Home
Unlabelled
Pidato Prabowo Disebut Klise, BPN: 4 Tahun Ini Tak Banyak Perubahan
Pidato Prabowo Disebut Klise, BPN: 4 Tahun Ini Tak Banyak Perubahan
-
12:31 PM
Edit this post
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) menepis pidato kebangsaan capres Prabowo Subianto klise dan tanpa solusi. BPN mengatakan isi pidato yang disampaikan oleh Prabowo merupakan permasalahan yang nyata dihadapi oleh Indonesia.
"Pak Prabowo sedang menunjukkan bagaimana seorang pemimpin mengetahui dan memahami persoalan rakyatnya. Persoalan kebangsaan yang disampaikan Pak Prabowo, mulai masalah harga, air, energi, sampai kekayaan negara, adalah persoalan-persoalan yang tidak banyak diselesaikan dalam empat tahun terakhir ini. Jadi ini bukan sekadar klise, tapi ini persoalan bangsa hari ini," kata jubir BPN, Handi Risza, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).
Handi mengatakan, dalam empat tahun terakhir ini, tidak banyak perubahan yang dilakukan pemerintah. Menurut dia, pemerintah sekarang justru disibukkan oleh polemik internal yang kontraproduktif.
"Justru yang terjadi sebaliknya, pernyataan presiden dikoreksi menteri atau pernyataan menteri dikoreksi menteri lainnya. Banyak PR yang belum diselesaikan. Jadi, kalau terdengar pernyataan Pak Prabowo seperti retoris, pada kenyataannya beliau belum berkuasa. Tapi, dengan pidato kebangsaan ini, rakyat tau siapa pemimpin yang dibutuhkan hari ini," tuturnya.
Bagi Handi, pemimpin itu justru bukan hanya teriak slogan kerja saja. Tetapi, lebih dari itu, menurut Handi, pemimpin harus memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa.
"Pemimpin yang memulai dengan mengetahui persoalan rakyatnya bukan hanya sekedar kerja, kerja, kerja, tapi tidak tahu apa yang dikerjakan. Pemimpin yang akan memberikan solusi bukan hanya sekedar pencitraan belaka yang kemudian meninggalkan banyak PR untuk diselesaikan," tuturnya.
Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma'ruf menilai pidato kebangsaan yang disampaikan oleh Prabowo klise dan tidak menawarkan solusi. Materi pidato yang dipaparkan Prabowo di Semarang, Jawa Tengah, juga disebut minim substansi.
"Pidato kebangsaan Prabowo di Semarang kembali mempertontonkan seperti biasa, penuh retorika, klise, dan tanpa solusi. Prabowo menyampaikan akan menurunkan harga pangan tapi tak menjelaskan bagaimana cara menurunkan harga pangannya tersebut. Apa yang disampaikannya tidak ada substansi yang mendalam dan solutif," kata jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Facebook Comments APPID
Most Reading
-
Dai kondang Indonesia asal Provinsi Riau, Ustaz Abdul Somad hari ini, Minggu (22/10/2017) memberikan ceramah kepada masyarakat kota Padan...
-
Walikota Mahyeldi meninjau lokasi pembangunan terminal type A di Anak Aie Kecamatan Koto Tangah, Ahad (21/1/2018). Rencananya, peletaka...
-
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pesisir Selatan untuk kegiatan kampanye Gerakan Stop Bullying, penyanyi Muslim asal Inggris Harris J meny...
-
Pasangan nomor urut satu Emzalmi-Desri kalah telak melawan nomor urut dua Mahyeldi-Hendri. Seperti informasi yang dilaporkan sebelumnya...
-
Pasangan Mahyeldi-Hendri dipastikan menang dalam hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei di Pilkada Padang Dalam pidato ke...
Categories
50Kota
Anak
DPD RI
DPR RI
Dharmasraya
EKONOMI
Haji
Islam
KESEHATAN
Kabar Sumbar
Kecelakaan
Kesenian
Liga 1
NASIONAL
OLAHRAGA
PADANG RANCAK
PALESTINA
PARIWISATA
PENDIDIKAN
PadangRancak
Payakumbuh
Pertanian
Pesisir Selatan
PrabowoSandi
Ramadhan
Sepakbola
Sumbar
TEKNOLOGI
Tarung Derajat
berita
internasional
investasi
kuliner
mui
padang
pariaman
pemilu2019
pesantren
pilkada
politik

No comments
Post a Comment