BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Letakkan Batu Pertama, Mahyeldi: Mapolresta Padang akan punya Masjid yang representatif

Walikota Padang, Mahyeldi meletakkan batu pertama
Masjid Mapolresta Padang
Padang, BABARITO – Markas Kepolisian Resor Padang akan segera memiliki masjid yang representatif. Wacana pembangunan yang diusulkan oleh Kapolresta Padang, Kombes Pol H. Yulmar Try Himawan sejak awal menjabat ditanggapi positif oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi. Mahyeldi meyakini, keberadaan masjid tersebut akan menjadi salah satu tempat bagi warga sekitar Mapolres untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

“Alhamdulillah, niat baik jajaran Polresta Padang untuk membangun Masjid yang representatif di makonya ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai harapan. Sebentar lagi Mapolresta Padang akan punya Masjid yang representatif,” ucap Walikota yang giat meningkatkan peran keagamaan di masyrakat ini.

Apresiasi ini disampaikan Mahyeldi pada acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid pada Jum'at (22/02). Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kapolresta Padang Kombes Pol H. Yulmar Try Himawan, Kapolsek se-Kota Padang, dan stakeholder terkait lainnya.

Selain itu, Mahyeldi berharap dengan hadirnya Masjid ini juga diyakini akan memberikan suasana religius bagi masyarakat khususnya anggota kepolisian di jajaran Polresta Padang.

“Kita yakin dan optimis Polresta akan memfungsikan Masjid ini dengan sebaik-baiknya. Di samping sebagai sarana beribadah shalat wajib lima waktu diharapkan juga diiringi dengan aktivitas shalat sunat dan berbagai syiar keagamaan lainnya. Insya Allah, hal ini akan menambah kebaikan-kebaikan bagi kota Padang khususnya di lingkungan keluarga besar Polresta Padang,” ujarnya.

Sementara itu Kapolresta Padang, Kombes Pol H. Yulmar Try Himawan mengatakan niat membangun masjid ini sudah ada dalam fikirannya sejak awal berdinas di Kota Padang. Dia menuturkan, di tempat ia berdinas sebelumnya hampir setiap Polresta itu punya masjid/mushalla yang representatif.

“Polresta Padang ini sudah punya sebetulnya, namun masih perlu kita tingkatkan. Mengacu kepada hal tersebut kita berinisiatif dan didukung berbagai pihak, baik Pemko Padang dan masyarakat, serta donatur akhirnya kita bisa melakukan pembangunannya,” sebutnya.

Yulmar menyebutkan awalnya akan menggunakan Masjid yang dibangun untuk aktivitas ibadah dan kegiataan keagamaan Anggota Kepolisian Resor Padang dan masyarakat yang berurusan di Polres. Namun dengan melihat kebutuhan masyarakat sekitar, Masjid juga bermanfaat bagi warga yang berkunjung di Kawasan Pasar Raya dan Kawasan RTH Imam Bonjol Padang.

"Insya Allah Masjid ini akan kita gunakan sebagai  tempat sholat jum'at juga ke depannya," tutup Kombes yang dikenal religius ini.

(er/ap)

Brigadir Herna, tinggalkan keluarga demi misi kemanusiaan PBB

Herna Maulana terlihat asyik bercengkerama dengan anaknya di antara ratusan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Polisi wanita (polwan) berusia 30 tahun itu merupakan salah satu calon pasukan penjaga perdamaian dari Polri yang akan dikirim ke lima daerah konflik.

Sebagai polwan pilihan, dia harus rela berpisah dengan anak semata wayangnya yang masih berusia 1,5 tahun untuk waktu yang tak sebentar. Segala sesuatu telah dipersiapkan demi tugas mulia menjaga perdamaian dunia.

"Puji Tuhan, suami dan semua keluarga besar mendukung," ujar Herna saat berbincang dengan Liputan6.com di sela prosesi pembaretan di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor, Minggu (16/12).

Untuk kontrak awal, pasukan Garuda Bhayangkara ini akan bertugas selama setahun di daerah konflik. Bahkan bukan tidak mungkin tugasnya akan diperpanjang dengan sejumlah alasan tertentu.

"Ketika kinerja kita baik dan masih dibutuhkan di sana, kita akan mendapatkan kesempatan extend, bisa dua tahun atau satu setengah tahun. Jadi keputusannya nanti di sana, dari pihak PBB," tuturnya.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi polwan berpangkat Brigadir itu menjadi pasukan perdamaian. Herna tak mau menyia-nyiakan kesempatan begitu ada seleksi Individual Police Officer (IPO) untuk pasukan perdamaian PBB yang hanya digelar tiga tahun sekali oleh Polri.

Dia sadar terhadap segala risiko menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB, salah satunya jauh dari orang-orang yang dikasihi. Beruntung anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu memiliki suami yang sangat mengerti tugasnya di Korps Bhayangkara.

Sang suami, Arto Feraberlin yang sehari-hari bekerja sebagai protokoler di kementerian ini mengaku siap berperan sebagai ibu bagi anaknya, bahkan baby sitter sekalipun.

"Saya pribadi siap nggak siap harus siap, karena ini adalah panggilan langsung dari negara yaitu merah putih, di mana saya pribadi harus bisa menjadi seorang ayah, ibu, dan mungkin jadi seorang baby sitter juga," tutur Arto.

Sang anak bernama Alfredo Kristian Frederik sudah cukup terbiasa ditinggal ayah dan ibunya bertugas. Jika kedua orangtuanya berdinas, balita tersebut akan tinggal bersama neneknya.

Brigadir Herna ingin kehadirannya di sana dapat memberi manfaat yang baik bagi warga yang hidup di daerah konflik. Setidaknya kehadirannya mampu menjadi pelita untuk perdamaian di Sudan Selatan.

"Whatever lah case di sana, yang penting kita di sana bisa jadi lilin kecil, kita bisa jadi bagian dari mereka, bisa merasakan apa yang mereka rasakan selama ini di negaranya, jadi kita bisa menjadi pendamai lah," ucap Herna penuh harap.

Polri sendiri rencananya akan memberangkatkan 381 personelnya yang tergabung dalam dua Formed Police Unit (FPU) dan Police Advisors Indonesia. Mereka akan ditempatkan di lima misi PBB, antara lain Sudan (UNAMID), Afrika Tengah (MINUSCA), Haiti (MINUJUSTH), Sudan Selatan (UNMISS) dan Kongo (MONUSCO).

381 Personel tersebut terdiri dari 198 personel FPU 11 ke UNAMID, 154 personel FPU 1 ke MINUSCA, serta 29 personel Police Advisor yang terdiri dari dua personel ke MINUJUSTHS, tujuh personel ke UNMISS, 14 personel ke MONUSCO, dan enam personel ke MINUSCA. Dari total keseluruhan, 43 di antaranya merupakan polisi wanita (polwan).

Hari ini mereka melakukan tradisi pembaretan yang dipimpin langsung Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen HS Maltha. Acara tersebut juga dihadiri oleh keluarga para peserta kontingen Garuda Bhayangkara.

Secara simbolik, pembaretan dilakukan oleh Kadiv Hubinter Polri bersama jajarannya. Selebihnya, pembaretan dilakukan oleh keluarga para pasukan peacekeeper masing-masing.

Tradisi pembaretan ini juga dimeriahkan dengan atraksi simulasi pengamanan tamu VIP di daerah konflik, penanganan pengungsi, hingga operasi pembebasan sandera.

Reporter: Nafiysul Qodar
sumber: Liputan6.com