Sejarah PDRI Harus Selalu Diingat
Urang Mudo
-
12:18 PM
Edit this post
Bukittinggi pernah menjadi ibukota sementara Republik Indonesia. Ketika itu, Jakarta sempat dikuasai Belanda pada tahun 1948. Agar Republik Indonesia tetap ada, Presiden Soekarno menyerahkan mandat kedaulatan pemerintahan kepada Syafrudin Prawiranegara di Bukittinggi.
Syafrudin Prawiranegara membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dijalankannya selama 207 hari. Setelah Agresi Militer Belanda II usai, Syafrudin Prawiranegara menyerahkan kembali pemerintahan kepada Soekarno.
Sejarah ini hampir hilang dalam ingatan warga. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengimbau kepada warganya untuk selalu mengingat sejarah PDRI tersebut. Sejarah yang hanya terjadi di Sumatera Barat itu diperingati sebagai Hari Bela Negara (HBN).
"HBN adalah satu-satunya hari nasional yang kejadiannya di Sumatera Barat. Kita harus terus merespon dan mengingatnya," ucap Mahyeldi.
Jika tidak ada PDRI pada saat itu berkemungkinan Republik Indonesia sudah tidak ada lagi saat ini. Karena melalui medianya, Belanda mengkampanyekan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sudah mereka kuasai. Pemimpinnya sudah ditangkap.
'Namun dengan adanya PDRI, membatalkan ambisi Belanda untuk menguasai kembali Indonesia," cerita Mahyeldi.
Melalui Radio yang ada di Sumatera Barat dan Aceh (Radio Rimba Raya), berita tentang PDRI disiarkan ke seluruh dunia. Akibatnya pada waktu itu dunia internasional memberikan dukungan kepada Indonesia dan mengecam Agresi Militer Belanda II.
"Sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia," sebut Mahyeldi.
"Sejarah ini harus terus kita ingat," tambahnya lagi.
Dalam peringatan Hari Bela Negara tahun ini, Pemerintah Kota Padang mengundang Presiden RI dan didaulat menjadi inspektur upacara. GOR H. Agus Salim dijadikan tempat pelaksanaan peringatan HBN kali ini pada Selasa (19/12) pagi.
"Sekitar 50 ribu siswa sekolah hadir untuk menyanyikan lagu Mars Bela Negara," ucap Mahyeldi dibenarkan Kepala Kantor Kesbangpol Kota Padang, Mursalim.
Mursalim menambahkan cukup banyak rangkaian acara dalam memperingati HBN. Salah satunya yakni seminar bertemakan Syafrudin Prawiranegara yang digelar di Auditorium UNP pada 20 Desember ini.
"Kita ingin mengingat kembali Syafrudin Prawiranegara, presiden yang pernah terlupakan," ujar Mursalim.(Charlie)
Sumber: Humas Kota Padang
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Facebook Comments APPID
Most Reading
-
Dai kondang Indonesia asal Provinsi Riau, Ustaz Abdul Somad hari ini, Minggu (22/10/2017) memberikan ceramah kepada masyarakat kota Padan...
-
Walikota Mahyeldi meninjau lokasi pembangunan terminal type A di Anak Aie Kecamatan Koto Tangah, Ahad (21/1/2018). Rencananya, peletaka...
-
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pesisir Selatan untuk kegiatan kampanye Gerakan Stop Bullying, penyanyi Muslim asal Inggris Harris J meny...
-
Pasangan nomor urut satu Emzalmi-Desri kalah telak melawan nomor urut dua Mahyeldi-Hendri. Seperti informasi yang dilaporkan sebelumnya...
-
Pasangan Mahyeldi-Hendri dipastikan menang dalam hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei di Pilkada Padang Dalam pidato ke...
Categories
50Kota
Anak
DPD RI
DPR RI
Dharmasraya
EKONOMI
Haji
Islam
KESEHATAN
Kabar Sumbar
Kecelakaan
Kesenian
Liga 1
NASIONAL
OLAHRAGA
PADANG RANCAK
PALESTINA
PARIWISATA
PENDIDIKAN
PadangRancak
Payakumbuh
Pertanian
Pesisir Selatan
PrabowoSandi
Ramadhan
Sepakbola
Sumbar
TEKNOLOGI
Tarung Derajat
berita
internasional
investasi
kuliner
mui
padang
pariaman
pemilu2019
pesantren
pilkada
politik

No comments
Post a Comment