Antisipasi DBD, Dinkes Padang Lakukan Fogging
-
3:41 PM
Edit this post
Mengantisipasi terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota Padang melakukan pencegahan. Salah satunya yakni melalui pengasapan (fogging) di sejumlah titik di Kota Padang.
Selasa (17/4), Dinas Kesehatan Kota Padang menerjunkan personilnya di perumahan Griya Anak Air Permai, Kelurahan Batipuh Panjang, Koto Tangah. Dua unit alat penyemprot digunakan untuk mengasapi sekitar 120 unit rumah warga yang berada di samping PT Lembah Karet.
Pengasapan dilakukan sekitar pukul 09.00 Wib. Warga pun nampak bersiap-siap sebelum petugas datang. Petugas menyemprot bagian depan dan di dalam rumah warga. Tak ketinggalan tali bandar dan pekarangan rumah ikut disemprot.
"Seluruh rumah disemprot karena ada laporan yang masuk dari warga kepada kami untuk dilakukan penyemprotan," sebut seorang petugas dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Eri.
Penyemprotan dilakukan sekitar satu jam. Pintu rumah ditutup. Warga pun masih banyak yang berada di luar rumah, menunggu asap hilang. Sayangnya ada juga beberapa warga yang enggan petugas masuk ke dalam rumah untuk disemprot.
"Bagusnya disemprot ke dalam agar nyamuk tidak lagi berada di dalam rumah," beber Eri.
Seluruh warga perumahan nampak cukup senang dengan kedatangan petugas. Sebab selama ini cukup banyak nyamuk pada siang dan malam hari.
"Alhamdulillah, kami berterimakasih kepada pihak dinas yang sudah memerhatikan kami dan melakukan penyemprotan," ujar Ketua Kompleks Griya Anak Air Permai, Andri Reno Putra.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid saat dikonfirmasi menyebut bahwa pengasapan (fogging) yang dilakukan untuk mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk DBD. Kadiskes mengatakan, penyemprotan tidak saja dilakukan di kompleks Griya Anak Air Permai, tetapi juga di tempat lain.
"Khusus untuk kompleks Griya Anak Air Permai, pihak puskesmas memang sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan sebelumnya," jelas Feri Mulyani Hamid.
Kadiskes menyebut, berdasarkan pemantauan yang dilakukan di perumahan itu, angka bebas jentik (ABJ) berada di bawah 90 persen. Artinya, cukup banyak jentik nyamuk yang berpotensi membawa penyakit DBD.
"Hal ini disebabkan minimnya gotongroyong lingkungan yang dilakukan warga dan banyak tempat berpotensi berkembangnya jentik nyamuk. Kita imbau kepada warga untuk rutin melakukan goro bersama," sebut Kadiskes.
Feri Mulyani Hamid pun berharap setelah ini tidak ada lagi kasus DBD. Masyarakat diharapkan peduli dengan kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Caranya yakni dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah tangga dengan cara menghilangkan tempat perindukan nyamuk.
"Mari kita menguras secara berkala tempat-tempat penampungan air, bak mandi, dan lain sebagainya," tukasnya.
Sumber: Humas Kota Padang
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Facebook Comments APPID
Most Reading
-
Dai kondang Indonesia asal Provinsi Riau, Ustaz Abdul Somad hari ini, Minggu (22/10/2017) memberikan ceramah kepada masyarakat kota Padan...
-
Walikota Mahyeldi meninjau lokasi pembangunan terminal type A di Anak Aie Kecamatan Koto Tangah, Ahad (21/1/2018). Rencananya, peletaka...
-
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pesisir Selatan untuk kegiatan kampanye Gerakan Stop Bullying, penyanyi Muslim asal Inggris Harris J meny...
-
Pasangan nomor urut satu Emzalmi-Desri kalah telak melawan nomor urut dua Mahyeldi-Hendri. Seperti informasi yang dilaporkan sebelumnya...
-
Pasangan Mahyeldi-Hendri dipastikan menang dalam hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei di Pilkada Padang Dalam pidato ke...
Categories
50Kota
Anak
DPD RI
DPR RI
Dharmasraya
EKONOMI
Haji
Islam
KESEHATAN
Kabar Sumbar
Kecelakaan
Kesenian
Liga 1
NASIONAL
OLAHRAGA
PADANG RANCAK
PALESTINA
PARIWISATA
PENDIDIKAN
PadangRancak
Payakumbuh
Pertanian
Pesisir Selatan
PrabowoSandi
Ramadhan
Sepakbola
Sumbar
TEKNOLOGI
Tarung Derajat
berita
internasional
investasi
kuliner
mui
padang
pariaman
pemilu2019
pesantren
pilkada
politik

No comments
Post a Comment