebutuhan Ar Risalah untuk pendidikan sangat besar. Kita juga tunggu formula dari Sun Life terkait kerjasama yang akan dilakukan" Ujar Mulyadi Muslim selaku Ketua BPW Ar Risalah Sumbar saat diwawancara terkait penjajakan kerjasama tersebut. (Fahmi)

Berikan Tausiyah Halal Bi Halal BAPENDA Kota Padang, Mulyadi Muslim: Jadikan Silaturrahim Menambah Umur


“Setelah Ramadhan berakhir, kita disunnahkan merayakan Idul Fitri. Kemudian untuk mengekspresikan kegembiraan Idul Fitri tersebut dapat kita lakukan dengan bersilaturrahim” ucap Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat saat memberikan tausiyah Halal Bi Halal dihadapan ratusan pegawai Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) kota Padang di Palanta Walikota, Sabtu (9/6).

Lebih lanjut, Mulyadi Muslim menjelaskan dalam narasi ke Indonesiaan, silaturrahim dimaknai dengan saling berkunjung, sungkeman dan juga membuat acara Halal bi Halal untuk kelompok, komunitas, lembaga swasta dan bahkan negara. Kemudian, Dilihat dari segi tujuan,silaturrahim  punya tujuan yang mulia untuk mengokohkan persaudaraan, persatuan dan membangun kebersamaan. Tapi tidak sedikit acara Halal Bi Halal atau silaturrahim berbuah kesia-sian dan dosa. Karena acara yang dibuat dikemas dalam bentuk hiburan, perjudian, mengumbar aurat, ikhtilat, bergunjing, menumbuhkan memori cinta lama. Sehingga Inilah yang mesti diwaspadai oleh setiap muslim.

Mulyadi Muslim juga mengingatkan untuk menjadikan silaturrahim ini untuk menambah umur, membangun jaringan, dan menambah rezeki, dan tidak menjadikan silaturrahim sebagai ajang berbuat maksiat dan menambah dosa. (Fatih)

Mulyadi Muslim: Ramadhan Adalah Sarana Latihan untuk Menjadi Ibadurrahman


"Ramadhan adalah sarana latihan untuk menjadi Ibadurrahman" ujar Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Mulyadi Muslim saat menjadi Khatib Idul Fitri 1440 H di halaman kantor kecamatan Lubuk Begalung, Rabu (5/6).

Lebih lanjut, saat Khutbah Idul Fitri yang dihadiri oleh Camat Wilmar Mukhtar serta ratusan umat Islam kecamatan Lubuk Begalung ini, Mulyadi Muslim menjelaskan selama satu bulan penuh setiap mukmin ditempa untuk menjadi orang yang rendah hati, peduli pada sesama, terbiasa qiyamul lail bahkan bergadang untuk berdzikir kepada Allah, selalu berdoa terutama di waktu mustajab, merutinkan berinfak, memelihara lisan dari kata-kata kotor, disiplin, jujur dan memakan yang halal. Gambaran umum Ibadurrahman  tersebut terdapat dalam firman Allah SWT surat Al Furqon ayat 63 hingga 77.

Mulyadi Muslim juga mengajak  jamaah untuk mensyukuri nikmat yang ada, terutama nikmat iman dan rasa aman, sehingga bisa maksimal beribadah dan mengajak jama'ah untuk mendoakan umat Islam Palestina yang sedang berjuang melawan kezaliman zionis, karena doa adalah senjatanya orang orang beriman. (Fatih)

Kembangkan Kreativitas Anak Muda di Bidang Ekonomi, Padang Creative City Forum (PCCF) di Resmikan

Untuk menyasar generasi milenial dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sejumlah komunitas anak muda kota Padang mendeklarasikan Padang Creative City Forum (PCCF) di Cafe Kupi Batigo, Kamis (30/5). Forum tersebut berafiliasi ke Indonesia Cretive City Network (ICCN) yang membidik kaum milenial khusus dibidang ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.

Deklarasi tersebut disaksikan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Mulyadi Muslim selaku pembina komunitas milenial penggiat kreatifitas. Di dalam forum tersebut banyak komunitas yang bergabung diantaranya semua pegiat kreatifitas, mulai dari penulis, pengrajin, pelukis, pegiat bisnis online dan media sosial serta pelaku usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Dalam sambutannya Mahyeldi mendukung penuh terbentuknya PFFC, karena akan  memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku kreatifitas. Selain itu, terbentuknya forum ini juga akan menguatkan Padang menjadi kota kreatif. Potensi-potensi ekonomi kreatif akan bergerak dan anak-anak muda memiliki ruang untuk pengembangan kreatifitasnya,

Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan forum tersebut sejalan dengan program Pemko Padang 2019-2024, yaitu merealisasikan “Youth Center” atau pusat pembinaan dan pengembangan kreatifitas anak muda yang ke depan di setiap kecamatan.

Salah seorang pembina komunitas ini Mulyadi Muslim menyampaikan PFFC sengaja dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan potensi-potensi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang. Karena anak muda mempunyai peran penting dalam membangun Kota Padang ini. Salah satunya dengan membantu tugas pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Mulyadi juga menambahkan, tugas dan peran pemerintah adalah mengayomi masyarakat, memberikan pelayanan dan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya adalah memberikan lapangan kerja. Sehingga PFFC tersebut menjadi wadah penting dan strategis untuk menjadi mitra pemerintah mewujudkan misi pembinaan generasi muda dan ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan program yang dibesut Walikota dan Wakil Walikota Padang yaitu mewujudkan Kota Padang yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata unggul berdaya saing.

“Kita berharap melalui wadah ini semua komunitas anak muda semakin termotivasi melahirkan kreatifitas yang menghasilkan uang. Dari sini nantinya juga diharapkan lahir pengusaha-pengusaha baru yang menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Ketua PPCF Fefri Rusji  yang juga pemilik kadai Tangkelek. (Fatih)

PCCF di Deklarasikan, Mulyadi Muslim Ingatkan Anak Muda Berperan Penting Dalam Membangun Kota Padang





 "Padang Creative City Forum (PCCF) ini sengaja dibuat untuk mengembangkan potensi-potensi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang," ujar Mulyadi Muslim sebagai salah seorang pembina komunitas milenial penggiat kreatifitas, saat menyaksikan deklarasi forum tersebut bersama Walikota Padang Mahyeldi. Deklarasi tersebut dilakukan oleh sejumlah komunitas anak muda kota Padang di Cafe Kupi Batigo, Kamis (30/5).

PFFC sendiri merupakan forum yang terafiliasi ke Indonesia Cretive City Network (ICCN) yang membidik generasi milenial untuk pengembangan ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Komunitas yang saat ini masuk kedalam PFFC diantaranya semua pegiat kreatifitas, mulai dari penulis, pengrajin, pelukis, pegiat bisnis online dan media sosial serta pelaku usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Mulyadi Muslim juga mengingatkan Anak muda berperan penting dalam membangun Kota Padang. Salah satunya dengan membantu tugas pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Kemudian ia juga mengatakan tugas dan peran pemerintah adalah mengayomi masyarakat, memberikan pelayanan dan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya adalah memberikan lapangan kerja. Sehingga PFFC tersebut menjadi wadah penting dan strategis untuk menjadi mitra pemerintah mewujudkan misi pembinaan generasi muda dan ekonomi kreatif. (Fatih)

Masjid Agung Nurul Iman Adakan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

"Program tersebut dalam rangka membangun kebersamaan pengurus Masjid dengan unit-unit yang ada dibawahnya. Kemudian untuk santunan anak yatim adalah program dari sekretariat Masjid yang di bulan-bulan sebelumnya dijadikan dalam bentuk tabungan emas." ujar Mulyadi Muslim selaku Ketua Masjid Agung Nurul Iman saat kegiatan buka puasa bersama dengan anak yatim di lantai 2 masjid tersebut, Sabtu (25/5)

Selain anak yatim binaan Masjid, kegiatan yang diadakan oleh pengurus Masjid Agung Nurul Iman tersebut juga dihadiri oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), RA (Raudhatul Athfal), TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an), dan Remaja Masjid. Setelah berbuka puasa bersama, setiap anak yatim yang hadir mendapatkan santunan dari pengurus Masjid Agung Nurul Iman.

Lebih lanjut, Mulyadi Menjelaskan khusus di bulan Ramadhan tabungan tersebut di serahkan dalam bentuk uang, dengan harapan bisa menambah kegembiraan mereka di hari raya. Ia juga berharap bantuan tersebut di gunakan untuk yang bermanfaat. (Fatih)

Mahyeldi Menerima Masterplan Pengembangan Ekonomi Syariah


Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menerima masterplan pengembangan ekonomi syariah dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Masterplan tersebut diserahkan oleh Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah Afdhal Aliasar dan Industri Halal KNKS, Analis Kebijakan Divisi Pengembangan Lifestyle dan Industri Halal KNKS Yopi Nursali di Rumah Dinas Walikota, Sabtu (25/5).

Mahyeldi mengapresiasi tim KNKS yang menyerahkan masterplan pengembangan ekonomi syariah, sehingga ia yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat punya pedoman yang terukur dalam mengembangkan ekonomi syariah di Sumatera Barat secara umum dan Padang khususnya. Kemudian dengan adanya masterplan ini, agenda pembangunan di kota Padang berbasis syariah lebih efektif dan efisien, karena pedoman ini sangat strategis bagi pemegang kebijakan.

Mendampingi Walikota Padang, Mulyadi Muslim selaku Sekretaris MES Sumbar dan Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumbar menyampaikan bahwa wakaf adalah salah satu komponen pendukung pengembangan ekonomi syariah, maka BPW Ar Risalah Sumbar juga siap bersinergi dengan KNKS, apalagi BPW Ar Risalah Sumbar sudah dibolehkan menerima wakaf uang, sehingga bisa menjadi alternatif modal pengembangan ekonomi syariah yang komprehensif dan terukur. (Fatih)

Mulyadi Muslim: Sosialisasi dan Edukasi Wakaf Uang Secara Optimal



"Masyarakat yang hadir bisa dengan mudah mendapatkan info tentang wakaf uang " Ujar Mulyadi Muslim selaku Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat Sumbar saat menanggapi kegiatan penghimpunan wakaf  yang dilakukan oleh BPW Ar Risalah di lantai 2 Basko Grand Mall, Kamis (23/5).

Mulyadi menambahkan kegiatan ini adalah tindak lanjut dari launching program wakaf uang  sebelum Ramadan kemarin. Kemudian, kegiatan ini juga dalam rangka edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, oleh sebab itu Ar Risalah bersinergi dengan berbagai pihak, yang diantaranya adalah Managerial Basko Grand Mall.

Selain itu, Mulyadi juga berterima kasih kepada pihak manajemen yang berkenan memberi ruang kepada BPW Ar Risalah untuk sosialisasi wakaf uang kepada pengunjung, ia juga menargetkan di tahap awal, pada tahun ini sosialisasi dan edukasi wakaf secara optimal dapat dilakukan. (Fatih)

BPW Ar Risalah Sumbar Himpun Wakaf Uang di Basko Grand Mall

Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat himpun wakaf uang di lantai 2 Basko Grand Mall, Kamis (23/5). Kegiatan tersebut dilakukan setiap harinya selama Ramadhan dan dimulai dari hari ini sampai 3 Juni 2019 atau dua hari menjelang lebaran. Sedangkan untuk waktunya dibuka dari jam 15.00 WIB sampai adzan maghrib atau berbuka puasa.

Mulyadi Muslim selaku Ketua BPW Ar Risalah Sumbar menyampaikan kegiatan ini adalah tindak lanjut dari launching program wakaf uang  sebelum Ramadhan kemarin. Kemudian, kegiatan ini juga dalam rangka edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, oleh sebab itu Ar Risalah bersinergi dengan berbagai pihak, yang diantaranya adalah Managerial Basko Grand Mall.

Hendra selaku Pelaksana Kegiatan Penghimpunan Wakaf BPW Ar Risalah Sumbar dilapangan mengatakan, masyarakat nantinya selain bisa berwakaf uang, bertanya, berkonsultasi seputar wakaf uang. Mereka juga bisa berwakaf Al Qur'an serta berwakaf untuk pembebasan lahan. Dan untuk informasi online serta berwakaf via internet, masyarakat bisa membuka portal wakaf Ar Risalah di www.waqafarrisalah.or.id. (Fatih)

Mahyeldi dijamu Keluarga Besar Syaikh Ahmad Khatib Alminangkabawy di Jeddah

Jeddah (28/11) Walikota Padang, Mahyeldi bersama rombongan tiba di Jeddah, Arab Saudi, untuk mengikuti kegiatan Indonesian Expo di Jeddah. Kehadiran Mahyeldi dan tim untuk memperkenalkan Kota Padang sekaligus menyeriusi rencana Sister City antara Padang dan Madinah.

Rabu Pagi waktu Arab saudi, rombongan Mahyeldi dijamu sarapan pagi oleh Keluarga Besar Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawy, ulama asal minang yang mendunia dari Mekah. Dalam silaturahmi dan sarapan pagi, Mahyeldi dan Keluarga Syaikh Ahmad Khatib membicarakan beberapa peluang kerjasama. Keluarga Syaikh meminta diadakan seminar untuk menjelaskan Kiprah Syaikh Ahmad Khatib di dunia islam. Penyelenggaraan direncanakan pada bulan Juli atau Agustus tahun 2019. Untuk tempat masih akan dibicarakan lebih lanjut, apakah bertempat di Arab Saudi atau di Sumatera Barat.

Menurut salah satu rombongan Mahyeldi, Mulyadi Muslim menyebutkan keluarga Syaikh juga banyak yang menjadi pengusaha di Saudi. Untuk itu, mereka juga berencana bekerjasama dan berinvestasi di bidang Kesehatan, infrastruktur, dan juga Teknologi Informasi di Kota Padang.

"Sarapan pagi di kediaman keluarga Besar Syaikh Ahmad Khatib ini begitu luar biasa. Di Jeddah, keluarga mereka cukup terpandang, ulama dan pengusaha. Dan dari diskusi kami tadi, muncul pembicaraan tentang investasi. Kita berharap ini bisa direalisasi segera, untuk kemajuan Kota Padang," jelas Mulyadi kepada Tim Babarito.

Kedekatan antara Pemko Padang dan Keluarga Syaikh Ahmad Khatib memang sudah dimulai cukup lama. Perkenalan diawali dengan adanya rencana mengadakan Pertemuan Da'i Dunia pada tahun 2016 dan terealisasi tahun 2017. Pada acara itu, perwakilan Keluarga Besar Syaikh, Syaikh Abdullah datang ke Padang sebagai peserta dan bersilaturahim dengan Walikota Padang, Mahyeldi.

(apuk)

ACT Kirim 22 Ton Logistik ke Lombok

Mulyadi Muslim: Relawan Harus Ikhlas dan Sabar
Ulak Karang, Kepedulian masyarakat Sumbar terhadap korban gempa di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalir. Melalui Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), kepedulian itu dihantarkan Sabtu (8/9) dari Kantor ACT Sumbar di Jalan S Parman, Ulang Karang Selatan, Padang Utara.

Kepala Cabang ACT Sumbar Fadhli Septavianra mengatakan, 22 ton bantuan logistik itu terdiri dari berbagai kebutuhan, seperti makanan, kebutuhan untuk anak-anak, kebutuhan bagi perempuan, dan jenis kebutuhan lainnya.

“Kita mengirimkan makanan khas dari Sumbar. Tidak hanya rendang, tapi juga keripik balado dan yang lainnya. Karena dengan mencicipi makanan khas, saudara kita di Lombok bisa ingat, bahwa masyarakat Sumbar, bersama masyarakat Lombok,” katanya.

Dalam acara pelepasan yang juga dihadiri Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Mulyadi Muslim dan Camat Padang Utara Editiawarman itu, Fahdli  menyebutkan, pengiriman kali ini merupakan terbesar yang dilakukan ACT. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Sumbar memiliki kepedulian tinggi.

“22 ton itu kita kirimkan melalui jalur laut salam satu kontainer. Semoga dalam waktu cepat, bantuan itu sampai ke Lombok, dan bisa dinikmati dan sampai ke tangan korban gempa. Setelah dilepas Sabtu, insya Allah Senin (hari ini, red) akan diberangkatkan dari Pelabuhan Telukbayur,” jelasnya.

Selain itu, tim ACT hingga saat ini terus mengupayakan bantuan demi bantuan agar masyarakat Lombok dapat hidup dengan layak sebagaimana mestinya. “Salah satunya membangun 1.000 unit hunian sementara (shelter) dan pengiriman bantuan logistik berupa kebutuhan pokok,” katanya.

Sekum MUI Padang Mulyadi Muslim yang memberikan motivasi kepada relawan ACT Sumbar mengharapkan, semua tim bisa menjaga keikhlasan. Membangun sinergi dengan lembaga kemanusian lainnya. Karena, di lokasi bencana, kerja sama bisa memaksimalkan hasil. “Bantuan yang banyak ini adalah amanah masyarakat yang harus tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.

Mulyadi menyebut, bantuan ini menandakan tingginya kepedulian masyarakat yang saling berlomba membantu korban bencana. Hal itu sangat baik, karena mencerminkan orang yang beriman. “Kami harap, bantuan jangan sampai menumpuk di satu titik atau tempat. Tapi dibagi secara merata ke tempat lain,” katanya.

Mulyadi mengakui, menjadi relawan di lokasi bencana sangat berat, karena itu hasilnya harus maksimal. “Tim harus benar-benar menguasai medan, agar tidak ada lokasi yang tidak tersentuh bantuan sama sekali. Atau bantuan ada, tapi tidak seuai dengan kebutuhan. Seorang relawan kemanusiaan harus penuh keikhlasan dan kesabaran dalam melayani korban,” katanya.

Camat Padang Utara, Editiawarman mengatakan, keberadaan ACT di Sumbar sudah memasuki 1,5 tahun lebih. Semenjak hadirnya ACT, telah menjadi sebuah pintu bagi masyarakat untuk menyerahkan bantuan bagi yang membutuhkan. (*)